Aug 25, 2014

Quotes Rantau Satu Muara

Kelar baca novel Rantau 1 Muara karya A. Fuadi yang tak lain adalah bagian akhir dari trilogi Negeri 5 Menara yang sangat menginspirasi, berikut 34 quotes penyemangat yang berhasil saya temukan, semoga bermanfaat dan menjadi pemacu semangat kita untuk menjadi lebih baik dalam setiap hal dalam hidup :

  1. Jika kau bukan anak raja dan juga bukan anak ulama besar, maka menulislah (Imam Al-Ghazali) -page 9-
     
  2. Jangan gampang terbuai keamanan dan kemapanan. Hidup ini kadang perlu beradu,  bergejolak dan bergesekan. Dari gesekan dan kesulitanlah, sebuah pribadi akan terbentuk matang. Banyak profesi di luar sana, usahakanlah untuk memilih yang paling mendewasakan  dan yang paling bermanfaat buat sesama. Lalu kalau kalian nanti sudah bekerja jangan puas jadi pegawai selamanya, tapi punyailah pegawai (Kiai Rais) –page 12-
     
  3. Man saara ala darbi washala, siapa yang berjalan di jalannya, akan sampai tujuannya –page29-
     
  4. Berusahalah untuk mencapai sesuatu yang luar biasa dalam hidup kalian setiap tiga sampai lima tahun. Konsistenlah selama itu, maka insya Allah akan ada terobosan prestasi yang tercapai (Kiai Rais) –page 29-
     
  5. Man yazra yahsud, siapa yang menanam, dia menuai –page 30-
     
  6. Setiap kesusahan selalu ada kemudahan –page 32-
     
  7. Sesuatu itu bisa indah pada waktunya –page 34-
     
  8. Kita tidak perlu mengharapkan tepuk tangan dan pertemanan yang bersekongkol, lebih baik kita sendiri di jalan yang terang –page 79- 
  9. Find what you want to do and do it, Temukan apa yang kamu inginkan dan lakukan itu. Love what you are doing, Cintai apa yang kamu lakukan. When you love what you are doing, you do not look at the clock, Ketika kamu jatuh cinta dengan apa yang kamu kerjakan, kamu tidak pernah melihat jam dinding. Give yourself more than expected, Memberikan sesuatu lebih dari yang diharapkan. No way you can not go to the top (Sidney Sheldon) –page 111-
     
  10. Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh dia akan berhasil –page 111-
     
  11. I’malu fauqa ma amilu, Kerjakanlah diatas rata-rata orang lain mengerjakan –page 111-
     
  12. Carilah pekerjaan yang kamu cintai dan kamu tidak akan pernah lagi bekerja satu hari pun sepanjang hayat (filsuf Cina) –page 111-
     
  13. Jangan takut pada manusia. Yang membatasi kita atas dan bawah itu Cuma langit dan tanah (Kiai Rais) –page 119-
     
  14. Hidup ini seni menjadi. Menjadi hamba Tuhan sekaligus penguasa alam. Kita awal makhluk rohani, yang kemudian diberi jasad fisik oleh Tuhan, tugas menghamba pada Dia dan menjadi khalifah untuk kebaikan alam semesta. Kalau kedua peran ini dijalankan, manusia dalam puncak bahagia. Berbakti dan bermanfaat. Hamba dan khalifah. –page 139-
     
  15. Tuhan ini Maha Melihat siapa yang paling bekerja keras. Dan Dia adalah sebaik-baiknya penilai. Tidak akan pernah Dia menyia-nyiakan usaha manusia. Setiap usaha akan dibalasNya dengan balasan sebaik-baiknya –page 154-
     
