Jul 4, 2015

Cinta yang Membuatmu Tersenyum


Tak ada yang lebih membahagiakan selain ketika mendapati pasanganmu tersenyum dan membuatmu tenang diantara sekian banyak masalah hidup. Tak ada yang lebih menenangkan dari ketika seseorang mendengarkan ceritamu dengan penuh perhatian. Apa yang lebih menggembirakan dari bercanda bersama seseorang yang kau cintai? Ya karena bersama orang yang mencintai dan kau cintai setiap saat adalah bahagia. Tak peduli seberapa jauh perjalanan dan seperti apa ujian perjalanan, ketika bersama orang yang tepat semua akan selalu terasa lebih mudah. Tak peduli makanan apa yang ada di depanmu, yang terpenting adalah bagaimana dan bersama siapa kita menikmatinya. 

Bisa jadi kita memiliki banyak harta dan kekayaan tapi apa artinya jika tak ada waktu bahkan untuk sekedar bercanda dengan orang yang kita cintai? Buat apa jika setiap hari diri seperti di kejar sebuah deadline yang nyatanya hanya tipuan dunia? Kemana cinta? Kemana rasa? Kemana semua hal indah dan sederhana yang bisa membuat manusia bahagia dengan mudahnya? Jika hari-harimu buruk, mari belajar melihat ke dalam diri, sudahkah kita menjadi alasa senyum dan tawa untuk orang lain? Atau jangan-jangan tanpa sengaja kita malah menjadi alasan hidup orang lain menjadi lebih sulit dan menderita.

Di bawah ini adalah kutipan twitt dari salah satu teman saya di twitter tentang betapa sesungguhnya cinta itu seharusnya membuatmu bahagia dalam keadaan apapun. Karena kalian selalu bersama, saling mengargai dan menghormati satu sama lain. Bahagia adalah milik mereka yang saling mencintai dengan dewasa. Jadi buat siapa saja yang sedang atau akan mencari pendamping hidup pastikan ia benar-benar bisa membuatmu tersenyum. Terlalu berat hidup ini untuk dilewatkan dengan orang tidak menikmati tertawa dan bercanda. Manusia mutlak perlu itu.
-------------------------------------
Jika aku diberi kemampuan untuk tahu siapa yang kelak jadi pasanganku, hal pertama yang akan kulakukan adalah belajar tertawa bersamanya.
—Twitter, 15 Desember 2014

Kalau kau tidak punya pacar dan tidak sedang jatuh cinta, syukuri dan nikmatilah kesendirianmu. Itu waktu-waktu terbaik dalam hidupmu.
—Twitter, 15 Desember 2014


Barusan temanku berkata, “Orang yang kita sayang, ironisnya malah paling sering bertingkah menjengkelkan.” | Aku hanya mengangguk, dan diam.
—Twitter, 15 Desember 2014

Aku bersyukur untuk beberapa kehilangan yang terjadi. Bersama waktu dan kesadaran, aku memahami itu kehilangan terbaik yang pernah kualami.
—Twitter, 17 Desember 2014


Yang paling kesepian adalah yang ditikam kerinduan. Yang paling tersiksa adalah yang tak tahu cara mengatakannya.
—Twitter, 19 Desember 2014


Yang sendirian belum tentu kesepian, yang sedang berpelukan belum tentu tenang dan tenteram, yang keras tertawa belum tentu sedang bahagia.
—Twitter, 20 Desember 2014

Yang mengejekmu hari ini karena tidak punya pacar, tunggu sepuluh tahun yang akan datang. Mereka yang mengejekmu akan tampak sangat kasihan.
—Twitter, 20 Desember 2014

Yang sedang terbakar di neraka tak perlu repot-repot merayu orang-orang di surga. Bahagia, sebagaimana hidup, adalah soal pilihan.
—Twitter, 20 Desember 2014


“Kapan kawin?” Yang bertanya sedang pusing menghadapi hidup, pasangan yang menjengkelkan, dan anak-anak yang rewel. Bagaimana aku tertarik?
—Twitter, 20 Desember 2014

Masyarakat menyebutnya, “Raja Sehari”. Betapa jelas dan gamblang. Sayangnya, orang-orang tidak mau berhenti sejenak untuk berpikir.
—Twitter, 20 Desember 2014


Omong-omong, memangnya siapa yang mau jadi raja tapi cuma sehari? Oh, banyak. Terlalu banyak yang menginginkan. Dan itulah anehnya.
—Twitter, 20 Desember 2014


Berjuang bertahun-tahun, berkorban bertahun-tahun, banting tulang, pusing dan stres bertahun-tahun, hanya untuk jadi raja sehari. Kasihan...
—Twitter, 20 Desember 2014


Aku tidak mau menjadi raja sehari hanya untuk menjadi budak seumur hidup. Bukan karena keangkuhan, tapi karena pilihan.
—Twitter, 20 Desember 2014

Tentu saja bohong kalau aku bilang tak butuh pasangan. Tetapi kalau keberadaan pasangan hanya membuatmu terluka dan menderita, buat apa?
—Twitter, 20 Desember 2014

Aku selalu tertarik pada hubungan, dan seseorang, yang bisa membuatku tertawa. Dan aku hanya percaya kepada cinta yang membuatku tersenyum.
—Twitter, 20 Desember 2014



*) Ditranskrip dari timeline @noffret.


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community