Feb 9, 2014

Enak belum Tentu Sehat

Sejak menikah, saya cukup kesulitan mendapatkan waktu untuk olahraga, bukan karena saya orang yang terlampau sibuk melainkan  80% karena saya mulai malas dan sisanya memang waktu yang selalu tidak mendukung. Ketika sore-sore saya punya rencana pergi ke tempat gym atau sekedar olahraga ringan, bersepeda atau berlari si kecil selalu ingin bersama saya dan selalu ingin ikut. Lama-kelamaan karena jarang olahraga dan karena saya adalah tipe orang yang sangat doyan makan, saya merasakan bagian punggung di bawah tengkuk mulai terasa sakit, pegal-pegal gak jelas dan cukup menganggu. Awalnya saya pikir itu karena saya kebanyakan duduk saja tapi ketika saya kurangi duduk tetap saja sakit, lalu sayapun googling tentang nyeri di punggung itu, jawaban yang saya dapat dan cukup masuk akal adalah, kadar kolesterol jahat dalam tubuh saya sudah mulai harus di kurangi. Penumpukan LDL (low density lippoprotein) lah yang menyebabkan punggung saya sakit seperti baru mengangkat beban yang sangat berat. Setelah tahu, maka sayapun mulai mencari cara agar saya bebas dari kolesterol ini.

Sejak saaat itu sedikit demi sedikit saya mulai mengontrol pola dan jumlah porsi makanan yang saya makan setiap hari. Saya juga mulai mempelajari makanan-makanan apa yang menyumbangkan lemak banyak ke tubuh kita. Memilah makanan-makanan yang akan kita makan inilah yang sulit buat saya yang hobi makan ini, apalagi lemak-lemak itu banyak terkandung pada makanan-makanan enak yang menggoda selera seperti Rendang, Durian, Sate, Gulai, dan lain-lain. Singkat kata untuk waktu yang tak bisa ditentukan saya harus ucapkan selamat tinggal pada makanan-makanan enak itu, demi kesehatan.

Selain menjaga makanan, saya juga mulai rutin mengkonsumsi minyak ikan dalam bentuk kapsul dan Habbatussaudah (Jintan Hitam) dalam bentuk kapsul juga untuk menjaga daya tahan tubuh. Sebenarnya ini bukan masalah besar tapi saya pikir akan lebih baik saya antisipasi sekarang daripada menunggu parah dan susah untuk dintisipasi. Mungkin terlihat lebay ketika setiap hari saya mulai memilih-milih makanan, membuat green smoothies, makan sayur lebih banyak dan lebih rajin membaca artikel kesehatan. Buat saya, kesehatan itu sangat mahal untuk diabaikan. Sudah banyak orang yang saya lihat terkapar dan hanya bisa menyesali diri ditempat tidur karena penyakit-penyakit yang akhir-akhir ini begitu marak dan mematikan. Saya masih muda, dan saya harus selalu bugar. Jika diusia sekarang saja saya tidak menjaga kesehatan dan sakit bagaimana nanti ketika saya mulai memasuki umur-umur yang disebut tua?. 


Memang sulit mengubah pola hidup, perlu keyakinan yang kuat dan perlu memaksakan diri untuk lebih care pada pola hidup. Saya misalnya, pola makan saya bisa dibilang tidak teratur, saya bisa makan 3-5 kali sehari kapan saja saya merasa ingin makan, apalagi jika makanannya enak-enak :D tapi saya memang bukan pecinta makanan manis seperti jajanan, cake, brownis dll. Saya cepat eneg jika terlalu manis. Tapi saya bisa seperti lupa diri jika makanannya adalah nasi dengan ikan goreng/bakar, ayam goreng atau bakar, gulai, sate, rendang, dan lain-lain. Kebiasaan-kebiasaan itu yang sekarang harus saya tinggalkan, pelan-pelan dan dengan usaha yang berat. Sungguh, melawan diri sendiri itu 10 kali lebih sulit daripada melawan orang lain. Tapi saya tanamkan dalam hari bahwa saya harus melakukan itu jika ingin panjang umur, jika ingin melihat anak-anak saya kelak menikah dan bahagia dengan anak-cucunya. Lagi pula menjadi gemuk karena banyak makan itu sungguh menyebalkan. Wajah yang tadinya cute berubah menjadi sangat kebapakan dan terlihat lebih tua. Belum lagi perut, perlahan-lahan mengalami kemajuan yang yaaa sangat tidak enak dilihat. 

Sekarang saya harus berjuang melawan diri saya sendiri, berjuang untuk hidup lebih baik dan lebih sehat. Sehat itu amat sangat mahal. Ia juga amanah.


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community