May 19, 2017

Mengenal Lebih Dekat Perbankan Syariah di iB Vaganza 2017

Hari Jum'at (20/05) alhamdulillah banyak ilmu yang didapat. Dari pagi sudah utak-atik cpanel smabil baca tutorial dari mas Fandy, abis sholat Jum'at langsung prepare ke Epicentrum Mall untuk ikutan Talk Show iB Vaganza 2017 yang digelar sejak tanggal 19-21 Mei 2017. Pengan tahu banget apa itu iB vaganza. Soalnya saya paling awam nih di bidang-bidang perbankan macam gini. 

Sesampai di ground floor nya Epicentrum Mall, ternyata acara sudah di mulai dan saat sedang berdiri memberikan sambutan di atas panggung bapak Rosiady Sayuti selaku Sekretaris Daerah yang tak berapa lama kemudian dilanjutkan dengan pemukulan Gendang Beleq sebagai tanda di luncurkannya berbagai program dari beberapa Bank Swasta. Beliau berharap, momentum ini menjadi dukungan dari Perbankan Syariah untuk wisata halal yang sandang oleh Provinsi NTB. Beliau juga berharap kegiatan ini bisa mendorong segera terwujudnya Bank NTB Syariah.



Nah, apa itu Otoritas Jasa Keuangan(OJK)? apa juga itu iB? Wait.. Kita bahas satu persatu ya.


Otoritas Jasa Keuangan yang kemudian terkenal dengan singkatan OJK adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan yang mempunyai visi menjadi lembaga pengawas industri jasa keuangan yang terpercaya, melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat, dan mampu mewujudkan industri jasa keuangan menjadi pilar perekonomian nasional yang berdaya saing global serta dapat memajukan kesejahteraan umum. Serta memiliki Mewujudkan terselenggaranya seluruh kegiatan di dalam sektor jasa keuangan secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel; Mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil; Melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.​​

Secara lebih lengkap, OJK adalah lembaga independen dan bebas dari campur tangan pihak lain yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 21 tersebut.Tugas pengawasan industri keuangan non-bank dan pasar modal secara resmi beralih dari Kementerian Keuangan dan Bapepam-LK ke OJK pada 31 Desember 2012. Sedangkan pengawasan di sektor perbankan beralih ke OJK pada 31 Desember 2013 dan Lembaga Keuangan Mikro pada 2015.Dengan pembentukan OJK, maka lembaga ini diharapkan dapat mendukung kepentingan sektor jasa keuangan secara menyeluruh sehingga meningkatkan daya saing perekonomian. Selain itu, OJK harus mampu menjaga kepentingan nasional. Antara lain meliputi sumber daya manusia, pengelolaan, pengendalian, dan kepemilikan di sektor jasa keuangan dengan tetap mempertimbangkan aspek positif globalisasi. OJK dibentuk dan dilandasi dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, yang meliputi independensi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, transparansi, dan kewajaran. (ojk.go.id)categories Kalau iB (bacanya ai-bi) ini sering banget kita liat di beberapa bank. Awalnya saya sendiri mikir iB ini kayaknya singkatan dari Indonesian Bank deh hehehe sotoy ya. Ternyata iB ini adalah logo atau penanda industri perbankan syariah di Indonesia yang memudahkan masyarakat dalam mengenali layanan perbankan syariah. Dengan adanya tanda iB di bank, masyarakat dapat mengenali bahwa bank tersebut menyediakan ragam produk dan jasa perbankan syariah. Termasuk mendapatkan values keadilan, transparasi, beretika, dan keseimbangan untuk kebaikan masyarakat semua. Logo iB mencerminkan kristalisasi nilai-nilai keseimbangan, keteraturan dan kesempurnaan. Sepanjang perjalanan zaman, manusia sangat mengagumi keteraturan semesta ciptaan Tuhan. Manusia berusaha mengintepretasi ke-Mahasempurna-an desain tersebut melalui bentuk-bentuk geometris yang memadukan seni dan ilmu pengetahuan. Pencarian terhadap kesempurnaan itu teraktualisasi dalam bentuk geometris yang menyerap aspek-aspek keseimbangan, keteraturan, presisi matematis dan perubahan menuju keparipurnaan. Mantab! Jadi kalau nemu tulisan iB di bank-bank berarti bank tersebut menyediakan layanan Perbankan Syariah, genks



