Aug 30, 2015

KIMA, Si Favorit yang Makin Berkurang

Saya adalah penggila makanan laut seperti Tripang, Bulu Babi Merah, Aneka jenis siput, kerang dan Kima. Hari ini dapat rejeki Kima cukup banyak. Saya sudah biasa makan Kima mentah bahkan sangat suka yang mentah :D

Setelah makan saya kemudian browsing, pengen baca-baca tentang Kima ini, mengingat sejak dulu meski menggilai Kima, saya tidak pernah mencari tau kandungan atau apapun hal lain tentang Kima. Yang saya tahu Kima itu enak dan pasti sehat. Setelah baca-baca memang kandungan protein dan nutrisi lainnya sangat banyak di Kima, Kima juga berperan sebagai penyaring dan penjaga laut dari pencemaran. Ia menjadi indikator masih baik atau tidak ekosistim laut. Jika di laut masih ada Kima bisa dipastikan perairan disitu masih baik, jika sudah tidak ada maka perlu dipertanyakaan keadaan perairan tersebut. Kemudian fakta terakhir yang saya tahu dan membuat saya dilema adalah, sekarang Kima termasuk salah satu penghuni laut yang sudah mulai langka. Populasinya kian menipis dan berkurang. Sementara laut memerlukannya, manusia pun menyukai dagingnya. Lain halnya dengan di sekitar Raja Ampat populasinya masih banyak dan masyarakat disana menjadikan Kima sebagai menu khas mereka. 

Di daerah Sumbawa di dekat tempat tinggal saya populasi Kima juga semakin menurun. Kalau waktu kecil gampang sekali mendapatkan Kima dan beberapa makanan laut lainnya, sekarang benar-benar susah. Jika ingin Kima saya harus memesan dulu pada nelayan untuk dicarikan. Itupun mereka tidak janji akan ada atau tidak. Sampai disitu saya belum berpikir bahwa Kima mulai langka. Aaah saya!
Tapi mulai hari ini saya sudah tahu dan saya harus peduli. Laut adalah salah satu anugerah Allah sebagai sumber kehidupan bagi kita. Jika kita hanya berpikir bagaimana mengambil sebanyak-banyaknya dari laut, itu sama saja dengan sengaja menyengsarakan kehidupan anak cucu kita kelak. Harusnya sesekali kita semua berpikir, betapa baiknya Allah mengizinkan laut menyiapkan segalanya untuk manusia, mengikhlaskan semua manfaatnya untuk manusia, dan apa yang sudah kita lakukan untuk balas budi pada laut? Paling tidak kita mulai berpikir bagaimana menjaga kesimbangannya.

Dengar-dengar info perairan disekitar beberapa gili besar di Lombok mulai terganggu ekosistemnya karena sampah dan masalah lainnya karena ulah manusia. Kenapa disana gak dilestarikan dan dikembangbiakan Kima ini saja? sambil memperketat aturan untuk menjaga keseimbangan lingkungan. 

Setelah membaca dan membaca fakta-fakta Kima, saya senang karena Kima punya banyak khasiat untuk kesehatan khususnya untuk kaum adam. Tapi saya juga jadi harus mikir berkali-kali lagi untuk mengkonsumsi Kima. 

Begitulah... kebanyakan semua yang enak-enak pasti cepat habis, maka mari lebih bijak. Ambil secukupnya.

(Mataram, 30 Agustus 2015. Ditulis sambil berusaha menghabiskan sepotong Kima mentah. Udah beda rasanya dari yang pertama. Yang kedua tetap enak tapi ada ditambah rasa bersalah...)




Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community