Belajar Banyak dari FIlm Ayat-Ayat Cinta 2 (2017)

Wah abis nonton Ayat-ayat Cinta 2 banyak cewek-cewek pada teriak  "Nikahi aku fahri..." di Social media juga rame Hahahaha Gilak!

Sejak baca novel kedua Ayat-Ayat Cinta saya agak sulit meng-imajinasi-kan bagaimana jika akan diangkat ke Layar Lebar karena cerita yang rumit dan penuuuuh dengan pesan-pesan spritual yang dalam dan "berat". Namun ternyata semua tereksekusi dengan apik di tangan Sutradara Guntur Soehardjanto yang telah medirect 16 Film Layar Lebar dan beberapa FTV dan serial TV. Film-film layar lebar besutannya yang sukses antara lain 99 Cahaya di Langit Eropa 1 & 2, Tampan Tailor, Pinky Promise, Crazy Love, Otomatis Romantis, Assalamualaikum Beijing, Runaway dan lainnya. Faktor ini adalah salah satu yang membuat saya optimis bahwa film AAC2 akan menjadi film yang harus ditonton. Oke mari kita bahas film Ayat-Ayat Cinta 2 yang tayang perdana 21 Desember 2017 ini, yang alhamdulillah saya berkesempatan mengajak keluarga untuk nonton bareng di CGV Transmart Mataram.

Sinopsis dan Trailer

Film ini merupakan kelanjutan dari film sebelumnya bercerita Fahri Abdullah (Fedi Nuril) saat ini hidup sendiri di Edinburgh, bersama asistennya Hulusi (Pandji Pragiwaksono). Fahri telah kehilangan Aisha tujuh bulan lalu, saat Aisha menjadi sukarelawan di jalur Gaza. Sejak saat itu Fahri tidak pernah lagi mendengar kabar tentang Aisha.

Fahri terus menunggu dalam kesedihannya yang mendera hatinya. Kesedihan yang coba dia atasi dengan kesibukannya sebagai seorang dosen dan juga pengusaha sukses di kota tersebut. Fahri juga disibukkan dengan kehadiran Misbah (Arie Untung), sahabat lamanya, yang ingin menumpang tinggal bersamanya.

Fahri seringkali dihadapkan pada persoalan tetangga-tetangganya yang beragam. Ada nenek asal Yahudi, Catarina (Dewi Irawan) yang sedang mengalami permasalahan dengan anak tirinya. Ada juga Keira McGills (Chelsea Islan) seorang pemain biola berbakat yang sangat membenci Fahri, karena dianggap sebagai teroris yang telah menyebabkan kematian ayah mereka akibat bom di London.

Fahri mencoba untuk terus menjalankan amanah Aisha agar dia bisa membantu orang-orang di sekelilingnya. Niat baik Fahri ini seringkali malah membuat salah paham dan menyeret ke persoalan yang lebih rumit dan membahayakan hidupnya. Kehidupan Fahri menjadi semakin rumit ketika hadir Hulya (Tatjana Saphira) sepupu Aisha yang sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik.

Hulya yang ceria dan dinamis, menunjukkan ketertarikannya pada Fahri. Hulya bersedia menggantikan peran Aisha dalam kehidupan Fahri. Fahri ragu untuk membuka hatinya bagi kehadiran Hulya, itu sama saja dia mengakui bahwa Aisha sudah meninggal. Fahri masih berharap, setiap malamnya, Aisha kembali muncul dalam hidupnya. Semua mendukung Fahri melanjutkan hidupnya bersama Hulya, termasuk Sabina (Dewi Sandra) seorang perempuan terlantar berwajah cacat yang ditampung Fahri untuk tinggal bersama mereka sebagai asisten rumah tangga. Sabina yang sudah dianggap saudara oleh Fahri, ternyata tidak saja membantu mengurusi rumah Fahri, tapi juga mampu membuat Fahri melanjutkan hidupnya.


