Jun 19, 2015

Berapa Ramadhan yang Sudah Kamu Lewati?

Sudah berapa Ramadhan yang kamu lewati? Sudah berapa ramadhan yang kau rindukan dan menjanjikan pada diri untuk menjadi lebih baik? Sudahkah ada perubahan pada dirimu?

Nampaknya pertanyaan-pertanyaan seperti di atas harus selalu kita tanyakan pada diri kita sendiri setiap ramadhan kembali datang entah untuk keberapa kalinya. Semua orang pasti mendambakan menjadi pribadi yang lebih baik, semua orang pasti ingin melakukan perubahan yang baik maka Ramadhan menjadi momen yang sangat tepat dan baik untuk merealisasikannya. Bulan dimana Allah "mengobral" pahala saking mulianya orang-orang yang mau berpuasa dan beribadah di bulan Ramadhan. Tak sedikit dari kita yang punya target, bahkwa Ramadhan kali ini harus memberikan perubahan yang baik pada diri. Puasa, adalah cara terbaik untuk belajar mengendalikan diri dari berbagai macam sifat buruk seperti mudah marah, tidak sabar, suka menggunjing, memaki, berbohong, dan sebagainya. Tak ada manusia lain yang akan mengurusi puasamu, tak ada orang lain yang akan peduli apakah kamu puasa dengan jujur atau bohong karena sesungguhnya ibadah puasa adalah rahasiamu dan Allah. Allah yang menjadi saksinya.


Sementara manusia-manusia lainnya akan melihat hasil puasamu dari sikap dan prilakumu. Orang yang mengerti hakikat puasa tak perlu waktu lama untuk membuang semua sifat buruknya. Niat dari dalam diri yang kuat untuk menjadi lebih baik dan moment ramadhan yang suci adalah kombinasi yang pas untuk hijrah meninggalkan semua keburukan sekaligus merencanakan hal-hal baik yang bisa dilakukan kedepannya nanti. Ramadhan sesungguhnya adalah "kawah candradimuka" tempat manusia ditempa jiwanya menjadi lebih baik dan lebih dekat pada Allah. Lebih menghargai kehidupan, mengargai orang lain dan menghargai diri sendiri. Di bulan ini seharusnya kita berlatih mengendalikan emosi, amarah, dan sifat-sifat buruk lainnya. Sehingga nanti ketika ramadhan telah usai pelan-pelan kita mulai terbiasa menjadi pribadi yang lebih baik, yang pandai menjaga hati, menjaga pikiran, menjaga lidah, menjaga diri dari berbuat dan berkata yang tidak baik. 

Maka sudah berapa Ramadhan yang kau lewatkan? sudahkah ada hasilnya? betapa rugi kita yang diberi kesempatan bertemu Ramadhan setiap tahun tetapi tidak juga berhasil mengubah prilaku kita menjadi lebih baik. Adalah rugi jika tak ada perubahan lebih baik dari diri kita setelah melewati ramadhan. 

Dan buat saya sendiri. Ramadhan adalah moment terbaik untuk melatih kesabaran, memupuk kesadaran bahwa saya tidak akan selamanya hidup di dunia ini. Kelak pada waktunya akan kembali berbaur dengan tanah dan kembali pada Allah sang pencipta. Maka setiap ramadhan saya jadikan sebagai moment untuk instrospeksi diri, melihat lagi lebih dalam ke dalam diri sendiri, mengakui segala kekurangan dan kebodohan diri dengan jujur pada diri sendiri dan pada Allah karena hanya dengan mengakui kelemahan dirilah kita bisa melakukan perubahan. Tak akan ada yang bisa merubah kita selain diri kita sendiri dan tak akan terjadi perubahan selama kita tidak mau menyadari dan mengakui kelemahan diri. 

Semoga Allah melancarkan puasa ramadhan kita kali ini. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang beruntung mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar dan yang terpenting semoga setelah Ramadhan ini kita menjadi insan yang lebih tawadduk, tenang, sabar, kuat, jujur, disiplin beribadah, dan semakin dekat pada Allah. Aamiin Allahumma Aamiin..


(Ditulis setelah sholat jumat dan mendengarkan tausiah yang menyejukkan jiwa...)


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community