Nah acara iB Vaganza ini punya tujuan untuk lebih gencar mengenalkan dan mendekatkan masyarakat dengan produk dan layanan jasa perbankan syariah. Menurut Deputi Direktur Pengembangan Produk dan Edukasi Departemen Perbankan Syariah Setiawan Budi Utomo, iB Vaganza di Mataram, Lombok, NTB tahun ini membidik 3.000 pembuatan akun baru baik untuk penghimpunan dana maupun penyaluran pembiayaan. WOW!

Kota Mataram adalah kota ketiga diselenggarakan iB Vaganza setelah Kediri dan Medan. Kenapa harus Lombok? Karena Lombok dan Sumbawa sedang gencar-gencarnya mempromosikan Halal Tourism yang hebatnya sudah dua kali berturut-turut medapat penghargaan dalam ajang Halal Tourism, jadi sejalan dengan Perbankan Syariah. Wisata Syariah ketemu Perbankan Syariah, wah bakal jadi Syariah Life Style dan pastinya itu lebih baik dan lebih aman dari mudharat serta dosa riba. 

Expo ini akan diikuti oleh OJK, Bank NTB Syariah, Bank Danamon Syariah, Bank Panin Dubai Syariah, Bank Mega Syariah, BRI Syariah, BNI Syariah, Bank Mandiri Syariah, Bank Muamalat, Bank Sinarmas Syariah, Maybank Syariah, CIMB Niaga Syariah, OCBC NISP Syariah, BTN Syariah, BPRS Tulen Amanah, BPRS Patuh Beramal, dan BPRS Dinar Ashri.  Juga di meriahkan dengan Talk Show yang berlangsung cukup interaktif serta ada juga penampilan dari peserta-peserta Lomba Marawis dari berbagai sekolah menengah di Kota Mataram dan sekitarnya. 

Kerennya lagi Edy Setiawan yang merupakan PIC dari acara ini mengatakan, khusus pengunjung iB Vaganza yang melakukan transaksi, mendapat kesempatan untuk mengikuti undian doorprize harian antara lain; voucher belanja, logam mulia, TV LED,  serta pada hari terakhir berkesempatan mendapatkan grandprize satu unit sepeda motor. 

Jadi, menabung di bank Syariah itu jauh lebih menguntungkan dan menjamin bebasnya kita dari riba. Riba itu ngeri, genk. Kesannya membantu tapi membunuh secara perlahan, mending langsung mati kan. 




