Mar 30, 2017

Menciptakan Gravitasi Baru dengan Lombok Good Guide dan Luna Smarthphone

Post ini merupakan bagian dari blogging competition, Menjadi Gravitasi Dunia Bersama Smartphone Luna
Pernahkah kamu membayangkan apa yang ada dalam pikiran pejuang-pejuang sosial sebelum mereka memutuskan mendedikasikan sisa umurnya untuk kebaikan orang lain? Mari kita sebut salah satu, Kisah Pak Ridwan dengan perpustakaan berjalannya. Ridwan Sururi, 42 tahun, adalah seorang perawat kuda dari Desa Serang, Purbalingga, Jawa Tengah. Dengan menggunakan jasa seekor kuda bernama Luna, dia menciptakan perpustakaan keliling "Kudapustaka" pada awal Januari 2015. Mungkin bagi sebagian besar orang Pak Ridwan adalah salah satu orang yang buang-buang waktu mengurusi orang lain. Mungkin banyak orang berpikir buat apa melakukan hal semacam itu? Apa manfaatnya? Bisakah ia mendapatkan penghasilan? Jika materi yang kamu cari maka jangan sesekali mengikuti jejak pak Ridwan. Karena ini adalah pekerjaan hati yang tak akan ada yang sanggup membayarnya. 

Berangkat dari hobi berkuda dan ingin hobinya bermanfaat untuk orang lain, Pak Ridwan dan Luna serta buku-buku sumbangan dari teman-temannya mulai berkeliling bertemu anak-anak  di pelosok-pelosok. Menyapa mereka dengan berbagai macam ilmu dari buku-buku yang mungkin selama ini tak pernah mereka jumpai di sekitar mereka. Pak Ridwan telah melawan banyak anggapan tentang hobi, tentang kegiatan sosial yang kadang terlihat buang-buang waktu dan tentang kepedulian yang seharusnya bukan cuma dalam hati dan pikiran tapi harus dengan bergerak mencari jalan keluar. Kini anak-anak pelosok bisa menikmati ilmu yang dibawakan Luna untuk mereka.

Disini, Lombok. Di lingkungan tempat tinggal saya yang sudah tersohor ke seluruh dunia tentang keindahan alamnya, tentang pesona pulaunya, dan tentang budayanya. Saya ingin melakukan sesuatu yang baru,yang berbeda dan memberi nilai. Dalam proses itu muncullah sahabat-sahabat yang dikrimkan Tuhan untuk mewujudkan mimpi dan niat baik membawa ide-ide yang saling mendukung satu sama lain. Kami memulai semua bersama-sama dengan ide yang berbeda namun saling mengaitkan satu sama lain menjadi kuat. Proses menciptakan gravitasi baru dimulai. Kami membuat sebuah tour dengan konsep berjalan kaki, ramah lingkungan dan memiliki banyak nilai positif bagi siapa saja yang ikut.

Tak mudah, namun ini sangat menantang. Memulai dengan saling mengenal personal lebih dalam, membuat konsep-konsep menarik. Mempelajari banyak hal dan memetakan potensi masalah serta konflik kedepan sejak awal hingga akhirnya terwujudlah Lombok Good Guide yang kami harap akan menjadi gravitasi baru, dengan konsep pay-as-you-wish yang mengajak siapa saja untuk melakukan Tour jalan kaki sambil mengenal lebih dekat jantung Kota Mataram dan orang-orang lokal di sepanjang jalan. Berbaur dengan berbagai macam aktivitas sepanjang jalan, berinteraksi dan melihat lebih dekat apa dan bagaimana sejarah bangunan, sejarah kota, dan sebagainya. #LombokWalkingTour begitu taggar yang saya, Eka dan Emi ciptakan. 

Bersama Lombok Good Guide peserta tour akan kami ajak berjalan kaki di jantung Kota Mataram. Dimulai dari bangunan megah Islamic Center NTB kemudian turun ke jalan Pejanggik yang di tumbuhi Pohon Kenari besar berumur puluhan bahkan ratusan tahun, kami akan menceritakan sejarah jalan, pohon-pohon kenari zaman kolonial, bangunan-bangunan tua yang unik dengan sejarah kelam dan manisnya. Kami juga akan mengajak peserta walking tour menikmati makanan legendaris di sepanjang perjalanan, lalu berinteraksi dengan pedagang-pedagang di pasar tradisional, mengenal makanan khas hingga berakhir di sejuknya Taman Mayura dengan cerita-cerita masa lalunya yang penuh dengan konflik, ada juga kisah toleransi yang manis antar dua agama yang menjadikan taman Mayura menjadi begitu sayang untuk dilewatkan.

