May 2, 2015

Maafin Uin, Ayah...

Dalam sebuah perjalanan ke Mall untuk memenuhi janji saya ngajak Quin jalan-jalan sekaligus membawa pesanan Glucola untuk seorang teman, tiba-tiba Quin bertanya setelah melihat sandal jepit yang saya pakai saat itu.

"Ayah, kenapa pake sandal itu?" tanyanya

"Iya sayang, sandal ayah yang itu putus" jawabku

"Quin yang putusin ayah, quin yang putusin" katanya penuh semangat

"Lho, benar kakak yang putusin? kok bisa?" Tanyaku yang sejatinya memang belum tahu siapa yang putusin sandal Eiger yang biasa kupakai kemana-kemana.

"Iya ayah, Uin yang putusin sama bibi Elis" Jawabnya masih dengan semangat.

Aku berhenti bertanya walaupun sebenarnya penasaran bagaimana caranya dia bisa putuskan tali sandal kuat seperti itu. Tapi percuma juga toh dia paling belum bisa menjelaskan. Sesaat kami terdiam. Dia diam, aku diam sampai tiba-tiba ia bersuara dengan nada yang agak lemas.

"Maafin Uin ya ayah, Uin yang putusin sandal ayah" Katanya "Jahat Uinnya ini ayah..."

Seketika saya bingung antara mau ketawa atau terharu mendengarnya. Suaranya benar-benar seperti orang menyesal dan sedih. 

"Iya sayang, ayah kan gak marah. Nanti kita beli lagi sandal ayah yang bagus. Kaka Uin bukan anak nakal donk, Anak ayah kan baik dan pintar dan juga sholehah... betul tidak?"

"Beettoooool.." teriaknya sambil mengangkat kedua tangannya yang kemudian diikuti ketawanya yang lepas.

Begitulah, banyak kejutan dari anak-anak untuk kita. Hal-hal yang tidak kita duga mereka bisa ternyata mereka bisa dan mengerti tentang rasa. Rasa bersalah, rasa senang, rasa sedih, rasa kecewa. Mereka mengekspresikannya dengan sepenuh hati. Ketika sedih mereka akan menangis sejadi-jadinya tersedu-sedu, ketika gembira mereka akan ekspresikan lepas penuh suka cita, tapi jangan buat mereka kecewa karena anak-anak adalah perakam terbaik didunia ini, mereka akan terus mengingat semuanya hingga kelak. Maka buatlah hal-hal indah saja yang akan mereka ingat tentang kita orang tuanya.

Saya selalu tanamkan ke anak-anak untuk berani meminta maaf jika salah dan kebiasaan-kebiasaan kecil tapi baik lainnya. Karena saya sadar, umur itu tidak ada yang bisa memprediksikan. Saya takut saya tidak punya banyak untuk bersama mereka, memberikan kasih sayang dan bimbingan kepada mereka. Yah, semoga kita semua panjang umur dan selalu sehat agar bisa terus bisa mendampingi anak-anak kita hingga kelak mereka berhasil dalam hidupnya...

Aamin..

(ditulis sambil mendengarkan Mustang FM diantara hujan siang yang lebat...)

Btw, selamat hari pendidikan nasional...
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community