Trailer Ayat-ayat Cinta 2


Alur Cerita, Setting dan Cinematography

Tantangan membuat film yang diadaptasi dari novel terkenal adalah berusaha membuat penggemar novel memaklumi bahwa novel dan film adalah media yang berbeda. Novel Ayat-Ayat pertama dan kedua sukses menjadi best seller dan membuat banyak pembacanya begitu mengidolakan Fahri dan Aisha juga penulisnya; Habiburrrahman Elzirazy. Saya pribadi sebagai pembaca setia novel-novel kang Abik  was-was  akan seperti apakah Fahri dan kisahnya di layar lebar nanti. Tapi untungnya saya termasuk pembaca yang memahami bahwa membaca novel itu kita punya kebebasan berimajinasi, mengimajinasikan cerita dan tokoh dalam novel sesuka hati, sesuai nalar kita. Sementara film tentu saja harus merangkum semua imajinasi tadi dan imajinasi siapa yang akan dominan digunakan? tentu saja penulisnya. Tentu bukan hal yang mudah memfilmkan novel dengan tebal 698 yang hampir setiap halamannya mengandung pesan, hikmah dan cerita yang penting. Sutradara dan benar-benar dituntut bekerja keras merangkum tanpa menghilangkan emosi pada novelnya. 

Kerennya Pak Guntur dan tim sukses melakukannya.  Novel 698 halaman ini berhasil difilmkan dengan durasi 2 jam 5 menit dengan alur cerita yang tak terbayangkan sebelumnya. Menarik, Mendebarkan, Mengaduk emosi bahkan sejak scene awal. Meski setelah scene awal sempat agak lemah dan sedikit datar namun segera terselamatkan dengana secene di masjid dan scene-scene berikutnya yang tak pernah lagi berhenti mengaduk emosi. Saya tersenyum senang melihat gaya penuh percaya dirinya Hulya, terharu dengan kenangan-kenangan fahri tentang aisha, tentang Sabina yang berkali-kali menjadi sasaran tuduhan buruk dan seterusnya hingga saya tak sadar film ini berjalan dua jam lebih.

Menonton Ayat-ayat Cinta 2 ini selain memanjakan hati juga sangat memanjakan mata dengan pemandangan kota Edenburgh yang antik, unik dan artistik. Jalanan dengan pejalan kaki, pengamen yang nyentrik, view-view padang rumput dan tempat bersejarah serta kampusnya Fahri sangat membuat saya merasa nyaman dan bahagia. Paling tidak dengan menonton film ini saya punya gambaran tentang Edenburgh, juga lingkungan tempat tinggal Fahri bersama tetangga dengan latar belakang yang berbeda-beda. Agama yang berbeda, asal yang berbeda juga dengan permasalahan-permasalahan hidup yang berbeda yang mau tidak mau membuat fahri ikut campur dalam setiap masalah tersebut. 

Siapalah saya jika harus mengomentari sinematografi film ini, yang jelas saya nyaman melihatnya. Saya suka. Sudah. 

Pesan Moral Ayat-Ayat Cinta 2

Setiap novel kak Abik sesungguhnya adalah petuah-petuah, adalah dakwa yang indah yang disampaikan dengan story yang kuat dan logis. Buat saya, cara paling efektif memberikan pelajaran moral pada manusia adalah dengan cerita yang menarik. Dengan cerita-cerita hidup orang lain yang telah jatuh bangun. Kita, manusia-manusia zaman now pun jatuh cinta berkali-kali pada kisah Rasulullah SAW, Kisah-kisah indah yang penuh teladan, yang membuat kita merasa dekat dengan beliau. Semoga shalawat dan Salam selalu tercurah pada Beliau. Kang Abik adalah penutur yang hebat, tak ada dalam novelnya yang menggurui pembaca, tak ada dalam novelnya yang memaksakan orang lain harus begini begitu. Beliau hanya menyampaikan pesan itu lewat kisah hidupnya Fahri dan tokoh-tokoh dalam film AAC 2 ini dan mengena!

