Jul 17, 2017

#DukungGermas : Kemenkes RI Gelar Temu Blogger Kesehatan NTB


Sabtu (14/07) Di Ballroom Rinjani Hotel Astn Inn Lombok Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar acara Temu Blogger Kesehatan Lombok Sumbawa 2017. Acara yang dihadiri oleh lebih kurang lima puluh blogger Lombok Sumbawa ini merupakan kali pertama di selenggaran di NTB setelah sebelumnya terselenggara di beberapa daerah lain dengan keseruan yang sama dan berhasil menjadi trending topik. 

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menyenggalakan kegiatan Temu Blogger Kesehatan ini dengan harapan agar para blogger di Nusa Tenggara Barat juga turut menyuarakan tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di dunia lewat blog dan social media masing-masing yang tentunya para blogger mempunya massanya masing-masing, diharapkan informasi akan terus tersebar meluas dan sampai kepada semua orang sehingga bisa mengikuti program Kemenkes RI tentang bagaimana mengikuti Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. 

Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi aktifitas fisik manusia turut berkurang karena hampir semua hal menjadi serba instan dan dilakukan dengan mudah dan cepat. Sehingga tubuh manusia yang seharusnya aktif bergerak menjadi lebih banyak diam sementara makanan segala rupa terus menerus dikonsumsi hal ini membuat ketidak seimbangan terjadi dalam proses pembakaran energi didalam tubuh. Lemak tertimbun, minyak, garam, gula, dan lainnya terus menerus masuk kedalam tubuh tetapi menjadi susah diproses oleh tubuh karena kurang gerak dan aktifitas, yang terjadi kemudian adalah bukannya sumber energi itu menjadi baik, sebaliknya malah menjadi sumber penyakit yang bisa fatal akibatnya untuk kesehatan. Juga kurangnya mengkonsumsi sayuran dan buah semakin mempercepat seseorang terserang penyakit mematikan seperti kanker, stroke, hipertensi, diabetes dan lainnya. Lama kelamaan ini mengkhawatirkan, masyarakat perlu mendapat warning untuk segera memperbaiki pola hidup dan pola makan agar terhindar dari berbagai macam penyakit di atas, juga harus selalu saling mengingatkan tentang pentingnya menjaga kesehatan. Sehat itu adalah aset, dan ketika ia hilang barulah kita sadar bahwa uang dan makan enak tak bisa mengembalikan sehat dengan mudah. Maka lebih main memulai menjagganya bersama program Gerakan Masyarakat hidup sehat.

Acara Temu Blogger Kesehatan ini dimulai pukul 08.00 Wita dengan pemeriksaan kesehatan bagi semua peserta. Pemeriksaan kesehatan langsung ditanangi oleh tim Dokter yang disiapkan oleh panitia di depan ballroom Rinjani Hotel Aston Inn Mataram. Setiap peserta diperiksa berat badan, tinggi badan, tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, sekaligus peserta bisa melakukan konsultasi kesehatan dengan para dokter yang siap menjawab dan menjelaskan tentang keadaan kesehatan peserta juga memberikan saran dan masukan tentang bagaimana memulai hidup sehat, bagaimana menjaga kesehatan dan juga bagaimana menindak lanjuti kesehatan peserta yang terdeteksi terjadi gangguan.



Games Online GERMAS

Setelah semua peserta mengikuti tes kesehatan , pemandu acara memulai kegiatan dengan perkenalan, senam bersama dan game online. Game online yang sangat seru karena semua peserta bisa berpartisipasi secara interaktif dari telepon seluler masing-masing dalam menjawab soal-soal yang muncul di layar besar di depan stage. Dalam game online ini, semua peserta harus menjawab soal-soal yang muncul di layar besar dari layar telepon seluler masing-masing. Jawaban yang benar dan tercepat akan muncul di layar besar serta nama peserta yang menang. Secara hiburan game online ini sangat menghibur dan membuat seru suasana ruangan, pun dari sisi ilmu game ini secara tidak langsung membuat kita belajar tentang GERMAS dan hal-hal lain tentang kesehatan. Game berakhir dengan terpilihnya tiga peserta dengan jawaban paling benar dan tercepat. Sayangnya cuma dipilih tiga, aku cuma berhasil masuk lima besar hehe.

