Jan 20, 2015

Kelas Inspirasi Lombok : Satu Hari Untuk Selamanya

Adalah suatu hari ketika seorang sahabat saya Surya dan Istrinya Fira yang begitu baik mengajak saya untuk menjadi panitia Kelas Inspirasi di Lombok. Ide ini muncul bukan seketika, tapi ada sejak mereka berdua ikut Kelas Inspirasi di Bali. Penuh antusias mereka bercerita tentang betapa hebatnya relawan-relawan di Kintamani, ramahnya penduduk disana dan betapa bahagianya siswa-siswa yang kedatangan relawan pengajar. Mungkin moment itu akan salah menjadi kejutan terindah di masa kanak-kanak mereka. Pengalaman dan cerita dua sejoli ini kemudian menjadi sebuah awal dari Kelas Inspirasi Lombok dan bertambahnya kepekaan hati saya melihat ternyata masih banyak anak-anak disekitar kita yang bahkan untuk bercita-cita saja mereka masih tidak berani, malu-malu dan tidak tahu cita-cita itu apa.

Akhirnya kami dan beberapa teman lainnya mulai merencanakan kegiatan kelas inpsirasi di Lombok. Saya semakin percaya bahwa Allah itu selalu mempertemukan kita dengan orang-orang yang sesuai dengan karakter, kepribadian dan visi misi hidup kita. Buktinya kami yang tadinya tidak saling mengenal menjadi akrab dan berbagi semangat di kelas inspirasi. Karena misi kami sama, kami ingin berbagi dengan anak-anak yang berada jauh terpencil di atas-atas bukit sana, di lembah-lembah sana. Berbagi semangat dan kamipun mendapatkan semangat baru dan pandangan tentang arti hidup yang semakin saya mengerti.

Saya teringat Quotes dari sahabat saya seorang novelis, namanya Citra Rizcha Maya. "Karena sedih tak bisa dibagi, dan bahagia tak bisa sendiri". Benar sekali. Siapa yang sanggup berbahagia sendiri? Siapa yang snaggup tertawa sendiri. Buat saya, justru kesedihan yang paling sedih adalah ketika kita tertawa sendiri, tanpa teman. Dan memang selayaknya sedih itu harus sendiri... Sedih berjamaah sepertinya gak seruh. Kurang dapat feelnya. hehehe

Singkat cerita, kami menentukan tanggal 12 januari 2015 sebagai hari diadakannya kelas Inspirasi di enam sekolah dasar di wilayah Gunung Sari, yang kami pilih setelah beberapa kali diskusi. Persiapan demi persiapan kami lakukan bersama meski kadang beberapa dari kami berhalangan karena sibuk dengan pekerjaan, keluarga dan sebagainya. Itu buka masalah. Disini saya semakin mengenal dengan baik dua sahabat saya yang luar biasa ini, sepasang suami istri yang super kece ini. Dari mereka banyak sekali pelajaran bisa saya contoh. Tapi biar mereka gak ge er, saya simpan dalam hati aja pelajarannya. Insyaallah hal-hal baik yang mereka lakukan selalu mendapat tempat tersendiri dalam hati saya.

Hari Inspirasi akhirnya tiba, saya ditunjuk untuk menjadi koordinator relawan di SD 2 Guntur Macan. Menemani enam orang relawan yang nantinya akan menjadi teman-teman yag gokil pada hari itu. Beberapa hari sebelum Hari Inspirasi mereka sudah resah gelisah sepertinya pengen tau banyak insfirmasi tentang SD Guntur Macan, padahal saya sendiri belum-belum sempat survei dan berkunjung kesana karena beberapa kendala. Kadang-kadang saya tidak habis pikir, kok ada gitu ya orang-orang yang mau buang-buang uang, tenaga, dan waktu untuk menemui orang lain yang tidak pernah mereka lihat apalagi kenal. Kok ada gitu ya manusia yang begitu antusias ingin berbagi seakan-akan mereka berhutang. Saya kadang-kadang tak menyadari mata saya berkaca-kaca karena haru. Tapi saya jamin, gak ada yang liat saya berkaca-kaca. Malu jek! 

