Oct 7, 2017

Mengembangkan Sektor Unggulan UKM Kuliner Bersama Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA)

Nusa Tenggara Barat khususnya Pulau Lombok memiliki aneka macam kuliner khas yang menarik. Dari beberapa yang saya temua, semua enak dan menarik. Sebut saja Ares, Bebalung, Cerorot, Sate Rembige, Sate Pusut, Sate Tanjung dan lainnya. Semua khas dan enak. Tetapi menurut Lembaga Pengembangan Bisnis di Lombok kuliner Lombok saat ini masih kurang pmendapat perhatian tidak seperti kerajinan tangan dan aneka kain. Jadi meski ada beberapa lokasi kuliner di Lombok tetapi hanya dikuasai oleh beberapa pihak saja dan tidak merata. Maka Kuliner Lombok ini di jadikanlah Sektor unggulan oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di LPB Mataram.

Apa itu YDBA?

YDBA adalah yayasan yang didirikan oleh pendiri Astra, William Soeryadjaya pada tahun 1980 dengan filosofi Berikan Kail Bukan Ikan. YDBA didirikan sebagai komitmen Astra untuk berperan serta secara aktif dalam membangun bangsa, seperti yang diamanatkan dalam butir Pertama Filosofi Astra, Catur Dharma yaitu Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara. YDBA menjalankan program tanggung jawab sosial Astra dengan fokus pada pembinaan UMKM yang meliputi UMKM manufaktur, baik terkait value chain bisnis Astra, maupun yang tidak terkait, bengkel umum roda empat dan roda dua, pengrajin dan petani. Berlandaskan Value-nya, yaitu Compassionate, Adaptiv, Responsible, dan Excellent, YDBA memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM untuk naik kelas dan mencapai kemandiriannya. Pelatihan dan pendampingan akan dilakukan melalui cabang Lembaga Pengembangan Bisnis yang sudah ada di 16 daerah di seluruh Indonesia. YDBA juga mengembangkan sektor unggulan untuk mengembangkan komunitas UMKM yang menonjol secara ekonomi dengan harapan komunitas tersebut dapat melakukan usaha dengan berkelanjutan. Kerennya, hingga Juni 2017, YDBA memberikan pembinaan kepada 10.112 UMKM. Untuk pemuda putus sekolah., YDBA telah melatih 701 pemuda putus sekolah menjadi mekanik. YDBA secara tidak langsung juga telah menciptakan lapangan pekerjaan melalui UMKM yang dibinanya. 

Catering Bu Kus

Jum'at (6/10) saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi salah satu UKM binaan YDBA Astra dan sekaligus mengikuti Kick Off Sektor Unggulan di LPB Mataram. Pagi-pagi saya sudah nangkring di LPB Mataram bersama teman-teman blogger yang akan "tour" langsung ke dapur dan gudang salah satu UKM binaan YBDA Astra; Katering Bu Kus!

Adalah ibu Wagini, seorang wanita paruh baya lulusan fakultas Hukum yang sempat menjadi seorang pengacara lalu memilih jalur pekerjaan lain sebagai wirausahawan. Beliau memilih menjadi penjual nasi rawon di car freeday jalan Udayana Mataram setiap hari minggu. Bermodal Rp. 200k ibu Wagini memulai kulinernya. Siapa sangka hasil tangannya diminati banyak orang dan bahkan ada yang menawarkan pesanan dalam jumlah banyak untuk makan siang sekantor. Dengan modal semangat dan keteguhan hati ibu Wagini mengiyakan. Selanjutnya ibu Wagini terkenal sebagai pemilik catering Ibu Kus yang kemudian berkembang pesat setelah mendapat pendampingan dari YDBA. Untuk memantapkan posisi bisnis cateringnya, ibu Wagini mengikuti pelatihan di Surabaya bahkan pernah mengikuti pelatihan di Jepang dan di Thailand. Hal itu yang mengubah mind set dan cara ibu wagini menata dan mengorganisir cateringnya. 

