Dec 23, 2013

Selamat Tinggal Kampusku

Hari ini semua hal yang berurusan dengan kampus pasca wisuda akan segera berakhir. Setelah ini entah kapan lagi aku akan ke kampus ini lagi dan entah untuk apa nanti. Pelan-pelan ada rasa haru seperti rasa harunya orang-orang yang akan berpisah dengan seseorang atau dengan sesuatu. Perlahan-lahan ada kesedihan yang  tak kumengerti dalam hati. Ya sekarang aku adalah alumni kampus ini setelah berjuang dengan keras menyelesaikan pendidikan sejak tahun 2009 lalu. 

Seketika waktu terasa begitu cepat bergulir. Perubahan-perubahan di kampus ini terjadi begitu cepat. Atau aku yang terlalu lamban? ku pikir memang sudah saatnya aku pergi dan aku masih ingat bagaimana jenuhnya aku bulan kemarin ketika berjuang mati-matian menyelesaikan tugas akhir yang seolah-olah tak pernah benar diata doaen pembimbing, aku masih bisa merasakan sedikit rasa kesal ketika aku harus menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan tanda tangan dosen yang mulia. Semua peristiwa itu menggantung di depanku serupa kenangan yang sebentar lagi akan pelan-pelan menjauh dan menjauh dariku. 

Aku akan merindukan kampus ini. Juga suasananya yang penuh kesibukan, penuh mahasiswa-mahasiswa nongkrong dan mondar mandir. Meski aku tidak memiliki banyak teman akrab disini aku punya kesan dan kenangan tersendiri dengan atmosfer kampus ini. Kuliah yang ku selesaikan saat ini adalah lanjutan dari kuliah diplomaku tahun 2008 lalu. Jadi aku, teman-teman angkatanku, dan suasananya sudah tidak seperti mahasiswa reguler pada umumnya. Kami lebih sibuk pada hal-hal diluar kampus (pekerjaan) sehingga sangat jarang kami bisa bergaul sebagaimana mahasiswa-mahasiswa reguler pada umumnya, kami lebih individualis dan jujur saja hal itu yang membuatku bosan dan ingin segera memyelesaikan kuliah dengan segera. Hari ini keinginan itu terwujud dan seperti apapun kenangan hari kemarin ia akan tetap menjadi kenangan yang tak bisa ku kehendaki untuk datany dan pergi sesukaku. Ia akan tetap ada, menggantung di langit, sesekali muncul, sesekali tertutup awan. Seperti itulah kenangan. 

Hari ini aku duduk di sini, di bangku yang sudah berbulan-bulan menemaniku menunggu. Aku akan merindukan tempat ini, terlebih tahun depan universitas akan memberlakukan dua satu pintu masuk dan keluar untuk area kampus, dan hanya civitas akademika yang boleh keluar masuk dan ada di dalam lingkungan kampus. Orang luar tidak boleh. Kuperhatikan di sepanjang perjalanan tadi pintu-pintu ilegal di punggir-pinggir jalanan kampus sudah tidak ada lagi, semua sudah tertutup rapat oleh tembok yang kuat dan tinggi menjulang. Ibu penjual nasi di sudut tikungan juga sudah mengemasi barang-barangnya, sepertinya ia akan sama sepertiku : akan merindukan hari-hari disini, hanya saja aku pergi dengan kehabagiaan sebagai seorang alumni dan ibu penjual nasi yang baik hati itu pergi membawa barang-barangnya dengan hati kecewa. Kecewa karena dipaksa berpisah.

Rektor menjelaskan tentang kebijakan ini. Ada banyak sekali kasus curanmor yang terjadi disini belakangan ini, dan salah satu penyebabnya karena semuanorang bebas mengakses jalan kampus, begitu kata bapak rektor ketika menyampaikan pidato saat wisuda kemarin di auditorium. Pak rektor juga sudah mempertimbangkan dengan baik dan sudah memikirkan masak-masak keputusan ini, menurutnya keputusan ini dibuat untuk keamanandan kenyamanN warga kampus. Masuk akal. Walaupun, katanya semua pedagangan nasi, pengusaha fotocopy, pengusaha kost-kostan dan lain-lain yang ada di sekitar kampus melayangkan surat protes yang ditandatangai bersama kepada rektor. Hal itu tidak merubah ketupusan. Tanggal 1 Januari nanti peraturan satu pintu masuk dan satu pintu keluar itu akan segera berlaku. Bagaimana dengan alumni? tentu saja kami suatu saat akan meridukan tempat ini dan munhkin akan kembali untuk suatu keperluan. Entahlah, biarkan saja semuanya berjalan seprti seharusnya. Aku masih punya kesempatan menggunakan karyu mahasiswaku hingga agustus 2014 nanti dan jika aku ada keperluan untuk kembali kesini aku masih bisa bebas keluar masuk bermodal KTM. 

Akhirnya saya haraus ucapkan selamat tinggal pada kampus tercinta ini. Disini saya pernah menjadi anggota Club Musik, Dakwah Kampus, Pramuka dan Information and Tecnology Community walaupun menjadi anggota pasif. Tempat ini punya andil yang besar dalam pembentukan diri saya saat ini. Tempat ini ujian sekaligus tempat hiburan, tempat juga ini pernah jadi begitu membosankan ketika hari-hari terakhir menyelesaikan tugas akhir dan hari ini tempat ini menjadi begitu indah untuk ditinggalkan. Seperti apapun tempat ini, hari ini aku sudah tuntaskan kewajiban dan tugasku, sudah saatnya menemukan tempat baru yang berbeda, hanya hal-hal indahlah yang akan kubawa dari sini sisanya biarkan ia menguap atau kutinggalkan saja untuk mereka-mereka yang sedang berlalu lalang berjuang disini. 

Terimakasih kampus FKIP Universitas Mataram, terimakasih dosen-dosenku, terimakasih bapak-bapak dan ibu-ibu akademik, terimakasih ibu kantin dan terimakasih pada semua unsur yang ada disini, aku pergi....


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community