Suatu hari sayapun berkunjung ke Guntur Macan. Nama Guntur Macan lebih cocok untuk sebuah nama Perguruan Silat atau semacam Padepokan gitu ya. Letaknya jauuh di atas bukit di tengah-tengah rimbunnya hutan dan lembah di kecamatan Gunung Sari. Perjalanan kesana sudah bisa menggunakan sepeda motor hanya saja, satu kilometer terakhir menjadi ujian tersendiri bagi relawan-relawan ini. Satu kilometer terakhir menuju Guntur Macan medannya menanjak dengan kemiringan 45 derajat. Di kiri jalan terbentang jurang yang dalam, hijau dan indah. Jadi begitu lewat disana, perasaan takut, cemas dan terpesona itu menyatu. Saya mengirim foto-foto perjalanan itu ke teman-teman relawan, bukannya ciut mereka malah balas pake icon smile dengan mata ditutupin jantung-jantung gitu. Mereka gak sabar. Aaah wajar kalau saya bilang mereka "gila". Pada akhirnya juga kami sepakat kalau kami gila. 

Sehari sebelum hari Inspirasi, teman-teman relawan sudah tiba di Lombok. itu hari pertama kami bertatap muka secara langsung. Tidak butuh beberapa menit untuk saling beradaptasi dan menjadi akrab karena kita semua sepertinya punya radae yang sama yang saling terhubung satu sama lain. Langsung klop. Becanda. Dan jujur dalam menunjukan siapa diri masing-masing. Hari itu kami semua resmi menjadi teman, sahabat, saudara atau apapun itu dengan kepedulian yang sama, dengan rasa cinta tanah air yang sama, dan dengan misi yang sama. Menginspirasi anak-anak Indonesia untuk berani bercita-cita, berani merencanakan masa depannya sendiri. Satu hari mengajar, seumur hidup menginspirasi dan terinspirasi. 

***

Jam 6.00 pagi, satu persatu dari semua relawan berkumpul di meeting point yang sudah kami tentukan : EMPERAN ALFAMART! Keren kan! hehehe dan lewat tulisan ini saya sampaikan rasa bangga dan kagum saya pada Agnes, salah satu relawan SD Guntur Macan yang tiba lebih dulu dan lebih pagi di lokasi, dengan cuaca yang hujan dan dia sendiri yang belum pernah tau tempat itu. Berikutnya mulailah berdatangan Mas Arya dan Istrinya, relawan-relawan lain juga mulai berkumpul lalu Anggun dan Christa juga merapat ke lokasi dengan sepeda motor. Iya sepeda motor. Si Anggun baru semalam di Lombok udah bisa jalan-jalan pakai motor dengan Christa sebagai GPS nya. Salut. 

Berikutnya kami memulai perjalan ke SD tujuan masing-masing. Saya, Christa, Anggun, Agnes, Mbk Shanti Maro, Mas Agus, menuju Padepokan Guntur Macan. Udara lembab dan jalanan yang licin bukan penghalang, bahkan kemiringan 45 derajat itu kami nikmati dengan gembira sambil sesekali tertawa melihat mbk Shanti yang tidak berani di bonceng, ia lebih memilih berjalan mendaki. Tapi saya pikir mbk shanti memang sedang pengen mendaki sih, bukan karena takut. Jarang-jarang soalnya bisa bakar lemak menjadi 1 km. 

*** 

Guru-guru SD 2 Guntur Macan menyambut kami begitu hangat. Kepala sekolahnya yang ramah dan doyan bercerita membuat kami semakin akrab tapi semakin tidak sabar ingin bertemu anak-anak. Setelah berbincang sebentar, kamipun dipersilahkan menemui anak-anak. Hujanpun turun dengan derasnya. Acara perkenalan kami lakukan dengan unik. Kami berdiri di teras Ruang perpustakaan, sementara anak-anak berbaris rapi di teras kelas diseberang sana. Tapi tak mengurangi antusias mereka dan semangat para relawan. Buktinya begitu hujan reda, semua langsung berlari membaur di lapangan, Guru-guru, siswa-siswa dan relawan larut dalam yel-yel, nyanyian, dan perkenalan yang seru. Saya? ya.. saya koordinator yang merangkap dokumentator dadakan karena teman kami yang tadinya akan menjadi fotografer berhalangan hadir. Maka saya mengerahkan hape dan kamera untuk mengabadikan moment-moment kelas inspirasi lombok di SD 2 Guntur Macan ini.

