Dec 10, 2016

Review BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA 2 (2016)

Apa yang membuat saya menanti-nantikan film Bulan Terbelah Di Langit Amerika 2 ini? Saya pikir alasan sebagian orang juga sama seperti alasan saya; karena tagline nya yang berani! 

"Apakah Muslim Penemu Benua Amerika?" 

Sebuah tagline film yang amat sangat menarik, berani dan membuat kita membayangkan kejutan-kejutan dalam film ini. Saya membayangkan akan ada scene kedetangan Cheng Ho di Amerika, Scene ketika orang-orang Indian muslim tersingkir dari tanah mereka sendiri dan scene-scene imajinasi saya lainnya yang muncul karena tagline ini. Trailernya pun begitu membuat penasaran untuk segera menonton, maka begitu tanggal 8 desember kemarin, hari pertama penayangannya, saya langsung mengajak istri saya nonton. Istri saya pun sudah terlalu suka dengan BTDLA yang pertama karena itu ia menunggu-nunggu kehadiran BTDLA 2. 

Di film Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 ini masih berkisah tentang Hanum yang mendapat tugas baru dari bos nya Gertrude untuk menemukan bukti bahwa Muslim adalah penemu Benua Amerika. Tema tugas yang sebenarnya sudah banyak yang mengulas baik di buku-buku maupun internet. Tapi Gertrude ingin bukti. Melihat siapa Hanum saya merasa Hanum tak akan bisa menyelesaikan tugasnya, hanum hanyalah seorang wartawan media cetak, pendatang yang ikut suaminya yang sedang dalam tugas belajar dan dia perempuan mungil. Rasa-rasanya itu tugas yang sulit, karena menemukan harta karun atau bukti peninggalan Cheng Ho pasti bukan hal muda, pasti juga ada banyak orang lain yang mengincarnya. Maka saya pesimis dari awal. Benar saja, cerita yang seharusnya keren ini mendadak datar, berbelok kesana kemari menjadi drama-drama ala sinetron Indonesia, tentang Drama cinta Stefan (Nino fernandez) dan Jasmine (Hanna Rasyid), juga drama konflik ibu, anak dan cucu: Jasmine (Rianti Cartwright) dan Sang Ibu (Ira Wibowo) dan si cantik Sarah (Hailey Franco). Stefan dan Jasmine yang berpisah karena Jasmine hamil sementara Stefan masih sering mabuk-mabukan dan tidak bisa berkomitmen, Azima dan Sarah yang berusaha kembali berbaikan dengan Ibunya yang selalu berpikir bahwa Ayah Azima meninggal karena Azima menikah dengan Abe yang seorang muslim dan meninggaldi tragedi 9/11. Fokus film menjadi tidak menentu antara ingin membuktikan sejarah atau mengisahkan kisah personal tokoh-tokohnya. Pada akhirnya cerita utamanya menjadi tanggung. Tokoh utama dalam film bahkan terpinggirkan. Tagline tinggallah tagline.

Kisah-kisah drama di atas bagus dan banyak memberi pesan moral yang baik untuk penonton. Tetapi saya menjadi kecewa karena kisah utama yang menjadi tagline film terlihat ala kadarnya dan dibuat sepele. Karakter Peter Cheng (Boy William) yang tadinya saya pikir seorang mafia china yang kejam ternyata hanya anak muda alay penjudi yang mencuri koin peninggalan leluhurnya. Juga dua kakak Peter Cheng yang saya pikir akan seru sekali adegannya ketika memperebutkan koin Cheng Ho dari Hanum. Ternyata tidak, ternyata kembali menjadi drama tanggung yang terkesan begitu dipaksakan. Cerita yang amat sangat saya nantikan adalah kisah Hanum menyelesaikan tugasnya tetapi malah cerita tersebut yang lemah di film ini, malah lebih kuat drama Stefan - Jasmine dan Azima - Ibunya. Saya ber-ekspektasi Acha Septriasa akan berdarah-darah dalam film ini dalam mencari harta karun Cheng Ho. Sayang sekali..

Tapi istri saya sangat menikmati drama di film ini. Banyak pesan moral tentang indahnya aturan hidup dalam Islam yang mengajarkan untuk menjauhi miras, menikah bila sudah siap dan sikap toleransi pada perbedaan, bahwa berbeda keyakinan seorang ibu haruslah tetap menjadi tiket ke surga bagi seorang anak, meski berbeda keyakinan ibu tetaplah ibu yang harus di hormati, dicintai dan dibahagiakan oleh anaknya.

Ya pada akhirnya saya harus ikhlas menerima bahwa ini ternyata bukan film action atau petualangan. Film ini masih tetap film drama. Jadi postingan ini hanya ingin meluruskan bahwa jika tetam-teman sudah termakan penasaran karena Tagline nya maka segeralah turunkan expectasi supaya ketika menonton nanti tidak kecewa. Karena sebagai film drama ini bagus, dan film drama seharusnya tidak memakai tagline seberani itu meskipun itu bertujuan mendatangkan penonton yang banyak. Itu salah! Toh juga Hanum tidak berhasil memberikan bukti fisik harta karun pada Gertrude.



Simak trailernya berikut ini, luar biasa bukan iming-imingnya?


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community