Jun 30, 2017

Menikmati Kerang Saori di Resto Apung Pulau Bungin

Kerang Saori 30k, Enak banget!

Selagi masih di Alas dan sebelum balik ke Mataram, rasanya belum lengkap kalau belum bertandang ke Pulau Bungin, Pulau yang dikenal sebagai Pulau Terpadat di dunia itu. Saking padatnya, setiap pria yang punya niat menikah harus membuat lahan sendiri untuk tempat membangun rumah, caranya dengan menimbun karang-karang mati, bebatuan, tanah atau pasir. Kalau udah siap, berarti udah siap untuk meminang pujaan hati, itupun kalau gak ada teman yang nikung, eh! 

Di gang-gang kampung kambing-kambing cuek aja berseliweran, nyari apa yang bisa dimakan. Kertas, plastik, kain, semua dimakan andai mereka juga bisa memakan kenangan masa lalumu dengan si mantan pastilah tak akan ada lagi jomblo galau berkepanjangan karena terjebak nostalgia. Sementara warga pulau Bungin juga sibuk dengan aktifitasnya masing-masing, ada yang baru pulang melaut, jaga kios, anak-anak muda yang bermain takraw, bermain bola, anak kecil loncat-loncatan di atas dermaga, dan kebetulan tadi ada acara khitanan, jadi saya sempat lihat dengar dan rasakan musik Gong Genang yang khas itu, saya juga mendengar teriakan kesakitan bocah-bocah yang harus merelakan beberapa milimeter kulit di ujung "itunya" dipangkas. Saya hanya bisa senyum-senyum getir karena terbawa suasana dan membayangkan masa ketika harus melewati hari yang sama seperti bocah itu. Cetassss!

di petak paling depan ini berisi Hiu, Penyu, Ikan-ikan besar dll, kayak seaworld!

Oke, jadi sore tadi saya, Gita dan Deeva naik motor ke Pulau Bungin,  sementara Quin tidurnya ga mau dibangunin. Tujuan utamanya adalah nyobain kuliner di Resto Apung yang dikelola bang Tison Sahabuddin Bungin. Kabarnya kan selain pemandangannya ciamik, kulinernya juga endes! Kita berdua mah polos aja, mikirnya resto apung itu di bibir pantai, setelah sampai dermaga ternyata Resto Apung nya di tengah laut, kita harus naik perahu kesana selama satu menitan dan bayar 5000 Rupiah saja dan bayarnya nanti kalau udah kelar makan dan menikmati suasana Resto Apung. 

Dapur dan Kasir Resto Apung
Saya langsung memesan Kerang Saori satu porsi. Ya, satu porsi untuk bertiga, ceritanya lagi menjalankan trik liburan murah meriah di Sumbawa. Sembari menunggu pesanan Kerang Saori yang ternyata cukup lama ready-nya kami berkeliling resto apung melihat pemandangan yang luar biasa memanjakan mata. Sambil berjalan di petak-petak Resto Apung yang membuat istriku gemetaran karena takut nyemplung.

Serius, saya sangat kagum dengan konsep resto Apung ini. Jarang ada yang begini apalagi di Sumbawa. Memadukan wisata kuliner laut dengan wisata alam laut yang luar biasa. Disini kamu bisa melihat ikan hiu, penyu segede tampah beras, ikan ikan besaar yang bikin saya ngiler pengen bikin lalapan atau bikin Sepat, semua dalam satu petak yang disiapkan khusus untuk mereka berenang-berenang manja menggoda setiap pengunjung yang melihat mereka. Deeva langsung senang bukan kepalang. Ayah Iva mau berenang sama kura-kura katanya, ahahaha ayah juga pengen tapi ada hiunya, nak. Meski hiu tak lebih kejam dari mereka yang sering menanyakan kapan menikah pada jomblo di hari lebaran, tetap saja saya tidak ikhlas di seruduk Hiu. 

Di Resto Apung juga ada rumah apung gitu, dua banyaknya. Di dalamnya ada springbed dengan sprei cantik yang pasti bikin kamu pengen segera bisa honeymoon kesini. Toilet siap untuk kamu datangi ketika sakit perut atau sekedar menangis karena tiba-tiba melihat bayangan pernikahan mantanmu menari-menari di atas permukaan air yang tenang itu... Harap sabar, itu ujian. 

Setelah menunggu cukup lama karena keterbatasan dapur, Kerang Saori itupun tiba, alangkah senangnya ketika Deeva bilang tidak suka dan ibunya cuma nyicipin dua biji. Jadilah aku yang menikmatinya dengan hati gembira... Seafood is my favourite food! Tapi es teh pesananku habis di seruput Deeva. Oke imbang. 

Sunset dari Resto Apung
Karena hari sudah beranjak malam, adzan magrib segera berkumandang, kami harus segera kembali ke daratan. Meski istriku gemetaran berjalan di Resto Apung tapi alhamdulillah dia senang karena genggamannya tak pernah lepas dari tanganku sementara tangan yang satu lagi menggendong si bocah cerewet Deeva yang pertanyaannya ada terus. Ayah kalau malam kura-kura bisa melihat? Kalau hiu? Kau bintang laut menyala ya kalau malam? Aaah.. Aku pegal nak, jawannya kamu googling sendiri dulu aja nanti. 

Kami membayar pas 50rb untuk perahu PP, Kerang Saori, EstE DuaGelas, dan Air mineral 3 gelas, dan salaman sama Bang Tison 😂

Terimakasih Ya Allah atas nikmat yang tak terkira, termakasih Pengelola Resto Apung yang telah membuat Sumbawa memiliki pilihan yang keren untuk menikmati liburan dan spot selfi selfi cantik kekinian. Semoga makin banyak orang-orang kreatif di Sumbawa dan yang paling penting jaga kebersihan laut, jangan buang sampahmu ke laut! 

LAUT BUKAN TEMPAT SAMPAH! 

Deeva, pengennya lari, nyebur, dan bikin ibunya gak tenang haha

Ini kami sebelum memasuki gerbang Pulau Bungin

Lagi liat motor-motor lewat di seberang sana, keciiil..

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community