Feb 5, 2015

Internet dan Teman-temanku Dulu

Internet sudah benar-benar menjadi bagian penting dalam hidup manusia zaman sekarang ini. Hampir semua hal bisa kita dapatkan dengan mengakses internet. Belajar, mencari informasi segala macam, belanja, jualan, cari jodoh, sekolah, bahkan penipuan sudah menjadi hal yang kita temui sehari-hari di internet. Zaman sudah berubah, selamat tinggal zaman susahnya mencari dan mendapatkan informasi secara cepat. Meski banyak juga efek sampingnya, kita harus akui bahwa Internet jga punya banyak sekali manfaat untuk kita.

Jadi ingat dulu sekitar tahun 2006 sampe 2010. Waktu itu saya udah addict banget sama internet, dulu website yang rutin saya buka dan baca tiap hari adalah websitenya mas dudung www.dudung.net ada forumnya juga. Artikel yang bagus saya print dan sy jilid lalu banyak temen yang pinjem, lalu temen minjemin ke temennya lalu hilang. Bukan itu masalahnya. Dulu, temen-teman kampus dan beberapa temen organisasi terutama organisasi dkwah yang saya ikuti sempat agak-agak sinis sama saya karena saya addict internet. Pikir mereka Internet bangak maksiatnya. Sampe ada senior saya yang nanya langsung dengan polosnya, antum kalau ngenet aman gak? (Dari porno-porno) saya ga berani dekat dengan internet katanya konten-konten porno sering muncul sendiri (emang sih waktu itu belum begitu gencar pemerintah memerangi website porno). Mendengar pertanyaan itu rasanya mau ketawa tapi saya senyum aja sambil bilang "kita akan menemukan apa yang kita cari, akhi..."

Banyak yang masih belum mengerti tentang manfaat internet. Saya sangat bahagia waktu universitas mengaktifkan Pusat Teknologi dan Informasi kampus, karena disana ada pelayanan internet murah. Kalau di warnet umum 10rb/jam di kampus cuma 5rb/jam dan kalau malam saya bisa main gratis sambil temanin mas satpam ngobrol yang kebetulan sesama anak pramuka juga. 

Teman-teman kelas sayapun mulai saya "racuni" dengan internet. Abis saya heran kenapa pada gak hobi berselancar di dunia maya pada menyenangkan. Pertama-tama saya ajak mereka buka ramalan-ramalan jodoh-jodohan, lalu ke website humor, lalu main kerjain teman dengan game jebakan dan lain-lain tapi ternyata memang mereka belum menemukan nyamannya berselancar. Giliran ada tugas kelompok saya menjadi korban ngerjain tugas, katanya kamu cari aja di internet.

Sebagai seorang introvert saya lebih asik dan bahagia berada di dinia maya, membaca banyak hal, diskusi tentang hobi di forum-forum, dan berteman di sosmed (kalau dulu saya aktif chat di MIRC, YM, FS) Teman saya siluar negeri. Kebanyakan mahasiswa kairo, TKI di arab,korea dan jepang. Komunikasinya via YM. Biasanya teman-teman ini antusias sekali chat dan menelpon saya apalagi teman-teman mahasiswa luar negeri yang satu asal dengan saya. Mereka seolah-olah mendapat air sejuk di tengah gurun, ya gurun rindu pada kampung halamannya. Adalah sebuah berkah bagi mereka bisa mengenal dan bertemu orang seasal dengan mereka di dunia maya karena mereka pikir Internet waktu itu belum banyak digunakan.

Biasanya saya menghabiskan malam di depan komputer di warnet sepuh jalan erlangga. Pake paket 20rb happy hours. Bahagianya, bertemu teman-teman indonesia yang di luar negeri di dunia maya. Berbagi cerita yang kadang tak ada habisnya sampai pagi menjelang .Begitu menyenangkan sampe terjalin persahabatan yang akrab. Beda sama sekarang, teman ribuan di FB tapi yang saling sapa bisa dihitung jari.

Salam kangen dan hormat buat teman-teman lama saya di dunia maya bang Angga Ardiansyah, Tau Buer, AEna MOo, Aby Ningrat  dll.

Ide posting macam ini muncul gitu aja ketika pulang kerja tadi lewat warnet legend itu. Lama saya berhenti memandang tempat itu dari seberang jalan. Seperti melihat diri sendiri keluar masuk ke pintu kaca warna hitam warnet itu lalu tersenyum sama mas operator yang sudah hafal muka dan nama saya meski tidak pernah sekalipun kenalan.

Begitulah..

Ada hal-hal biasa di masa kini yang kita sadari akan menjadi hal yang kita rindukan kemudian hari. Ada hal-hal biasa yang biasa kita lakukan akan menyadarkan kita bahwa setiap kisah dari hidup kita di masa lalu adalah potongan-potongan puzzle yang membentuk diri kita saat ini... 



Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community