Penghargaan catering Bu Kus

Stok Bahan Catering bu Kus

Owner Catering Bu Kus yang inspiratif

Kartu Stock Manual yg akan segera di upgrade ke sistem

Saat ini meski sudah besar, Usaha Katering ibu Kus terus berinovasi dan mencari apa yang bisa dilakukan untuk membuat catering ibu kus tetap menjadi teratas. Berkat pendampingan di YDBA ibu Wagini benar-benar total mengorganisir karetingnya secara detail, ada SOP untuk bumbu, bahan mentah, peralatan masak dan makan, hingga turun langsung ke gedung acara yang memakai cateringnya untuk memastikan bahwa pelayanan dan suguhannya tidak membosankan dan "disikat" para tamu. Setelah itu beliau akan mengevaluasi untuk kemudian ditindaklanjuti sehingga pelayanan selanjutnya lebih baik dan memuaskan. Alhamdulillah pelanggan Catering Ibu Kus sudah sangat banyak dari lokal sampai orang luar daerah yang mengadakan event di Lombok. Bahkan jika harus mendadak Katering Ibu Kus selalu siap sedia karena semua sudah diatur sedemikian rupa agar dalam keadaan pesanan mendadak tetap bisa dilayani dengan baik.

Setelah mendengar cerita ibu Wagini dan mutar-mutar di dapur dan gudangnya kami disuguhi prasmanan dari catering ibu Kus yang memang enak, segar, higienis dan tertata dengan rapi. Jadi wajar jika Katering ibu Kus ini mendapatkan banyak sekali penghargaan setiap tahunnya. Memang benar, usaha tak akan mengkhianati hasil dan keberhasilan itu hanya akan datang kepada orang-orang yang berusaha dengan kuat dan hati yang teguh meski berkali-kali jatuh dan dan melawan gengsi. 

Kick Off Sektor Unggulan UKM Kuliner

Kelar jalan-jalan ke UKM binaan YDBA, kami break sholat Jum'at kemudian acara dilanjutkan dengan mendengarkan penjelasaan Bapak Hendry C. Wijdjaja tentang Yayasan Dharma Bakti Astra di aula LBP Mataram yang dihadiri sekitar 20an pengusaha UKM, 12 blogger dan beberapa orang awak media. 

Pak Hendry sedang memaparkan tentang YDBA


Henry C. Widjaja memaparkan tentang kiprah Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di seluruh Indonesia, ketua pengurus YDBA ini juga menyampaikan tentang kick off yang akan dilakuka. Launching ini merupakan gerakan bersama untuk bergerak dan berroduksi lebih besar sesuai standar. Hal ini merupakan dasar kuat dalam pengembangan UKM mengacu pada empat  prinsip yang digunakan, yaitu Kualitas yang baik, harga yang bersaing/murah, dan pengantaran yang tepat waktu.

Pada kesempatan ini selain meluncurkan program sektor unggulan di Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Mataram, Nusa Tenggara Barat Hendry C Widjaja juga menandatangi nota kesepakatan bersama Koordinator LBP Mataram serta perwakilan UMKM, nota kesepakatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk mengembangkan UMKM Kuliner di Mataram dan Sekitarnya dimana sektor Unggulan ini melibatkan 35 UKM yang bergerak di bidang kuliner seperti katering, rumah makan, hingga makanan siap saji. Nantinya, dalam kegiatannya, program pembinaan yang dilakukan akan berupaya untuk meningkatkan kualitas, kapasitas, produktifitas, standarisasi mutu hasil dan memperluas jangkauan pemasaran produk. Di harapkan UKM kuliner di Matara bisa termotivasi untuk "naik kelas" dan "awet" dalam menjalankan bisnisnya. Sehingga UKM anggota komunitas sektor unggulan bisa menjadi UKM Mandiri, yaitu UKM yang memiliki bisnis yang berkelanjutan.

Koordinator LPB menandatangi nota kesepakatan

Pak Hendry Wijaya juga membubuhkan tanda tangan di Nota Kesepakatan

Blogger Team with Pak Hendry, Pimpinan YBDA Astra 


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Berkicau

Community