Dec 6, 2016

Catatan Hati Seorang Ayah Muda

Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Serasa tiba-tiba saja saya sudah berada disini. Di fase hidup yang sudah semakin jauh dari pola bermain bocah ingusan yang setiap hari berlari, berenang, bermain dengan semangat, tawa dan kadang tangis oleh luka di lutut dan di siku. Tak pernah membayangkan waktu akan secepat ini lajunya. tiba-tiba saja sekarang sudah menjadi bapak dari dua orang putri sekaligus. WOW! 


Alhamdulillah blog ini adalah tempat yang setia menemani saya melewati semunya sejak dulu. Sejak tahun 2008 akhir, ketika multiply pelan-pelan berubah menjadi lapak jualan dan kami para MPers (sebutan blogger multiply) mau tidak mau harus mengungsi.

Saat ini kehidupan saya berjalan baik-baik saja. Bahkan sangat membahagiakan. Namun kadang-kadang selalu terbersit tentang masa depan dimana ketika anak-anak sudah seusia saya saat ini. Pertanyaan-pertanyaan tentang masa itu seringkali muncul. Masih hidupkah saya saat itu, masih bahagiakah saya nanti? apakah anak-anak saya akan meninggalkan saya dengan kehidupan barunya? akan kesepian kah hidup saya nanti? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang kadang-kadang hadir begitu saja ketika saya duduk sendiri, atau ketika saya memandangi anak-anak saya. Mengingat saat ini kuantitas pertemuan saya dengan ibu bapak saya semakin berkurang karena pekerjaan, keluarga dan kesibukan lainnya walaupun tetap rutin menelepon tetapi buat saya itu tidak cukup. Saya ingin memijit pundak ibu saya, ingin membuatkan kopi dan duduk ngobrol dengan bapak, atau makan bersama, duduk bersilah dan memuji masakan ibu yang selalu saja enak dan membuat rindu. Saya ingin membahagiakan mereka dengan perlakuan, dengan sentuhan bukan hanya dengan materi. Saya ingin memperlakukan mereka sebagaimana saya ingin anak-anak saya kelak memperlakukan saya seperti cara yang saya inginkan. Karena saya percaya, bagaimana kita memperlakukan orang kita saat ini, seperti itulah cara anak-anak kita akan memperlakuka kita kelak. Semacam karma hidup. Semacam cara Allah membalas setiap kebaikan maupun kejahatan di dunia.


Hidup mandiri di kota orang membutuhkan semangat dan kecekatan dalam bekerja dan memanfaatkan waktu. Alhamdulillah saya dan istri saya, meski sama-sama masih belajar bisa menghandle semuanya. Pagi sampai siang si ibu yang ngurusin kedua anak saya, bayangkan gimana repotnya. Mengasuh dua anakyang sedang hobi explorasi itu tidaklah mudah, membutuhkan kesabaran serta kecerdikan yang kadang harus di atas rata-rata karena banyak hal yang harus kita jaga. Siang sepulang kerja sampai malam giliran saya yang ngurusin mereka sementara si ibu menyelesaikan pekerjaannya. Sebagai ayah dari anak-anak perempuan otomatis saya harus bisa beberapa hal yang menyangkut perempuan misalnya mengepang rambut, masak, bikin mainan anak cewek, dll. Sesekali iseng ngajarin main perang-perangan pake pistol dari pelepah pisang dan kostum dari daun pisang. Pokoknya hari-hari mereka harus seru dan penuh kenangan manis bersama ayah dan ibunya.

Capek? secara ilmiah sih pasti capek tapi secara batiniah rasa capek itu tidak terasa sama sekali karena saya selalu tanamkan dalam hati dan ke istri saya bahwa masa-masa seperti ini bersama mereka tidak panjang. Tak lama lagi mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang akan sibuk dengan dunia dan zamannya. Tak banyak lagi waktu mereka untuk kita.

Kadang-kadang saya bilang ke Quin dengan segenap perasaan saya "Kakak, nanti kalau sudah besar jangan malu ya kalau ayah cium atau ayah peluk" entah dia faham atau tidak tapi dia bilang "Iya ayah" sambil mengangguk dengan bingung. 😂

Mungkin terlalu dini tapi saya yakin masa-masa itu akan datang, ketika mereka mulai sibuk dengan dunianya. Saya harus antisipasi masa-masa itu. Apapun itu, bagaimanapun itu kelak mereka harus menjadi anak-anak yang bahagia bersama keluarganya. Kami harus menjadi tempat paling nyaman untuknya.

Aaah... saya seperti bisa merasakan perasaan bapak, emak, kakek dan nenek saya ketika saya mulai sering main di luar rumah, jarang pulang dan akhirnya menikah....
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community