May 17, 2016

Cinta Dalam Gelas


Sejak kecil setiap pagi kami duduk lesehan di sepan perapian khas Sumbawa yang disebut "Senikan" sambil menyeruput teh buatan nenek dari teko motif bunga warna hijau pastelnya. Manis, hangat dan penuh cinta. Gulanya pas, hangatnya juga pas. 

Saya duduk dengan takzim sambil mendengarkan nenek dan kakek saya bicara tentang sawah-sawah, harga padi, harga sawo di pasar, tentang ternak yang makan kedelai, tentang presiden favorit nenekku BJ. Habibie... Atau tentang nangka di kebun yang katanya mulai tercium bau masaknya. 

Pagi kami selalu indah dan tenang. Saya selalu terbangun dan mendapati nenek tengah memasak atau menyeduh air hangat di atas Senikan yang bahan bakarnya dari kayu bakar yang dikumpulkan kakek dari kebun sejak sore kemarin.


...dan sekarang istriku yang baik hatinya yang membuatkanku teh ini setiap pagi. Diaduk dengan ikhlas dan cinta untuk suaminya yang tak sempurna sebagai bekal menghangatkan pagi di tempat kerja. Buatku, inilah cinta dalam gelas itu...

Aidaaaa ku totang papin awiikuu.. :'(

Hampir setiap hari isriku membekaliku dengan Teh ini dengan versi celup

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community