Sep 18, 2014

Welcome Home, KING!

Sudah lumayan lama gak ngeblog.

Banyak hal sebenarnya yang pengen di tulis tapi berhubung kesibukan sebagai seorang suami dan ayah terlalu membutuhkan waktu lebih maka ngeblogpun bukan lagi prioritas. Saya baru bisa intens menulis atau sekedar bersantai buka blog dan social media ya jam segini ini, jam 11 malam ke atas. Gadis kecilku sudah tumbuh jadi balita yang super aktif. Bulan depan dia berumur genap dua tahun dan semakin hari semakin pintar saja dia. Pinter ngomong, pinter bikin rumah kacau, pintar beralasan biar gak tidur atau alasan biar bisa main air di keran luar rumah dan lain-lain. Pokoknya kehidupan sekarang sudah berubah total. Dari yang dulu masih santai jalan-jalan kemanapun sesuka hati dan sesuka dompet sekarang harus tetap berada di radius yang gak boleh jauh-jauh dari rumah. Pasalnya selain kita cuma bertiga di rumah (aku, istri dan baby Quin), si Ibu sekarang sedang mengandung anak kedua kami yang inshaa allah akan lehir bulan september ini. Jadi bisa dibayangkan bagaimana repotnya istri saya kalau saya sedang tidak di rumah. Belum ngurus gadis kecil kami yang aktif dan banyak maunya, belum lagi si baby yang di dalam perut yang gak kalah aktifnya. Benar-benar hidup kami penuh berkah, Allah blessing me. Alhamdulillah.

Maka agar hari-hari tidak monoton saya mulai mencoba bertanam bungan, pelihara ayam, atau memotret disekitar rumah (yang ini juga kadang membosankan dengan objek yang itu-itu terus). Menyenangkan sekali memelihara ayam karena si Quin anak kami juga jadi semangat bangun pagi buat ngasi makan ayamnya. Tapi bertanam bunga ternyata bukan ide yang terlalu baik bagi yang punya balita super aktif dan penasaran kayak Quin. Awalnya dia bertanya "Apa ini, yah"? sambil nunjuk bunga, "Ini bunga, cantik kan? mirip kakak.?" jawabku. Dia girang "Milip uin yah, milip uin.. woooow" teriaknya dengan penuh semangat. Lalu ketika ditinggal sebentar saja, bunga-bunga cantik ditangkainya itu sudah pindah ke tangan mungilnya. Hilanglah warna warni di taman. Tapi begitulah, punya anak itu benar-benar banyak makna dan hikmahnya. Penuh pembelajaran. Terutama tentang cinta dan kesabaran. Aah.. aku jatuh cinta yang benar-benar sejati pada anakku. 

Lalu minggu kemarin seorang teman di Sumbawa akan pindah tugas ke Jakarta. Ia menawari aku mengadopsi kucing Persia-nya yang berumur dua bulan. Awalnya aku gak mau karena selain punya balita istriku juga sedang hamil tapi aku benar-benar ingin punya kucing. Maka setelah berdiskusi, merajuk dan merayu, istrikupun setuju dan akhirnya dengan mahar 600rb kucing berwarna putih tebal dan lembut itu tiba di rumah kami. Aku dan Quin yang menjemputnya di travel. Girang bukan buatan si Quin liat kucing itu. Berbagai pertanyaan pun menyerangku bertubi-tubi. "Kucing siapa ini, yah? Kucing, Uin? Cantik dia yah? Maam apa dia yah? iii..lucu dia yah, Uin pegang ya, yah? kasi maam dia yah? bobo cini dia yah? " dan banyak lagi pertanyaan lainnya yang harus saya jawab satu persatu dengan sabar karena kalau tidak dia tidak akan melanjutkan pertanyaannya. Dia akan menanyakan pertanyaan yang sama sampai saya jawab. 


Welcome, King!


"Siapa nama kucingnya, Kakak?" Tanyaku
"King, Ayah!" spontan, entah dari mana atau siapa yang ngajarin dia tentang ide nama itu. Saya benar-benar kaget, gemes, pengen ketawa dan bangga. Hahaha. Maka jadilah Kucing persia ini kami panggi King, tapi belakang Quin manggil kucingnya Tom. Hahaha terserah dialah yang penting sejak ada kucingnya dia jadi lebih semangat, bahkan double semangatnya ketika saya ajarin ngasi makan kucingnya, bersihin kandangnya, elus-elus dan ngajak si kucing main.

Rutinitas Setiap Pagi Sejak ada King (atau Tom?)

Googling Gambar Kucing sama King :D

Aku baru tahu ternyata pelihara kucing itu sama aja kayak punya anak bayi baru. Tiap hari ngasi makan makanan kucing yang bermerek, harus diajak main atau di elus-elus karena kalau gak dia akan lesu dan terlihat sangat bosan, dan aku gak tega liat mukanya yang suntuk sekali itu. Tiap hari ketika bangun tidur selain harus bersihin dan panasin motor, buka kandang ayam dan ngasi makan, sekarang nambah lagi bersihin kandangnya King dan ngasih dia sarapan. Abis itu dia akan lari ke tanah pasir di depan rumah lalu boker dan pipis. Aaah kucing pinter... Dia gak pernah kencing atau pup di dalam kandangnya. Kalau lagi kebelet dia akan mengeong-mengeong kenceng minta dikluarin dari kandangnya lalu loncat secepat kilat ke tanah pasir untuk buang hajat. Pemandangan King buang hajat juga jadi tontonan menarik dan menggelikan buat Quin. 

Begitulah setiap hari. Selalu penuh keceriaan dan Kesibukan yang mungkin bagi sebagian orang itu adalah kesibukan  yang tak berguna tapi aku percaya apa yang kulakukan ini akan menjadi kenangan paling indah buat anakku kelak. Sama seperti kenangan-kenangan indah yang pernah saya lewati dengan bapak dan kakekku dulu. Tak pernah terlupakan. Masalah dalam hidup memang selalu ada tapi sudahlah, aku tidak mau berfokus pada hal-hal yang hanya akan membuat semangat meredup, gairah hidup menurun, dan suasana hati kacau. Abaikan saja orang-orang yang cari masalah. Kecuali kalau memang sudah mulai menganggu, maka harus di hadapi. 

Alhamdulillah Ya Allah atas hidup yang sempurna ini. Atas segala nikmat dan ujian yang menjadikan hidup ini seimbang dan berkembang.

Comments
2 Comments

2 comments:

  1. Keren Ji' tulisanmu. Inspiratif banget. Mengambil dari segi postifnya. Kalo saya mungkin udah malas banget bangun pagi terus ngelakuin tiga hal itu. Hahahaha... Btw, buat artikel bagaimana cara bikin tab menu kayak di atas blogmu ini dong Ji'...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks ri. Oke besok saya posting ya :)
      sekarang tugas menidurkan seisi rumah sudah kelar. Giliran saya yang tidur. Zzzzzz

      Delete

Berkicau

Community