Aroma Kemarau

Aroma kemarau perlahan-lahan tiba disini
mencuatkan bulir-bulir kenangan
Tentang tanah-tanah retak
ternak yang gelisah 
dan si kecil penggembala yang punggungnya mengkilat 
memantulkan ketegaran serupa matahari negeri timur...

Teduh hanyalah dalam pangkuan-Mu
pun ketika malam menjadi terlalu dingin menusuk tulang
Engkau kehangatan abadi yang memeluk senja....

(7 Mei 2015, di Pagi kamis yang manis)



Share:

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Meliput Festival Payung Indonesia 2018

Halo teman-teman, rasanya sudah lama sekali tidak menulis. Ada rasa bersalah. Semacam mengabaikan rumah sendiri hingga berdebu banyak saran...

Instagram @herjunotajie sini

Blog Archive