Ada banyak pesan moral di film ini, diantaranya Pertama, tentang kedudukan perempuan dalam Islam yang sering disalah -tafsirkan oleh mereka yang tak mengenal Islam. Dalam Islam kedudukan wanita amat tinggi. Surga ada di telapak kaki perempuan yang bernama Ibu. Banyak pula pahlawan-pahlawan perempuan muslim yang jago di berbagai macam bidang. 

Kedua tentang bagaimana seharusnya bertetangga. Bahkan dengan orang yang berbeda dengan kita. Mampukan kita mencontoh Rasulullah seperti yang fahri lakukan. Tetangga adalah orang pertama yang dikirim Allah untuk datang menolong saat kita membutuhkan pertolongan.

Ketiga, Tentu saja tentang cinta sejati Fahri yang terus ia kenang hingga membuatnya sulit untuk move on dan megabaikan wanita-wanita dalam hidupnya.

Keempat, tentang toleransi yang kuat. Saya melihat film Ayat-ayat cinta 2 ini sebagai wujud dari cinta pada negeri ini, pada Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang di anut oleh Bangsa Indonesia, bahwa seperti apapun perbedaan selalu ada alasan mengapa kita harus tetap saling menghormati, saling menjaga dan silaturrahmi. Bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan toleransi kepada siapapun dan dimanapun. Tidak ada pemaksaan dan penekanan, semua telah diatur di dalam Al qur'an dan hadist Rasululah SAW jadi tidak benar jika ada yang menuduh islam itu intoleran. Fahri menjadi salah satu agen kedamaian Islam yang mengenalkan seperti apa Islam dengan sikap dan perilaku yang mulia, pun kita adalah agen-agen Islam pembawa kedamaian yang seharusnya dimana kita berada disitulah kita membawa ketentraman dan kebahagiaan. Islam tidak disebarkan dengan pedang, bukan dengan kekerasan tetapi dengan cinta. Fahri memiliki tetangga yang berbeda-beda latar belakangnya, Yahudi, Atheis, Nasrani dan sebagainya, sebagian membenci Fahri karena ia Muslim namun Fahri selalu membalas semua itu dengan kebaikan dan kerahaman. Karena ia yakin pada akhirnya kebaikan akan melunturkan kesombongan, kemarahan dan kebencian. Indah sekali pesan toleransi dalam film ini.

Fahri merupakan sosok yang terlalu sempurna. Sayangnya segala yang ia miliki menjadi tidak berarti apa-apa karena ketiadaan sang istri, Aisha. Disinilah drama-drama dalam film ini terjadi. Tentang keputusasaan fahri menunggu kabar Aisha, tentang wanita-wanita di sekeliling fahri.

Banyak tajuk yang bisa kita pakai untuk membahas film ini karena pesan yang bisa ambil dalam film ini sangat banyak. Hampir mencakup semuanya, Seperti pada novelnya kang Abik mengajarkan kita berbagai macam fiqih islamiah lewat kisah Fahri yang powerfull. Tentang Poligami, Isu palestina, Gender dalam islam, persahbatan, keluarga, toleransi dan banyak lagi pesan lainnya yang hanya bisa kamu rasakan ketika menonton langsung.

Karena gak ada tempat nitip, akhir dua krucil ikut nonton 

Sountrack


Nah bagian ini almost Perfect nih. Lagu-lagu yang dibawakan Diva-diva Indonesia (KD, Isyana Sarasvati, Raisa, Rossa) benar-benar menyatu dengan ceritanya, saling mewakili satu sama lain dan jelas bikin baper. Sebelum menonton filmnya mungkin masih menerka-menerka cerita di lagu-lagunya, ketika sudah nonton beuuh.. nyessss...

Krisdayanti - Ayat-ayat Cinta 2


Rossa - Bulan Dikekang Malam


Isyana - Masih Berharap


Raisa - Teduhnya Wanita








Share:

1 comment:

Featured Post

Tips Traveling Musim Hujan di Lombok

“There’s no such thing as bad weather, only unsuitable clothing” Indonesia memiliki dua musim yang kontras satu sama lainnya. Musim Huja...

Instagram @herjunotajie sini

Blog Archive