Langkah Awal Deteksi Penyakit Tidak Menular

“Kalau mengetahui gejala penyakit sejak awal, setidaknya kita lebih aware terhadap penyakit.” Begitu kata Birry Karim, Sp. PD (PAPDI) dokter muda kelahiran Jakarta 19 Agustus 1981 yang menjadi pemateri Pengelolaan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular.

Tahukah kalian apa saja penyakit tidak menular yang perlu banget kita deteksi sejak dini? Di antaranya, adalah Penyakit Hipertensi, diabetes, jantung koroner, dan stroke. Penyakit-penyakit ini yang sering ada karena kesalahan pola makan dan pola hidup. Sialnya kebanyakan kita tidak merasa atau mungkin tidak mau merasa bahwa mereka sudah ada dalam tubuh kita. Jadi disini Pak Dokter gagah ini memaparkan tentang gejala-gejala dini dari beberapa penyakit yang bisa kita pelajari untuk selanjutnya disarankan segera memeriksakan kesehatan ke dokter. Misalnya gejala umum dari penyakit gula; kita akan sering merasa sering haus, sering buang air kecil dan sering lapar. JIka gejala ini terus menerus terjadi maka disarankan untuk segera mereview kembali pola makan atau pola hidup kita, lalu segera berkonsultasi dengan dokter. Supaya jika benar itu gejala penyakit gula kita bisa langsung menghindarinya sedari awal. Penyakit gula disebabkan karena banyaknya kita mengkonsumsi karbohidrad, gula, dan garam tetapi tidak dimbangi dengan aktifitas fisik yang rutin dan cukup. Sehingga gula dan sebagainya itu menumpuk dan tidak tersalurkan menjadi energi. Maka jadilah ia penyakit yang bisa mengancam nyawa, contohnya diabetes. Ngeri kan?! Jadi menurut pak dokter Birry, mau lagi sakit atau tidak kita harus rutin mengecek kesehatan. Supaya kita bisa lebih waspada. 

Penyakit gula bisa dibilang ratunya penyakit berat karena jika sudah terkena penyakit ini akan sangat sulit untuk bisa kembali normal, dan bahanya penyakit-penyakit lain bisa turut mengeroyok. Tidak mesti memiliki orang tua yang terkena diabetes untuk beresiko, karena gaya hidup juga sangat mempengaruhi seseorang bisa terkena diabetes atau tidak, dan orang yang beresiko karena faktor keturunan bisa banget untuk meminimalisir resiko dengan selalu menjaga gaya hidup dan rutin cek kesehatan. Sehat itu amat snagat mahal, genks!


Implementasi GERMAS di NTB


Di sesi selanjutnya ada dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang memaparkan tentang Implementasi GERMAS di Nusa Tenggara Barat. Dalam paparannya, Nurhandini mengemukakan data tentang kondisi kesehatan keluarga di NTB. Menurut data yang diperolehnya, pada tahun 2015 usia harapan hidup masyarakat NTB adalah 65,2 tahun. Angka ini jauh di bawah rata-rata nasional, yaitu 70,7 tahun. Lebih lanjut perempuan kelahiran Yogyakarta 23 Juni 1963 ini mengungkapkan data tentang prevalensi kurang gizi sebesar 17,2% yang masih di bawah angka nasional sebesar 19,4%. Lumayan ngeri juga ya. Ini bisa jadi bahan renungan bersama, apa yang menyebabkan rendahnya usia harapan di NTB? Gaya hidup? Lingkungan? atau kurangnya edukasi tentang memelihara kesehatan?

Di Nusa Tenggara Barat setidaknya ada empat belas dinas di NTB yang terlibat dalam tiga program utama GERMAS. Salah satu dinas yang sudah melaksanakan, yaitu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dengan program Ayo Olahraga! yang mengajak masyarakat untuk rutin berolahraga setiap hari, olahraga bukan hanya ke lapangan, tetapi juga bisa sambil bekerja dan beraktifitas. Selain memilah makanan sehat dan tidak sehat, olahraga adalah hal paling penting untuk menjaga kesehatan.

