Dec 12, 2013

Save your heart, save your day!

Jadi saya ini orangnya kalau sudah punya rencana atau niat melakukan sesuatu itu sebisa mungkin harus terwujud. Kalaupun misalnya gak kesampaian atau tidak terwujud penyebabnya harus benar-benar masuk di akal. Kalau nggak, saya bisa bisa badmod tiga hari tiga malam. Bukan perfectionist, sih, tapi saya itu kalau sudah berani berencana berarti saya sudah mikirin matang-matang bahwa rencana itu memang baik atau layak untuk saya laksanakan dan saya memang sedang tidak ada rencana lainnya dengan apa atau siapapun. Maka itu saya bisa pusing dan galau berkepanjangan kalau sampai gagal.

Misalnya nih, saya pernah punya pengalaman menjengkelkan waktu ngekost dulu. Suatu malam saya punya rencana ke acara syukuran ultah seorang teman. Seminggu sebelumnya saya sudah pastikan bisa datang dan memang saya tidak ada acara apapun di hari H itu dan saya juga tidak buat janji apapun dan dengan siapapun. Maka itu saya rencanakan dan saya janji akan datang. Sejak sore saya sudah siap-siap. Nyetrikan pakaian, bersihin sandal, mandi, beres-beres kamar dan satu yang tidak saya lakukan : Makan. Karena pergi ke acara syukuran dengan perut kenyang itu suatu kesalahan dan keboodohan bagi anak kost :D. Singkat cerita semua sudah siap, penampilan sederhana tapi ganteng maksimal dan senyum sudah siap memikat siapapun yg mau terpikat. Saya berencana berangkat 30 menit sebelum acara diimulai. Tapi 45 menit sebelumnya saya sudah siap jalan dan kejengkelan itu dimulai. Begitu sampai di depan pintu, alangkah gedek dan super jengkelnya ketika melihat sandal yang sudah saya siapkan sejak sore hari tidak ada di tempatnya. 


Untuk sesaat saya bisa menahan marah dengan mencoba berpikir positif mungkin di kamar sebelah atau mungkin di bawa ke kamar mandi atau ke warung depan oleh penghuni kamar sebelah sayapun ke kamar sebelah lalu bertanya. Disini mood sudah mulai gak karuan, apalagi saat di kamar sebelah yang nongol bukan si mpunya kamar melainkan temannya yang dengan muka polosnya mengatakan kalau sandal saya di pinjam temannya si mpunya kamar untuk pergi ke rumah dosennya. Ya udah, dengan mood gak karuan begitu saya gak bisa lagi nahan marah karena kesal. Marahnya gak sampai pake kata-kata kotor-kotor amat sih paling f*ck doank hehehe. Namanya juga lagi kesel banget. Ngingetnya aja masih terasa gimana keselnya waktu itu. 

Akhirnya waktu itu setelah saya kembali berpikir untuk tidak jadi pergi atau pergi sayapun memutuskan untuk pergi dengan meminjam sandal penghuni kost-an yang lainnya dan meski tidak matching saya berterimakasih sekali daripada saya harus pake sepatu kets. Ketika itu saya berpikir percuma saja saya pergi ke acara teman saya dengan mood yang sudah hancur begini, saya pasti susah untuk menikmati acara atau bahkan susah untuk bisa senyum. Sesaat saya pun terdiam dan kembali berpikir positif, sebaiknya saya tetap pergi mengingat saya sudah janji sejak seminggu lalu dan siapa tahu dengan berada disana saya bisa melupakan drama sandal kondangan saya untuk sesaat. Saya memang tipe orang yang susah melupakan masa lalu, apalagi kalau masa lalunya indah. Untunya sang malaikat yang membisikan ide positif ke telinga kanan saya getol, jadilah saya pergi dengan mecoba memanis-maniskan lagi muka yang tadinya udah manis lalu masam gara-gara SANDAL.

Bukan hal besar kan? Tapi percayalah hal-hal besar itu datangnya dari hal-hal kecil, hal-hal yang terlihat itu berasal dari hal-hal yang tidak terlihat contohnya senyum manismu akan terlihat jika hati dan perasaanmu juga sedang manis. Bener gak?

Save your heart, save your day!


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community