  16. Sejak alam ini terkembang, malam-malam sepi telah menjadi saksi orang-orang besar dalam sejarah. Malam yang hening kadang men jadi waktu lahirnya karya-karya besar. Ada kekuatan ajaib di dalam kerja keras dan perenungan di tengan kesenyapan malam. Ada kemesraan yang personal dengan Zat Yang Kuasa dalam sepi. Ada keberkahan di saat-saat sepertiga malam. Mungkin ini waktu pintu langit terbuka untuk menyedot semua doa manusia yang mengapung pada Tuhan. Bahkan Nabi Muhammad pun melakukannya. Ketika kota Mekkah terlelap, dia mendekatkan diri kepada Sang Pencipta di Gua Hiro –page 154-
     
  17. Merantaulah, kau akan mendapat pengganti kerabat dan teman. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang (syair tentang perantauan dari Imam Syafii) –page 159-
    Khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain –page 161-
     
  18. Annasu a’dau ma jahilu, manusia itu musuh terhadap apa yang yang dia tidak tahu –page 163-
     
  19. Hati perempuan dalam dan sensitif, bisa menghanyutkan dan menenggelamkan. Tapi juga tangguh, bisa menguatkan, menumbuhkan dan menjelmakan mimpi-mimpi. Hati perempuan bisa memaafkan, tapi tidak bisa melupakan apa yang singgah di pedalaman hatinya –page 164-
     
  20. Jodoh itu harus dirasakan bukan dipaksakan –page 164-
     
  21. Tidak meremehkan impian setinggi apapun, karena Tuhan Maha Mendengar. Cita-cita yang baru berupa bisikan di dalam hati terdalam, telah terdengar olehNya dan bisa menjadi nyata –page 170-
     
  22. Kemana pun dan apa pun yang wa’ang lakukan, selalu perbarui niat, bahwa hidup singkat kita ini hanya karena Allah dan untuk membawa manfaat. Jangan berorientasi materi –page 174-
     
  23. 5 tips mendapatkan jodoh yaitu evaluasi dan memperbaiki diri, berusaha dan doa, memperluas pergaulan, meminta bantuan orang lain, dan menyatakan secara langsung –page 227-
     
  24. Dunia perkawinan adalah dunia berbagi dan saling mengerti. Bukan dunia meminta dan berharap –page 295-
     
  25. War is not the answer, love is the answer –page 294-
     
  26. Kematian itu ibarat pintu. Kelahiran juga layaknya sebuah pintu. Keduanya portal  yang pasti dilalui semua anak manusia dalam perjalanan panjangnya di dunia ini. Jangan terlalu sedih dengan kematian. Jangan terlalu bahagia dengan kelahiran. Keduanya pintu wajib bagi manusia –page358-
     
  27. Jauah bajalan banyak diliek, lamo hiduik banyak diraso, jauh berjalan jadi banyak yg dilihat, lama hidup banyak dirasa (pepatah Minang) –page 363-
     
  28. Aduwwun aqilun khairun min shadiqin jahilin, musuh yang pandai lebih baik dari teman yang bodoh –page 371-
     
  29. Tuhan itu memang Maha Memilihkan yang terbaik buat siapa saja yang melihat dengan hati terbuka –page 371-
     
  30. A couple who travel together, grow together –page 376-
     
  31. Setiap orang punya pilihan, prioritas, dan misi hidup yang berbeda. Tidak ada yang bisa mengklaim lebih benar dari yang lain. Sairiang batuka jalan, Seiring tapi berbeda jalan –page 379-
     
  32. Allah tahu yang terbaik. Yang kita kira baik, belum tentu baik buat kita –page 386-
     
  33. Seorang laki-laki harus berani memutuskan hidup. Membuat keputusan itu lebih baik pasrah menunggu orang lain memutuskan hidup kita (Kiai Rais) –page 390-
     
  34. Muara manusia adalah menjadi hamba sekaligus khalifah di bumi. Sebagai hamba, tugas kita mengabdi. Sebagai khalifah tugas kita bermanfaat. Hidup adalah pengabdian. Dan kebermanfantaan. –page 395-

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community