Jul 14, 2015

Nonton Konser SAMBAVA

Setiap detik yang berlalu dari hidup kita membuat kita tak lagi sama seperti detik sebelumnya. Tak akan pernah sama. Banyak hal berlalu, semoga saja setiap yang berlalu memberikan makna dan kedewasaan pada kita. Agar hidup tak sekedar hidup, agar usia tak berlalu sia-sia.

Bicara tentang perubahan. Banyak juga hal-hal yang berubah dalam hidup saya. Beberapa kebiasaan misalnya, ada beberapa yang harus diubah, terpaksa berubah dan berubah dengan sendirinya. Yang harus diubah misalnya kebiasaan begadang dan makan banyak (hahaha rakus, lha iya kalo enak sering lupa udah kenyang), kebiasaan malas olahraga, dan beberapa hal lainnya. Yang terpaksa berubah lebih banyak terjadi pada hobi sih, dulu waktu masih sendiri saya punya hoby traveling, nonton show-show, pagelaran atau konser musik. Setelah menikah apalagi setelah punya anak, tentu saya dengan agak-agak susah payah harus ikhlas mengurangi bahkan hampir melupakan hoby tersebut, bukan melupakan sih tapi lebih pada mem-pending dulu karena saya yakin nanti ketika anak-anak mulai beranjak besar saya pasti punya waktu yang pas lagi untuk hobi-hobi saya di atas. Hidup ini perjalanan, mungkin saat ini saya sudah sampai pada satu fase perjalnan hidup yang memang menuntut saya untuk berperan sebagai seorang manusia yang tidak sama seperti sebelumnya. Saya seorang suami dan bapak, bukan lagi seorang mahasiswa dan seorang remaja, yang jelas bukan seorang laki-laki yang galau menunggu jodoh karena alhamdulillah saya tida mengalami fase itu. Allah memudahkan jalan jodoh saya. Berikutnya ada kebiasaan yang berubah dengan sendirinya, lebih pada tingkat ego diri, dulu saya seorang anak pertama yang egois, keras kepala dan selalu ingin semua rencana saya berjalan teratur dan lancar seiring dengan perubahan status saya mulai sadar bahwa menjadi sepasang suami istri itu adalah sebuah hubungan yang membutuhkan saling menghargai, saling memberi tanpa harus ada kode, saling memahami tanpa harus ada kodekodean, dan yang paling penting adalah berusaha mengendalikan ego diri karena kita beradik kakak saja bisa beda isi otak apalagi dengan istri/suami yang tadinya anak orang lain, pasti akan ada titik dimana kita memiliki perbedaan pendapat, cara pandang, dan lain-lain. Maka disinilah kita dituntut untuk menjadi lebih rendah hati, sabar dan menekan ego. Pelan-pelan kebiasaan itu akan berubah dengan sendirinya.

Postingan ini bukan tentang hal-hal dalam sebuah rumah tangga. Postingan ini adalah tentang kegembiraan saya yang akhirnya punya kesempatan untuk datang menyaksikan Live Concert dari teman-teman Sambava. Sejak di rilis album pertama mereka yang bertajuk SAMBAVA saya sudah membayangkan akan hadir ketika mereka konser tapi berhubung status sudah sebagai bapak dari dua orang bayi cantik yang tidak bisa saya tinggal lama-lama, saya pun tidak ingin terlalu berharap bisa datang, yang penting sudah niat dan berusaha untuk bisa datang, sisanya saya serahkan pada Allah yang Maha Mengatur. Jadi ketika nanti saya tidak bisa datang saya tidak akan kecewa-kecewa amat, yaaa paling cakar-cakar tembok atau gebukin bantal sebagai pelampiasan kecewa hehehe. Tapi pada akhirnya saya bisa hadir lho. Walaupun kesempatan tadinya sempat hampir tertututp karena si Bayi pertama sakit panas sepanjang hari. 

