Mar 9, 2014

Selamatkan Anak-anak Kita

Belakangan ini saya agak-agak resah dengan banyak hal disekeliling saya. Salah satunya tentang kasus pembunuhan seorang Mahasiswi yang pelakunya adalah mantan pacarnya yang dibantu oleh pacar baru sang mantan tersebut. Mereka adalah anak-anak muda yang masih belia. Masih berumur 19 tahun dan memecahkan masalah dengan cara seperti itu. Apa yang terjadi dengan mereka? apakah seperti mereka gambaran prilaku anak muda kebanyakan zaman sekarang? dimana kekerasan adalah jalan yang diambil untuk mengatasi suatu masalah? Apa yang membuat mereka seperti itu?. Jawaban sementara bisa jadi karena apa yang terus menerus mereka dengar, merekan tonton dan mereka baca adalah hal-hal yang secara langsung atau tidak sudah mengajarkan kekerasan. Baik kekerasan fisik maupun mental.

Di Indonesia, televisi sudah dipenuhi oleh acara-acara yang tidak bermutu dan mencontohkan hal-hal tidak baik bagi pemirsanya terutama bagi anak-anak. Sangat jarang ditemukan acara-acara yang berkualitas dan sesuai dengan jiwa anak-anak seperti era 80an atau 90an silam. Sekarang acara-acara yang ada di televisi tidak lagi memperhatikan pendidikan dan nilai moral, yang dicari adalah rating dan rating. Tidak peduli apakah itu baik atau tidak untuk masyarakat terutama anak-anak. Mereka akan menayangkan acara-acara dengan dali cara hiburan. Bersama acaranya mereka akan mempertontonkan pengaruh-pengaruh tidak baik seperti saling mencela fisik, saling pukul, toyor, jitak, lempar dan yang paling fatal mereka biasanya saling mengolok dengan kata-kata yang tidak pantas untuk didengar oleh penonton terutama anak-anak. Apalagi jika anak-anak menonton acara tersebut berulang-ulang setiap hari tidak mustahil banyak terjadi pergeseran nilai dan moral dikalangan anak-anak zaman sekarang. Mereka akan menganggap saling olok dengan celaan-celaan fisik, memukul dll itu adalah hal biasa pada zaman sekarang. Akibatnya banyak sekali korban kekerasan dan bullying. Padahal untuk memulihkan para korban tidaklah mudah. Generasi muda kita telah mati sebelum waktunya. Kita hampir saja kehilangan generasi penerus yang berkualitas. Sekarang yang banyak adalah generasi-generasi muda dengan sikap dan prilaku yang kadang menyimpang dan tidak sesuai dengan kodrat dan usianya.

Beginilah efek buruk dari teknologi jika orang yang menggunakannya "belum siap" dan tidak benar-benar manfaat baiknya. Segala hal, baik atau buruk bisa menyebar dengan sangat cepatnya. Sialnya hal-hal dengan pengaruh buruk selalu lebih cepat untuk ditangkap dan diikuti. Jika sudah begini kita lantas akan bertanya seperti apa pendidikan mereka sehingga bisa begitu saja menerima hal-hal buruk tanpa menyaring atau berpikir terlebih dahulu tentang baik atau tidaknya sesuatu yang baru?. Karena seburuk apapun lingkungan jika dari rumah anak sudah dibekali dengan pendidikan agama, moral dan tata krama yang kuat insyaallah anak tidak akan muda untuk mengikuti pengaruh buruk lingkungan. Semua orang tua seharusnya lebih pintar dan sudah memikirkan bahwa dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat seperti sekarang dibutuhkan cara-cara yang lebih pintar lagi untuk membentengi pergaulan anak. Orang tua adalah orang pertama yang akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan anak-anaknya padahal sebagai orang tua kita selalu berharap bahwa kita adalah orang pertama yang akan berbangga hati dengan prestasi anak kita. 

Saya menulis ini karena dua hal. Pertama saya merasa perlu untuk mengeluarkan uneg-uneg dalam hati yang membuat resah dan takut pada perkembangan buruk yang terjadi pada anak-anak zaman sekarang yang bisa dibilang sudah melampaui batas dan seharusnya sudah harus dibenahi oleh pemerintah dalam bidang ini. Televisi adalah media utama yang menyebarkan pengaruh sangat cepat kepada masyarakat jadi saya berharap agar Komisi Penyiaran Indonesia benar-benar tegas terhadap program-program di televisi yang tidak mendidik. Menghibur itu baik tapi akan menjadi sangat tidak baik ketika dalam hiburan itu terselip doktrin-doktrin yang secara langsung atau tidak telah memberi pengaruh buruk pada anak-anak. Kedua, saya menulis ini adalah untuk mengingat diri saya sendiri. Mengingat sekarang saya sudah menjadis seorang bapak yang nanti pada suatu hari akan merasakan sendiri bagaimana was-wasnya menjaga pergaulan anak. Dengan menulis ini paling tidak saya bisa selalu ingat bahwa saya tidak boleh terlena dan lunak dalam menuruti keinginan anak. Saya harus bisa tegas dalam membatasi pergaulan dan menyaring informasi-informasi yang diterima anak lewat televisi maupun internet. Semoga kita semua bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita. Bukan karena kita tidak menyayangi anak ketika kita membatasi mereka justru karena kita punya kasih sayang dan kepedulian yang besar terhadap mereka dan masa depan mereka. Terlalu lunak pada anak dan menuruti semua kemauan anak tanpa pertimbangan itu sama artinya kita telah mencelakakan masa depannya.







Comments
1 Comments

1 comment:

  1. televisi memang mempunyai pengaruh yang kuat terhadap anak-anak

    ReplyDelete

Berkicau

Community