Apr 13, 2015

Tentang Dongeng Sebelum Tidur

Mari mengingat-ingat masa-masa lalu. Masa ketika kamu menjadi seorang anak berambut klimis yang disisir ibu dengan lembut sebelum kau mengecup tangannya buru-buru lalu berlari dengan penuh semangat menuju sekolah. Masa ketika hari-harimu hanya diisi dengan belajar, bermain, belajar, bermain dan seterusnya. Terkadang waktu begitu cepat bagimu ketika suara ibu mulai terdengar ketika hari mulai petang. Ia memanggilmu untuk pulang, menyudahi petualangan kecilmu, mandi lalu bersiap pergi mengaji. Ketika malam tiba ayahmu bercerita tentang rusa-rusa yang bertanduk panjang, tentang babi dan monyet nakal yang sering mencuri dan merusak tanaman petani di masa lampau. Kamu terpukau dengan ceritanya kemudia memangguk-angguk takjub ketika ayahmu menyimpulkan ceritanya. Menjelang tidur Ibu mulai mendongeng tentang anak yang di hukum menjadi batu karena durhaka pada ibunya atau kisah raja yang ditaklukkan anak kecil. Masihkah kau mengingatnya? Masihkah kau merasakan kehangatan dan lembutnya jemari ibu yang membelaimu hingga terlalap? Adakah makna dongeng sebelum tidur dan ceritanya teringat sampai hari ini? Alangkah bahagia jika masa kecilmu demikian adanya. 

Pernahkah kau suatu hari bertanya pada dirimu sendiri, tentang bagaimana caranya untuk kembali menumbuhkan semangat yang hilang dan dihilangkan? Atau pernahkah, kawan kau memikirkan betapa sekarang begitu banyak hal yang menggantikan dongeng ibu atau nenek sebelum tidur? Dongeng dan cerita dari mereka yang sedang menyiapkan dirimu untuk menghadapi masa depan. Barangkali dulu kita hanya berpikir bahwa itu hanya sekedar cerita pengantar tidur yang menyenangkan sampai akhirnya kamu mengerti bahwa ada untaian nasehat disana yang menjadi bekal menapaki usia demi usia. Nasehat terselubung yang pada akhirnya menyadarkanmu betapa mereka -ayah ibumu- begitu mencintaimu dalam semua hal dan semua cara yang bahkan tak kau fahami. Barangkali ketika orang tuamu menuruti keinginanmu untuk membeli semua game terbaru adalah bentuk kasih sayang yang besar? iya benar, tapi memberimu bekal nasehat dan pemahaman  tentang hidup jauh lebih besar. Mengalahkan besarnya dunia yang ingin kau taklukan. Dongeng-dongeng itu adalah bekal perjalanan panjang yang tak akan ada habisnya, selalu tersedia ketika kau butuhkan. Percayalah kamu adalah anak yang beruntung ketika orang tuamu pernah membelaimu sembari mendongeng, bernyanyi untukmu hingga terlelap, jauh lebih beruntung dari anak-anak yang tidurnya ditemani mainan baru atau instrumen musik yang sendu.

Maka sempatkanlah berdoa untuk mereka, siapapun itu yang pernah membuat masa kecilmu penuh pelajaran terselubung, sedikit membosankan namun dihujani banyak makna. sempatkan untuk menyapanya, berbagi cerita dengannya. Berceritalah seperti masa kecilmu yang polos, berceritalah sepuasnya tentang kebahagiaanmu tentang duniamu sekarang. Bermanjalah padanya seperti anak kecil yang selalu nyaman dalam pelukannya. Lalu dengarkan juga kisahnya yang kian hari kian senja. Karena malam akan datang seusai senja dan saat itu tak akan ada yang akan mencintaimu seperti mereka....

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika ditanya tentang amal-amal saleh yang paling tinggi dan mulia,
“Shalat tepat pada waktunya … berbuat baik kepada kedua orang tua … jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Comments
1 Comments

1 comment:

  1. Cheap Adidas Superstar 2 anymore. cheap feel these games boring, Adidas Originals australia online equipment and poor, not as to find a solid bed to do love to do. sale nodded, took cheap hand, regardless of the back Cheap Adidas Superstar 2 Let's go back. http://www.lismore-nsw.com.au cheap feel just had dangerous, finally fled, can not play of the Cheap Adidas Superstar 2 rescue operations, Cheap Adidas Superstar 2 leaving the playground.

    ReplyDelete

Berkicau

Community