May 3, 2016

Tipe Mahasiswa. Kamu yang Mana?




Kuliah dan menjadi mahasiswa itu seperti metamorfosis pada kupu-kupu.

Awal kuliah kita hanya telur baru yang meraba-raba kehidupan kampus lewat ospek dan kegiatan-kegiatan pengenalan kampus lainnya, keika itu mengenal kampus begitu menyenangkan dan seakan tak sabar untuk segera bisa duduk di bangku kuliah dan berhadapan dengan dosen yang rupa dan bentuknya masih berada dalam imajinasi setiap mahasiswa baru. Lalu kita tumbuh menjadi ulat yang segar dan peragu di semester awal dan menengah yang tidak bgitu banyak beban, Masih bisa tidur-tiduran alias ngulat di kamar kost atau bergelut dengan semangat di organisasi-organisasi kampus, sebagian lagi memanfaatkan waktu senggangnya untuk jalan-jalan sepuasnya sementara sebagian ulat bekerja kecil-kecilan untuk biaya kuliah, Hingga hari terus berlalu, pelan-pelan kepompong semester akhir membungkus mereka dan memgubah segalanya.

Bagi mahasiswa yang sadar  akan hari sulit ini (semester akhir) sejak awal ia sudah menyiapkan diri dengan baik meski pelan-pelan tapi terarah, biasanya mahasiswa tipe ini adalah mereka yang tujuan target kuliahnya jelas : Lulus Cumlaude dan bekerja di perusahaan besar atau menjadi PNS. Biasanya mereka ini tidak mau ambil resiko dengan aktif di organisasi apapun. Prinsip mereka adalah tidak boleh ada yang menganggu kuliah mereka, termasuk pacar! Maka tidak heran jika banyak diantara mahasiswa tipe ini yang sukses meraih predikat Cum Laude walaupun di "dunia nyata" tidak sedikit dari mereka yang kesulitan menghadapi pergaulan dan dunia kerja. Di semester akhir, tidak banyak yang mereka khawatirkan. Karena semua telah dipersiapkan sejak awal. Dosen-dosen juga biasnaya sangat menyenangi mahasiswa tipe ini. Mereka menjadi icon kesuksesan seorang dosen dalam mendidik. wajar jika dosen sangat membanggakan mereka dan mendukung penuh jika mereka ingin melanjutkan kuliah ke jenjang S2. Ya, tak ada masalah berat dengan mereka ketika ksripsi dan ujian, hingga tiba-tiba mereka sudah lulus aja.

Sebagian lagi adalah tipe mahasiswa yang menyeimbangkan kuliah dan pengalaman organisasinya. Mereka bertanggung jawab pada kewajiban kuliah sambil tetap memehuni hasratnya untuk bergelut dengan organisasi favoritnya. Mahasiswa tipe ini biasanya tetap masuk, tetap mengerjakan tugas, walaupun masuk paling akhir dan pulang paling cepat (kebanyakan pulang ke sekretariat organisasi), dan tentang tugas kuliah mereka kebanyakan berpikir yang penting sudah jadi dan tidak terlambat. Maka tidak heran jika sebagian besar tipe ini lulus dengan deretan bangku wisuda di bagian tengah kebelakang walau ada sebagain kecil yang sukses duduk di deretan kedua dari depan. Buat mereka kuliah selain untuk belajar dan mendapatkan gelar sarjana, juga untuk mencari pengalaman dan menilik calon jodoh yang tepat untuk masa depan. Mereka merencanakan masa depannya dengan penuh kebahagiaan dan walau cenderung terlihat santai tapi percayalah mereka-mereka ini adalah tipe orang kreatif karena kebanyakan mereka terbiasa kere tapi aktif selama kuliah. Tidak heran jika alumni dengan tipe ini banyak yang menjadi pengusaha sukses, freelancer tangguh, dan tidak melulu menjadi karyawan. Mereka biasanya penuh ide dan inovasi. Ketika semester akhir tidak sedikit diantara mereka yang kelabakan menyiapkan diri untuk skripsi, bertemu dosesn dan ujian. Apalagi jika kegiatan organisasi terlalu padat. Ada semacam dilema dalam diri mereka antara cinta pada kegiatan organisasi dan kewajiban pada dosen, kampus dan orang tua. Berhadapan dengan dosen buat tipe ini perlu berbagai macam trip yang asik, perlu jurus yang bisa membuat dosen berbaik hati dan biasanya mereka memilih jalur aman dengan mengambil judul skripsi yang tidak akan terlalu memberatkan di pertengahan dan di akhir. Mereka adalah mahasiswa yang terbiasa dikejar waktu dan deadline, mereka tipe mahasswa yang sudah terbiasa menggunakan jurus The Power of Kepepet  mereka adalah mahasiswa yang sudah terbiasa begadang untuk melahap semua materi dalam semalam, ya di kalangan mereka sangat terkenal sistem SKS alias Sistem Kebut Semalam. Buat mereka hidup adalah sebuah keseruan yang harus jalani dengan bahagia. Dan kuliah buat mereka adalah batu loncakatan untuk keberhasilan-keberhasilan diri di dmasa depan.