Terdengar sederhana, namun memulai selalu merupakan bagian yang paling sulit. Begitu pula yang kami alami. Betapa sulitnya meyakinkan orang bahwa tour jalan kaki itu menyenangkan, penuh nilai, banyak manfaat. Tak sedikit yang mencibir bahwa kami melakukan hal yang sia-sia belaka. Mana ada orang mau jalan kaki cuma untuk mengenal jalanan dan suara-suara sumbang lainnya. Saat itulah kami saling menguatkan satu sama lain. Belum lagi status saya dan Eka yang merupakan seorang ayah muda sekaligus pegawai di masing-masing tempat kerja. Saya dengan seorang anak empat tahun dan satu anak balita yang sedang penuh rasa penasaran, Eka dengan satu orang anak tiga tahun yang tak kalah aktifnya. Kami bukan hanya harus pandai-pandai membagi waktu tetapi juga harus terbiasa super repot ketika istri-istri kami yang juga punya kesibukan masing-masing harus meninggalkan anak-anak bersama kami, sesekali waktu. Kadang-kadang muncul rasa ingin menyerah saja tetapi kami terlalu muda, kuat dan optimis untuk menyerah pada hal sepele. 

Pada akhirnya memang kami ada bukan hanya untuk orang-orang lokal yang ingin menjadi peserta walking tour tapi lebih untuk para wisatawan mancanegara. Begitulah, pertama kali membuka pendaftaran kami kedatangan tamu yang sangat menyenangkan dari Singapore, kami teramat sangat senang ketika pada akhir walking tour dia begitu puas dan bahkan ada perasaan sedih ketika harus kembali ke negaranya. Katanya walking tour membuat seseorang menjadi dekat dengan yang lainnya, tubuh sehat, dan yang pasti pengetahuan tentang Kota Mataram dan Lombok juga didapat dengan maksimal. Dia berjanji suatu hari akan kembali lagi.  Belum lama tamu pertama pulang, kami kembali mendapat kepercayaan mengajak delapan orang bule dari Italy, Belanda dan Francis untuk Walking tour.

Menjadi Gravitasi bersama Luna Smartphone

Begitulah, memulai itu selalu butuh pengorbanan dan kekuatan lebih. Menjadi gravitasi baru memang harus punya kekuatan dan ide baru untuk menarik lebih banyak, lebih dan lebih banyak lagi. Jika hanya sekedarnya saja dan seperti yang sudah-sudah maka gravitasimu tak akan kuat. Keberadaan Luna Smarth Phone sangat mendukung  aktivitas menjadi Guide Walking Tour yang sudah pasti membutuhkan gadget yang mendukung dengan RAM yang mumpuni dan memori yang buaanyaak supaya bisa mengambil foto sebanyak-banyaknya ketika walking tour. Selain itu Batrai 3000 mAh dari Luna Smartphone menjadi anti galau karena walking tour kami akan memakan waktu 2 - 3 jam, nah biasanya karena banyak aktivitas gadget biasa langsung lowbat dan yang menyenangkan lagi 13 megapixel kamera dan aperturenya yang lebih besar membuat hasil foto sepanjang perjalanan menjadi super jelas dan clear. Apalah artinya walking tour tanpa dokumentasi yang baik. Sementara membawa kamera besar terus menerus sangatlah merepotkan. Maka Luna menjadi solusi yang baik untuk saya.

Saya yakin Luna Indonesia sangat memperhatikan kebutuhan konsumennya karena sangat cocok untuk kita-kita yang menyukai aktivitas luar ruangan seperti berpetualangan, walking tour atau yang bekerja di lapangan karena Luna Smarthphone dibekali body tahan banting dan fitur yang sangat kompatibel. Jadi apapun aktivitas out door kita akan lebih nyaman dan efisien dengan adanya Luna Smartphone.

Menjadi gravitasi itu butuh kekuatan dan hal yang berbeda. Maka jangan menyerah ketika kamu dianggap tak sama. Asal kamu mau terus maju dengan niat baik dan kebaikan ada masanya gravitasimu akan menarik semuanya untuk mendekat dan menjadikanmu pemenang!



Comments
1 Comments

1 comment:

  1. Keren kak, haru menjadi gula yang lebih menawarkan selain rasa manis saja untuk menarik selainb semut... salut!

    ReplyDelete

Berkicau

Community