Jul 7, 2017

The Circle (2017), Ketika Teknologi Mengatur Hidup Manusia


Setelah selesai urusan membuat SIM, saya memutuskan untuk menonton, berhubung masih libur dan masih bisa santai. Film yang saya pilih adalah The Circle. 

The Circle adalah sebuah perusahaan internet terbesar di dunia pimpinan Eamon Bailey dan Tom Stenton. Eamon dan Tom memperkenalkan teknologi baru mereka yang mampu mempersempit dunia ini dengan mini kamera canggih yang mampu merekam dan menganalisa apapun di segala tempat. Dibintangi oleh aktor dana ktris idola saya Tim Hanks dan Emma Watson menjadi alasan kuat yang memilih menonton film ini. Mengenai cerita, sayapun tertarik sejak menonton trailernya. Hanya saja saya tidak sempat nonton di Bioskop karena waktu yang tidak tepat.

Setelah menonton saya langsung teringat sekitar tahun 2007 - 2008 ketika saya mulai membuat akun Facebook dan social media lainnya. Sebisa mungkin saya harus membuat akun di semua flatform social media saat itu. Tujuannya? biar kekinian aja. Memlih teman di social mediapun bukan hal penting saat itu. Berlomba-berlomba memperbanyak list pertemanan dan menulis semua kegiatan. Dem agar orang-orang ikutan berkomentar. Saya salah. Karena belakangan google saja mulai intens kepo pada setiap penggunanya, dia menjelma menjadi mata-mata yang selalu tahu kamu sedang berada dimana, lagi apa, dan  bahkan ia mulai menjadi asisten pribadi yang mengingatkan jam kerja, jam pulang kerja dan lain-lannya.

Belakangan saya mulai berpikir ulang. Kelak kalau saya ingin menyendiri dan sendiri saya pasti keslutan karena semua terekam dengan baik bahkan real time di google. Kemudian saya mulai berusaha untuk mulai "menjaga jarak" dari menyebarkan lokasi dan kegiatan pada dunia maya, agak sulit karena terbiasa sharing. Tapi bisa kita mulai dengan memilah mana yang harus di share mana yang harus tetap menjadi rahasia sendiri. 

"The Price for safety is loss the privacy"


Memang teknologi serupa sosial media banyak manfaatnya, dunia menjadi tak berjarak. Kita bisa mengakses banyak tempat di penjuru dunia dari ruang pribadi kita di rumah tapi buruknya juga mengintai, privasi kita bersama orang-orang terkasih, dan banyak hal lain yang mestinya cukup kita yang tahu.

Film yang diangkat dari Buku berjudul sama karya Dave Eggers ini memberikan sentilan pada kita, mengingatkan kita bahwa "caring" ga selalu harus dengan "sharing" hal-hal bersifat privasi. Buat saya film ini mengajak kita untuk berpikir ulang tentang teknologi social media yang bisa membuat kita kehilangan privasi.

Meskipun menurut para kritikus film, film ini banyak kekurangannya saya mah apa cuma bisa menikmati saja dengan cara awam. Memang sih beberapa hal terlihat tanggung di film ini, seperti konflik Mae Holland (Emma) dan teman dekatnya yang tidak mau menggunakan layanan The Circle harusnya lebih diperluas tetapi stuck dan tanggung, fokus film ke Mae Holland semata sementara konlik-konlik lain yang juga menarik tidak mendapat porsi yang pas. Saya sebagai penonton terlanjur menaruh harapan akan luas kisah konflik Mae dan teman dekatnya itu.

Over All saya medapat pelajaran baik dari film ini. Kamu udah nonton?
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community