Ini beberapa perbedaan bank Kovensional dan bank Syariah (source halomoney):
  • Semua transaksi atau akad yang dilakukan di bank syariah harus sesuai dengan prinsip Syariah Islam, berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist dan telah difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Akad atau transaksi di bank syariah yang banyak digunakan, antara lain, akad al-mudharabah (bagi hasil), al-musyarakah (perkongsian), al-musaqat (kerja sama tani), al-ba’i (bagi hasil), al-ijarah (sewa-menyewa), dan al-wakalah (keagenan). Akad ini digunakan untuk semua produk perbankan syariah, mulai dari kredit usaha, kredit multiguna, hingga kartu kredit, bagi bank tertentu yang mengeluarkan kartu kredit syariah. Sedangkan di bank konvensional, surat penjanjian dibuat berdasarkan hukum positif yang sedang berlaku di Indonesia, yakni hukum perdata dan hukum pidana.
  • Bank syariah mengunakan pendekatan bagi hasil (al-mudharabah) untuk mendapatkan keuntungan, sementara bank konvensional justru mengunakan konsep biaya untuk menghitung keuntungan. Dalam setiap pinjaman atau pembiayaan yang diberikan kepada nasabah, bank syariah memberikan keterangan bagi hasil antara bank dan nasabah. Konsep bagi hasil ini untuk menunjukkan konsep perbankan syariah lebih transparan dari bank konvensional. Bagi hasil ini dijelaskan sebelum akad dilakukan antara nasabah dengan bank. Sedangkan Pada bank konvensional, “bunga” yang diberikan kepada nasabah  sebenarnya berasal dari keuntungan bank meminjamkan dana kepada nasabah lain dengan “bunga” yang lebih besar.
  • Bank syariah akan menolak untuk menyalurkan kredit yang diinvestasikan pada kegiatan bisnis yang melanggar hukum Islam, seperti perdagangan barang-barang haram,  perjudian (maisir), dan manipulatif (ghahar). Kegiatan bisnis yang halal dan sesuai prinsip ekonomi syariah ini menjadi syarat penting pemberian pembiayaan usaha dan kredit lainnya. Bahkan dalam produk kartu kredit syariah, pemilik kartu kredit syariah dilarang menggunakannya untuk kegiatan atau transaksi yang tidak halal. Sementara bank konvensional akan menyalurkan kredit tanpa harus mengetahui dari mana atau kemana uang tersebut disalurkan, selama debitur bisa membayar cicilan dengan rutin.
  • Hubungan bank dengan nasabah juga menjadi faktor penting yang membedakan bank syariah dan bank konvensional. Di bank syariah, nasabah diperlakukan sebagaimana seorang mitra alias partner. Perlakuan ini terjadi karena bank dan nasabah diikat dalam “akad” yang sangat transparan. Tak heran banyak nasabah di bank syariah  yang mengaku memiliki  hubungan emosional yang lebih kuat dengan bank syariah yang memberinya fasilitas pembiayaan.Hubungan emosional yang kuat ini terjadi karena bank syariah lebih mengutamakan pendekatan musyawarah lebih dahulu kepada nasabah daripada pendekataan hukum. Hubungan emosional yang kuat ini menjadi keunggulan yang tidak banyak dimiliki oleh bank konvensional. Sedangkan Di bank konvensional, hubungan nasabah dan bank lebih pada hubungan kreditur dan debitur atau hubungan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman. Jika debitur lancar dalam pembayaran kredit, bank akan memberikan keterangan lancar. Sedangkan jika pinjamannya macet, bank akan menagih hingga menyita aset yang diagunkan. Namun akhir-akhir ini bank konvensional juga berusaha untuk memperkuat hubungan emosional dengan nasabah dengan berbagai cara.
  • Bank syariah menerapkan sistem cicilan dengan jumlah tetap berdasarkan keuntungan bank yang sudah disetujui antara pihak bank dan nasabah saat akad kredit. Selain itu, konten promosi bank syariah juga harus disampaikan secara jelas, tidak ambigu, dan transparan. Misalnya, promo wisata bersama bagi para pemilik kartu kredit syariah dari bank tertentu, akan menjelaskan biaya tiket dan biaya non tiket yang harus dibayar oleh peserta. Dan banyak contoh lainnya. Sedangkan bank konvensional punya banyak program promosi untuk menarik nasabah. Seperti promosi suku bunga tetap atau fixed rate selama periode tertentu, sebelum akhirnya memberikan suku bunga berfluktuasi atau floating rate kepada nasabah.
Rasulullah saw melaknat orang memakan riba, yang memberi makan riba, penulisnya, dan dua orang saksinya. Belia bersabda; Mereka semua sama”. (HR Muslim)


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu, Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." (Q.S An - Nisa : 29)

Ngeri kan? Yuk menabung di Bank Syariah.
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community