Program Indonesia Sehat Melalui Pendekatan Keluarga

Kali ini yang memberikan pemaparan adalah bapak Sekjen Kemenkes RI, dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes. tentang tiga program Utama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2017, tiga program yang diharapkan mampu membawa rakyat Indonesia menjadi keluarga-keluarga yang lebih sehat dan lebih memahami tentang pentingnya menjaga kesehatan dari diri sendiri dan keluarga.

Jadi untuk meningkatkan kulitas kesehatan keluarga ada tiga hal yang perlu kita lakukan :
1. Aktivitas Fisik.
Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur akan menjadi sebuah kebiasaan baik. Kebiasaan beraktivitas dengan baik akan meningkatkan ketahanan fisik. Ketahanan fisik merupakan kunci kesehatan dan kebugaran masyarakat. Jadi, jangan lupa mengajak serta keluarga untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai sebuah kebiasaan demi meningkatkan derajat kesehatan. Aktivitas dapat dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja. Masing-masing memiliki bentuk yang berbeda sesuai tingkat usia. Pada anak-anak, aktivitas fisik dapat dilakukan dengan cara yang seru dan menyenangkan di sekolah. Beberapa di antaranya, yaitu gerak barisan, gerak kapiten, bermain waktu istirahat di sekolah, dan senam anak bangsa. Sedangkan bagi anggota keluarga dewasa, aktivitas fisik dapat dilakukan di kantor dengan metode sederhana. Menurut Kementerian Kesehatan RI, latihan fisik sebaiknya dilakukan selama 150 menit per minggu dengan interval 3 – 5 kali per minggu yang diawali dengan pemanasan, latihan inti, dan pendinginan dengan menggunakan sarana dan prasaran yang aman dan nyaman serta mempertimbangkan asupan nutrisi untuk mendapatkan hasil maksimal dalam bentuk senam sehat bugar dan peregangan di tempat kerja.

2. Konsumsi Buah dan Sayur
Konsumsi Sayur dan Buah. Dalam buku panduan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Kemenkes RI, GERMAS mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi sayur dan buah terutama sayur dan buah lokal. Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup merupakan salah satu indikator sederhana gizi seimbang. Untuk mendapatkan gizi seimbang perlu diperhatikan penyajian makanan dalam satu piring. Untuk sajian sekali makan, Kemenkes RI menganjurkan porsi sayur dan buah adalah 1/2 piring. Sedangkan 1/2 piring sisanya terdiri dari 1/3 lauk pauk dan 2/3 makanan pokok. Untuk pemenuhan gizi, setiap orang dianjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan 300-400 gram per orang per hari bagi anak balita dan anak usia sekolah, dan 400-600 gram per orang per hari bagi remaja dan orang dewasa.

3. Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin
Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin. Pemeriksaan ini merupakan upaya promotif preventif untuk mendorong masyarakat mengenali faktor risiko PenyakitbTidak Menular (PTM) terkait perilaku dan upaya pengendalian di tingkat individu, keluarga, dan maysarakat. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dilakukan enam bulan sekali. Pengecekan dilakukan baik sudah maupun belum terlihat gejala penyakit. Pengecekan rutin ini dilakukan untuk mendeteksi sejak dini penyakit yang mungkin diderita anggota keluarga. Cek kesehatan rutin yang dilakukan yaitu deteksi faktor risiko riwayat penyakit, obesitas, tekanan darah, dan diabetes mellitus. (MazMo)

Sebenarnya tidak sulit untuk menjaga kesehatan, entah kenapa terasa seperti berat dan beban banget ya hehehe. Padahal jika sudah sakit barulah menyesal dan memohon  diberikan kesehatan untuk lebih care terhadap kesehatan diri sendiri. 

Yuk ah, jadi generasi yang sadar bahwa sehat itu penting dan mau melakukan hal-hal di atas untuk menjahaga kesehatan diri, keluarga dan masyarakat. Dukung bareng yuk Gerakan Masyarakay Hidup Sehat (GERMAS) untuk masa depan yang labih baik, untuk Indonesia yang lebih sehat. Karena generasi terbaik adalah generasi yang sehat secara lahir dan batin, fisik dan mental.

Untuk Materi - Materi Seru dari Beberapa Pemateri bisa di baca Disini dan disini











Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community