Saya panik ketika pagi bangun tidur mendapati Quin demam. Paniknya karena dua hal. Pertama, sebagai orang tua yang sayang anaknya tentu saja saya khawatir dan panik. Kedua, karena malamnya konser Sambava akan digelar. Saya berusaha tenang setenang-tenangnya, fokus saya adalah bagaimana agar anak saya segera reda demamnya dan bisa sehat seperti sedia kala, mengenai nonton konser saya sudah serahkan sama Allah, kalau diijinkan pergi pasti ada cara, kalau gak ya itu memang jalan terbaik yang harus saya terima. Lihatlah kawan, menjadi suami itu tidak semudah yang di tv-tv, untuk datang ke konser yang jaraknya cuma 10 menit dari rumah saja begitu susahnya hahaha. 

Menjelang magrib, Allah memberikan jawabannya. Aku boleh pergi. Quin berangsur-angsur pulih dan bermain kembali seperti semua, loncat-loncat dan makan-makan banyak. Aku berucap syukur dalam hati tinggal satu langkah lagi. Ijin ke istri. Sebagai suami bersertifikasi halal dan sesuai standar nasional saya harus memberitahukan istri saya keman saya akan melangkah. Tujuannya apa? Pertama, itu adalah salah satu cara saling menghargai pasangan hidup, kedua kalau ada apa-apa, kalau ada yang nyari saya ke rumah istri saya tau kemana harus mencari saya. Istri tercintapun mengijinkan, dengan syarat pulangnya bawakan nasi padang atau cap cay. Okelah.. di suruh bawa madu pun kemungkinan saya siap. Madu Sumbawa memang favorit istri saya madu yang lain saya kira dia tidak suka. Saya siap-siap berangkat dan melihat saya udah pegang kunci motor si Quin minta ikut. Ya kupikir ini konser pasti tidak terlalu ramai karena di panggung terbuka, lagi pula Quin suka sekali sama Lagu Mandang No Rela di Album ini. Saking sukanya dia sampai hafal beberapa bagian. Jadilah anak dan ayah ini pergi nonton konser berdua. Istri saya memilih tidur lebih awal sambil menunggu kami kembali. 

KONSER SAMBAVA

Ini Konser kedua album lagu-lagu Sumbawa yang saya tonton. Konser pertama adalah konser Losonk II : Dida Dido di panggung indoor taman budaya mataram, konser yang seru dan sangat saya nikmati. Saya ngefans dan kagum pada mereka yang punya jiwa seni tinggi lalu menyalurkannya sebagai bentuk cinta pada tanah kelahirannya. 

Konser Loson II dan Konser Sambava memang terdapat banyak perbedaan tapi who's care! Saya tidak mau permasalahkan, karena paling perbedaannya beda tempat dan beda penyanyi doank, nah justr persamaannya banyak. Sama-sama bikin merinding karena feelnya dapat banget, sama bikin penontonton nyanyi teriak-teriak, sama-sama menghadirkan kerinduan dan memupuk cinta pada Sumbawa dan dua-duanya sama-sama membuat saya bangga terlahir sebagai Tau Samawa.

Konser yang bertajuk I'm Culture, Hello Wolrd Concert 2015 ini dikemas simple, kreatif tapi menunjukkan bahwa mereka berkelas. Tata panggung yang minimalis romantis, musik-musik yang digarap serius, hingga penyanyi yang mumpuni membuat saya harus memberikan standing applause buat mereka. Penonton yang kebanyakan anak-anak muda pelajar dan mahasiswa Sumbawa tersihir dan ikut larut dalam syair-syair gubahan Iqbal Sanggo yang mengalun indah lewat suara Rian Rusliansyah, Joe Think, Mulyadi Capoeli, Umma, Fauzia, dengan iringan musik etnic yang "mahal". Untuk konser ini saya memberikan 4 dari 5 bintang. 

Hingga di ujung konser Quin tidak mau pulang. Katanya suruh nyanyi lagi ayah. Hahaha. 

Di bawah ini adalah gambar hidup yang saya sempatkan rekam. Ada banyak video sebenarnya tapi berbuhung koneksi internet indonesia masih belum ada perubahan saya cuma bisa upload dua video. Insyaallah kalau ada kesempatan saya akan update postingan ini dengan video lainnya.





Ketemu Onti EKa, (Mukanya biasanya donk, nak...)

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community