May 7, 2016

MARS, Mimpi Ananda Raih Semesta (2016)




Setelah nonton AADC? 2 di hari pertama, rupanya istriku pelan-pelan mulai ketagihan nonton bioskop. Saya senang donk, ternyata hobi nonton saya menular haha. Jadi kalau mau nonton lagi kita bisa barengan dan sekalian ajak anak-anak jalan-jalan. Setelah AADC 2 film selanjutnya yang menjadi pilihan kami adalah film Mars. Eits, ini bukan film Hollywood ya, juga bukan film yang bercerita tentang planet atau luar angkasa apalagi tentang rencana manusia migrasi ke Planet Mars. Bukan sama sekali bukan. Lalu tentang apa?  Oke simak ya.

Film Mars adalah film yang berkisah tentang seorang Ibu bernama Tupon yang perankan dengan sangat baik oleh Kinaryosi dalam memperjuangkan pendidikan anaknya Sekar Palupi yang di perankan dengan apik oleh Acha Septriasa, di tengah kemiskinan yang teramat sangat. Karena kemiskinannya, Sekar Palupi sempat di tolak dan di keluarkan oleh sebuah sekolah Negeri di kampungnya, kemudian ia akhirnya bersekolah di Madrasah.

Tupon adalah gambaran seorang ibu yang tak kenal lelah dan selalu optimis meski kemiskinan kian menghimpit. Bukan hanya kemiskinan yang menjadi ujian namun juga cemoohan tetangga dan kerabat karena ia lebih tertarik menyekolahkan anaknya setinggi mungkin daripada mengikuti tradisi kawin muda di daerahnya. Keadaan semakin buruk ketika sang suami meninggal karena tertindi batu di lokasi tambang. Sungguh sebuah kemalangan yang berlapis lapis untuk hidup seorang ibu tua ringkih yang tak bisa baca tulis dan miskin. 

Film dengan durasi 105 menit ini akan menguras air mata dan mengaduk perasaan. Begitu berat hidup di wilayah pinggiran Gunung Kidul, bahkan listrik pun belum ada. Kisah kasih sayang seorang ibu yang begitu besar dan seolah tak mengenal logika. Ya meski makan saja susah Tupon tetap bertekad untuk menyekolahkan anaknya setinggi mungkin. Untuk membakar semangat Sekar Palupi kecil ( diperankan artis cilik bernama Chelsea) meraih impian menjadi sang ‘lintang lantip' (Bintang paling terang, planet Mars), Tupon kerap menceritakan dongeng mengenai Mars.

Semangat keduanya memang seperti Lintang Lantip, tak pernah padam hingga keberuntungan mulai datang membawa Sekar Palupi berhasil kuliah di universitas terkemuka di Dunia dan berkesempatan berpidato di podium saat acara wisuda kelulusannya. 

Cerita tentang perjuangan seorang Ibu akan selalu berhasil membuat hati dan mata basah. Betapa besar pengorbanan dan kasih sayangnya. "Saya akan bekerja meski kepala jadi kaki, kaki jadi kepala untuk menyekolahkan Sekar" begitu tekad Tupon ketika sekar diterima sekolah di madrasah. Film ini akan langsung membuat kita teringat pada ibu kita, tentang segala sesuatu yang ibu kita lakukan demi agar mereka tak melihat kita menangis, bersedih, dan marah. Bagaimana ibu menjadi orang pertama yang tersakiti ketika ada yang menyakiti anaknya, ibu menjadi yang paling sedih ketika kita bersedih. Tak kan mampu kita membalas kasih sayang ibu.

‘Siapa yang harus kamu hormati? Ibumu, ibumu, ibumu, baru bapakmu', begitulah sepenggal kalimat sabda Nabi Muhammad SAW, yang menjadi tagline film produksi Multi Buana Kreasindo dan Lelca Production berjudul Mars.

Namun kekhawatiran saya adalah film ini akan cepat turun tayang mengingat pesaingnya  begitu berat. Ada Apa Dengan Cinta 2 menjadi saingan terberatnya, ada juga Civil War, sayang sekali jika film ini harus mengikuti jejak film Super Didi atau SUrat Untuk Kartini yang tayang hanya sebentar. Waktu saya nonton kemarin saja cuma ada enam orang penonton di dalam studio. Padahal film ini pas sekali untuk di tonton semua umur, dan banyak pelajaran di dalamnya, pemainnya juga tidak sembarangan, Kinaryosih, Acha Septriasa, Teuku Rifnu Wikana, Jajang C Nur, CHolidi Assadil Alam, dan Chelsea. Sinematografi nya juga tak kalah keren. Dan yang paling penting adalah pemaparan ceritanya yang membuat penonton melihat sendiri bagaimana keadaan di pelosok Gunung Kidul. 

Satu hal yang menjadi masukan untuk team film Mars tenang Judul film yang menurut saya kurang tepat dan tidak menjual. Pertama kali tahu akan ada film nasional berjudul Mars saya langsung membayangkan sebuah film tentang luar angkasa lalu saya agak ragu masa sih sineas nasional bisa bikin film tentang luar angkasa? hehehe, lalu ketika saya harus googling mencari trailer atau sinopsis itu agak susah juga karena sudah ada banyak film lain dengan judul Mars. Sampai akhirnya nemu di youtube dan nonton di Talkshow Sarah Sechan Net dan mengerti ternyata ini film tentang perjuangan wanita mengejar pendidikan, tentang kasih sayang ibu.

Semoga saja banyak yang nonton, semoga akan selalu ada terus film-film dengan tema seperti ini. Aamiin..

Ayo dukung terus perfilman Indonesia. Salam!


Trailer film Mars




Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community