Kelas di mulai. Para relawan memulai aksi mereka. Mengajar, mengenalkan profesi mereka, dan memotivasi anak-anak generasi penerus itu. Mbak Shanti beraksi dengan LCD proyektornya, game-game serunya, dan tentu saja dengan suaranya yang penuh semangat, satu lagi senyumnya yang bikin adem siapa saja yang liat. Agnes sudah siap dengan seragam Lawyernya, dia dan anak-anak akan belajar sidang, WOW. Anak-anak langsung merasakan suasana sidang bersama sang lawyer cantik. Di kelas lain, Christa sudah siap dengan gambar-gambar Radionya, anak-anak diajak merekam suara mereka sebagai seorang penyiar radio, mereka menjadi tahu behind the scene dari suara-suara yang sering mereka dengan selama ini di radio gelombang SW mereka. Anggun juga mulai mengenalkan profesinya ke anak-anak kelas III, meski mereka bengong karena benar-benar tidak tahu apa itu Geographic Information System Officer. Tak kalah serunya, Pak Guru Samsun Hidayat juga membuat heboh kelas dengan percobaan-percobaan fisikanya yang keren, anak-anak sampai berteriak "lagi...lagi...lagi...". Apa kabar mas Agus? Waah ini lebih asik lagi... anak-anak diajarkannya cara menggunkan DSLR, diceritakannya tentang profesinya yang keren, Geologist! dan saya setia berlari bolak balik naik turun tangga mengabadikan kegiatan seru mereka di kelas masing-masing. Seru. Seru sekali. 

Tiga kali rolling kelas ternyata tak membuat semangat relawan ciut. Justru semakin seru. Mbak Shanti misalnya, anak-anak kelas dua sampai naik-naik ke Punggungnya, bergelantungan di lengannya dan merengek-rengek minta bermain games balap mobil dan menari BINGO. Metode mbk shanti dengan belajar sambil bermain ala FocusA ini memang super pas buat anak-anak sekolah dasar. Anak-anak tidak sadar mereka sedang belajar, mereka pikir mereka hanya sedang bermain padahal banyak ilmu mereka dapat tanpa mereka sadari. Kelak. bertahun-tahun kemudian mereka akan sadar dan mengingat kembali hari ini... lalu mungkin akan berkata, dimana ya kakak-kakak relawan itu... saya ingin berterimakasih... percayalah akan ada satu dua bahkan semua anak-anak itu yang akan selalu menyebutkan nama kawan-kawan dalam doanya. Begitulah... kebaikan selalu berbuah banyak kebaikan. Kita harus percaya itu.

***

Keseruan hari itu harus berakhir jam 12.30 siang. Setelah mereka menulis cita-citanya di kertas lalu menempelkannya kamipun pamit untuk kembali lagi. Tak lupa kami berterimakasih sebesar-besarnya pada sekolah atas kesempatan yang langkah ini. Alam menjadi saksi pertemuan kami. Kelak semuanya akan saling mengingat dan mengenang. Berbahagialah anak-anak itu, dimasa kecilnya yang seru mereka kedatangan kakak-kakak yang berhati baik, membagi semangat dan pengetahuan pada mereka tanpa mereka minta bahkan mungkin tak pernah mereka impikan. Sayapun demikian, rasanya hari itu begitu singkat. Semua berbahagia karena telah membayar sedikit hutang kemerdekaan : menyemangit gerenasi penerus bangsa. 

Bagitulah, kawan. Kau tak akan pernah tahu siapa dan apa yang akan kau temukan besok. Hal terbaik yang harus kamu lakukan saat ini adalah berniat baik, lakukan yang terbaik, berbuat baik, dan jangan sesekali berpamrih. Balasan kebaikan dari manusia mungkin menyenangkan, tapi balasang kebaikan dari Allah jauh lebih indah dan menyenangkan, pada waktunya. 

Semoga kita tetap semangat untuk melakukan hal-hal baik. Untuk semua niat baik, jangan menyerah. Semesta Mendukung!

Salam
Sahabatmu,

AJIE










Video kelas Inspirasi Lombok : SDN 2 Guntur Macan

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community