Jul 24, 2017

La Taghdob Wa Lakal Jannah, Jangan Marah Bagimu Surrga


Kadang saya merasa sedih, jengkel namun kadang merasa tergelitik juga ketika ada orang yang selalu berusaha "mengalahkan" orang lain dalam setiap sikapnya. Menekan dan mengintimidasi orang lain. Orang yang selalu ingin orang lain terlihat salah, bodoh, rendah, kuper, dan sebagainya. Nampaknya mereka sangat menikmati ketika orang yang ada di depannya tertunduk, kalah, malu dan bahkan meski sudah jelas seseorang terlihat kalah dan malu tetap saja bertubi-tubi di cecar dengan kata-kata intimidasi.

Buat saya org semacam itu adalah oranhg yang tidak bahagia sekalipun di depannya benar orang adalah bodoh, kuper, bersalah, atau hal tidak baik lainnya...


Saya sendiri bahkan tidak tega men-skak orang lain sekalipun saya bisa dan punya kesempatan besar untuk melakukannya. Meskipun saya benar dan seseorang di depan saya jelas-jelas telah keliru atau telah melakukan kesalahan walaupun bukan kesalahan besar. Kenapa? Karena saya sadar kita manusia, tempat segala khilaf dan salah. Ada saatnya kita benar karena memiliki ilmunya, ada saatnya seorang tidak faham karena belum memiliki ilmunya. Hanya masalah waktu dan kemauan untuk belajar. Hanya masalah siapa yang lebih dulu belajar. Tak ada yang salah dengan melakukan kesalahan dan kekeliruan selama orang yang melakukan benar-benar tidak tahu dan mau minta maaf dan belajar lagi. Kesalahan odan kekurangan orang lain bukan lantas menjadi ladang bully. Itu sangat tidak keren!

Tolong, berhentilah berpuas diri melihat orangg lain di "skakmat". Itu adalah bullying. Kalian tidak tau bagaimana rasanya hidup dengan rasa percaya diri yant telah mati. Parahnya ini terjadi sejak usia dini. Menururn dari kebiasaan yang dilakukan dalam keluarga. Karena didikan keras untuk berkompetisi tapi melupakan didikan untuk bekerjasama, saling merangkul, saling menghibur, saling membesarkan hati...

Percayalah, mereka yang seperti itu amat sulit menemukan bahagia.

Ketika orang yang melakukan hal yang membuatmu kesal dan marah, terlebh dulu lah mencari tahu mengapa ia bisa melakukan hal itu. Bisa jadi ia memang tidak sengaja, bisa jadi ia ada masalah atau ada faktor ketidak sengajaan lainnya. Maka janganlah marah. Janganlah mengintimidasi. Ingatlah pesan Rasulullah SAW :

La taghdob wa lakal jannah, jangan marah bagimu syurga..”

#StopBullying 
Comments
3 Comments

3 comments:

  1. Inspiring inih, Barakallah Fii Kum Bang Aji 🙏

    ReplyDelete
  2. Inspiring inih, Barakallah Fii Kum Bang Aji 🙏

    ReplyDelete
  3. Anak-anak jadi keras dan suka membuly, mungkin karena orang tua, lingkungan dan pemimpin elit tingkahnya tidak bisa menjadi panutan. Anak-anakkan menjadi peniru orang dewasa.
    Ya seperti itulah sifar manusia, ada rasa ingin superior, mengalahkan dan menguasai sesama manusia. Dan manusia memang tempat salah dan dosa, mari kita saling menghargai saling menghormati dan bersikap belas kasih.

    ReplyDelete

Berkicau

Community