Selanjutnya adalah mereka yang bingung dengan dirinya sendiri, bingung dengan tujuan hidupnya sendiri. Biasanya tipe ini kuliah karena memang harus kuliah, punya kemapanan finansial dan biasanya mncari jurusan yang tidak berat dan tidak ribet (emang ada??) Karena dari awal mereka sudah bingung pada apa yang mereka inginkan maka selanjutnya mereka terus bingung dan lebih memilih untuk mengahbiskan waktu dengan melakukan hobi dan kegiatan luar kampus. Kampus adalah salahsatu tempat paling membosankan buat mereka, jagan tanya tugas dan skripsi jika tidak ingin mereka badmood atau kesal. Maka tidak heran jika ketika skripsi dan ujian mereka yang paling stress dan kepayahan palagi jika ketemu dengan dosen yang perfectionist senggol dikit, bacok!

Demikianlah dunia kampus yang saya tahu dan saya lihat. Mungkin tidak sepenuhnya sama persis tapi hal-hal di atas cukuplah menggambarkan beberapa tipe mahasiswa sejak awal hingga akhir. Bahwa tahap akhir seekor ulat untuk menjadi kupu-kupu adalah menjadi kepompong terlebih dahulu. Harus melewati ujian terlebih dahulu gar lulus. Harus rela bersusah susah dulu untuk berhasil, harus, merasakan pahitnya pengalaman dulu untuk mendaatkan pelajaran untuk masa depan. Seorang mahasiswa harus mempertanggung jawabkan skripsinya lewat ujian dan harus siap fisik mental menghadapi dosen pembimbing dan yang paling penting adalah selalu berpikir positif bahwa dosen adalah guru kita yang tujuannya tidak lain adalah ingin agar mahasiswanya matang dengan pilihannya, sanggup menjelaskan dengan baik apa yang menjadi pilihannya. Memang terlihat dan terasa keterlaluan tapi yakinlah itu adalah cara mereka untuk membuat kita menjadi kupu-kupu yang siap pada dunia luar. Satu-satunya cara membungkam dosen pembimbing atau penguji adalah menunjukkan bagian terbaik dari diri kita yang kita mampu. Walau memang ada dosen yang sulit mengerti mahasiswa atau terlalu memaksakan keinginnnya saya rasa itu bisa dibicarakan dengan kekeluargaan. Jalan kekerasaan seperti hedline berita yang sedang marak saat ini terlalu seram dan sadis. Yakinlah pada saatnya nanti kita akan berterimakasih pada para guru dan para dosen yang "menyulitkan" kita ketika ujian, saat itu kita akan sadar bahwa hidup lebih keras daripada dosen penguji dan mereka telah berusaha menempa kita untuk kuat menghadapi hidup yang sebenarnya dengan cara yang dewasa, yang sering kita sebut "killer"


Turut sedih dan berduka atas kejadian mengenaskan ini...  Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita,  masyarakat, bagi mahasiswa, dan bagi kampus dan universitas di seluruh Indonesia.



Selamat hari pendidikan, semoga pendidikan Indonesia segera menemukan jati dirinya.

(Mataram, 2 Mei 2016. Ditulis sambil menunggu pengumuman hasil Olimpiade Online Anugerah Ki Hajar di Dikpora Provinsi NTB, mafkan jika ada yang tidak berkenan)
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community