Sep 25, 2017

Positive Feeling dalam Mendidik

Salah satu tujuan kita mengantar anak ke sekolah adalah untuk melatih anak-anak hidup mandiri. Mengajarkan mereka menghadapi masalah sendiri dan berinteraksi dengan orang lain.
Memang, sebagai orang tua kita selalu ingin berada di samping mereka, melihat aksi mereka,  mengamati mereka dimana saja tapi keberadaan orang tua yang terus menerus di sampingnya bisa menjadi penghambat tujuan pendidikan di atas.  Akan sulit membuat anak belajar mandiri. Jangankan terus berada di samping mereka,  terus memikirkan keadaan mereka di sekolah pun bisa membuat mereka tidak tenang di sana. 
Berikan mereka kepercayaan,  percaya saja bahwa mereka baik-baik saja.  Berpikir dan beprasangka positive saja agar yang terjadi juga hal baik.  Ini namanya the law of attraction.  Kamu berprasangka baik mala kebaikan yang datang,  positive feeling istilahnya,  karena sejatinya seisi alam raya ini berkaitan. Berbuat jahat hasilny jelek,  berbuat baik hasilnya baik.  Berpikir buruk dan beprasangka buruk mendatangkan hal buruk,  berpikir dan berprasangka baik,  baik pula yang akan menghampiri.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’alaberfirman,

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى

Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih). Hadits ini mengajarkan bagaimana seorang muslim harus huznuzhon pada Allah dan memiliki sikap roja‘ (harap) pada-Nya.
Itulah mengapa berbagai macam cara dilakukan manusia untuk mendapatkan ketenangan jiwa,  mulai dari meditasi, itikaf,  yoga,  merenung,  menyendiri,  dan sebagainya tujuannya adalah menaklukan bagian di dalam diri yang masih berprasangka buruk dan berpikiran negatif.
Dalam mendidik anak-anak positive feeling jelas sangat kita butuhkan.  Hanya hati yang selalu memperhatikan dan tenang yang bisa menyentuh hati anak - anak.  Anak-anak adalah jiwa yang merdeka, tanpa beban dan prasangka.  Jika kita menghadapi mereka dengan cinta dan kasih sayang Allah akan memberikan Kita jalan untuk masuk ke hatinya,  mengubah pikirannya yang kelak akan selalu mereka bawa sebagai bekal dan kenangan hingga akhir hayat.  Kekuatan hati jauh lebih besar dari pikiran, itulah mengapa kita harus menaklukan hati sebelum pikiran dan anak-anak semunya berhati baik,  hanya karena mereka salah bertemu orang dewasa yang mendidik yang menyebabkan hati mereka pelan-pelan mengeras. 
Berikan anak-anak waktu untuk merasakan semua rasa yang penting dalam hidup ini (bahagia,  sedih,  kecewa,  marah) karena sejatinya mereka membutuhkan itu sebagai vaksin kehidupan yang kelak akan membuat mereka terbiasa menyikapi dengan bijak setiap keadaan...
Cukup katakan pada mereka,  aku mencintaimu sampai kapanpun dan seperti apapun kamu,  lakukan yang terbaik untuk hidupmu,  untuk Tuhanmu.. My love for you is unconditionally. Lalu biarkan mereka belajar bersama semesta.  Semesta akan menjaga mereka ketika jauh dari kita,  orang tuanya..
Kebaikan ada dimana-mana,  hanya hati yang memper-HATI-kan yang mampu merasakannya.
Selamat memulai pekan, semoga selalu bahagia..
(Ditulis setelah melihat wali murid yang datang ke sekolah untuk menyuapi anaknya yang duduk di kelas dua)

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community