Aug 19, 2016

The Book Thief


Betapa mudahnya membaca di zaman sekarang. Kapan dan dimana saja kita bisa membaca buku apapun yang kita inginkan. Perpustakaan serba deklat bahkan di desa-desa sudah menyediakan perpustakaan, di mesjid, di balai desa dan di kedai-kedaipun banyak yang menawarkan buku-buku untuk dibaca.

Semakin salut pada walikota bandung Bapak Ridwan Kamil yang membuat kebijakan yang keren tentang membaca. Jadi anak-anak sekolah kota bandung diwajibkan membaca buku 15 non pelajaran menit sebelum memulai pelajaran. Keren kan? Belum lagi perpustakaan-perpustakaan yang dibangun di berbagai tempat. Itu membuat warga tak punya alasan lagi untuk tidak membaca. Saya yakin kedepan akan muncul generasi-generasi yang semakin kompeten karena kecintaan pada literasi.

Flashback ke masa SD ketika saya keranjingan membaca, ketika saya selalu penasaran dengan isi perpustakaan sekolah.

Sayangnya dulu, buku-buku di perpustakaan sekolah tidak boleh diganggu, nanti berantakan katanya. Padahal saya melihat buku-buku bagus dan baru itu seolah melihat makanan favorit ketika sedang lapar-laparnya. Saya ngiler! 

Apa daya buku-buku itu hanyandatang ke sekolah saya lalu diam tak terjamah di rak perpustakaan. Saya faham pasti berat merapikan rak buku setiap hari karena teman-teman SD saya yang selesai baca tidak bisa merapikan bahkan ditinggal dimana ia selesai membaca atau melihat-lihat. 

Lalu saya punya ide bagaimana supaya bisa membaca buku-buku itu. 

Di sekolah saya yang hanya ada 6 kelas itu punya aturan bagi siswa piket harus datang membersihan kelas sebelum jam sekolah di mulai. Maka selepas sholat subuh siswa piket sudah mulai membersihkan kelas masing-masing. Saya memanfaatkan momen piket saya.

Ketika piket saya bisa meminta kunci ruangan apa saja kepada penegang kunci sekolah. Termasuk kunci perpustakaan. 

Berbekal senter perak yang warna lampunya kekuning-kuningan, selepas sholat subuh di masjid saya menuju sekolah dan masuk ke perpustakaan. Melihat buku-buku itu saya seperti melihat mereka hidup dan berteriak minta tolong. 

"Toloooong selamat kami..., selamatkan kami dari penjara ini..."

dan saya seperti seorang kekasih yang berhasil menerobos penjara bawah tanah dan menemukan tempat kekasihnya disekap. Bahagia!

Begitulah setiap jadwal piket saya mengambil buku baru dan menggembalikan yang lama ke tempat semula dengan rapi dan mengucapkan terimakasih.

Sampai saya lulus SD tak ada yang tahu bahwa saya telah menjadi the Book Thief di Perpustakaan sekolah saya.


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community