Apa yang Membuat Tak Produktif Menulis?

Halo semua.. ya walaupun sepertinya blog ini mulai dilupakan readers nya ya, tapi itu bukan alasan untuk tidak berusaha menulis. Hhh butuh usaha yang keras untuk menulis lagi disini. Buanyak banget kendalanya, yang jelas kendala utama adalah jelas dari diri sendiri yang kadang kurang maksimal berusaha untuk lepas dari gadget bernama handphone. Sepertinya handhphone ini selain solusi dia juga termasuk biang kerok sih belakangan ini. Karena HP, intensitas menulis dan membaca buku saya benar-benar menurun drastis, meski hatinya seperti merontah-rontah ingin menulis dan membaca buku-buku baru dan rekomendasi teman-teman saya begitu sulit lepas meski sejenak dari hp. Mungkin karena sebagian besar komunikasi grup sekarang lebih banyak online via aplikasi chat. Juga karena saya punya pekerjaan lain yang mengharuskan saya selalu online dan hp adalah yang paling praktis untuk dibawa dan dibuka dimana saja. Tapi tetap saja saya sedih di dalam hati karena merasa kalah melawan diri. Saya begitu berkinginan menulis sebanyak-banyaknya di blog atau meneruskan cerita-cerita yang saya mulai sejak lama, ingin bisa membaca satu dua buku dalam sehari seperti dulu ketika zaman jadi mahasiswa dengan hp butut. Tapi sulit sekali menaklukan diri, even ketika saya mulai mau mempunyai laptop untuk menulis. Seharusnya lebih banyak waktu menulis tapi buka laptop malah tergoda buka youtube atau baca-baca berita, ugh!

Sampai disini, saya menganggap ini masalah serius antara saya dan ego saya. Setiap saat saya berdebat dengan diri saya. Mengapa selalu tidak bisa memprioritaskan menulis dan membaca daripada hp? Oke di hp ada banyak bahan bacaan berupa ebook dan wattpad misalnya tapi tentu saja membawa langsung dari lembaran-lembaran buku itu punya kenikmatan yang berbeda. Aromanya saja beda. Aroma lembaran-lembaran buku itu serupa Dopamin, selalalu membuat saya terus dan terus ingin menghirupnya sembari larut dalam kisah-kisah dan lautan ilmu di dalamnya. Hanya saja memulai itu selalu butuh kemauan extra.

Itu adalah kendala paling utama kenapa blog ini sepi dan mulai tidak teratur. Kendala lainnya mungkin tidak berat, hanya perlu di-manage lebih rapi saja. Pekerjaan dan keluarga. Pekerjaan jelas menuntut saya untuk memberikan yang terbaik dan profesional, sebagai guru, sebagai team di tempat lain, sebagai volunteer, semua membutuhkan waktu saya. Keluarga jangan ditanya, anak-anak adalah prioritas utama, sebisa mungkin setiap perkembangan mereka, appaun itu saya harus tahu dan ada di dekat mereka. Saya telah berkmitmen pada diri saya sendiri bahwa saya harus selalu ada dalam setiap apapun perkembangan dan hal yang terjadi dalam hari-hari mereka. Aku harus menjadi seorang bapak yang ideal, yang pantas mendapat tempat abadi di hati mereka sebagai sosok pelindung, pecinta, dan pahlawan buat mereka. Tak ada yang bisa saya janjikan lebih besar dari pada janji untuk memberikan mereka kenangan manis bersama saya di masa-masa kecil, remaja dan dewasa mereka kelak. Saya harus memastikan saya adalah laki-laki pertama yang akna membuat mereka bahagia dan berani menghadapi dunia dengan bahagia. Sekurang-kurangnya saya, di depan mereka saya harus menjadi sosok yang baik untuk dicontoh dan dikenang. Ini bukan masalah jujur atau tidak jujur, ini masalah masa depan anak-anak, tentang panutan. Oke saya masih kadang ketinggalan sholat berjama'ah, telat bangun subuh, masih suka begadang, kadang minum sambil berdiri, atau kadang saya lupa mematikan lampu ketika kleuar kamar mandi okelah itu salah tetapi saya sudah memberitahukan kepada mereka hal-hal mana yang salah dan mana yang benar lalu saya terbuka untuk ditegur oleh mereka, misalnya setiap adzan si Kakak akan selalu bertanya ketika saya belum bergerak, Ayah udah adzan, ayah gak sholat? Sewot sih kedengarannya tapi saya bahagia, saya butuh anak saya seperti itu. Atau ketika saya nambah nasi untuk ketiga kalinya si Kakak akan bilang, Ayah kok nambah lagi, kan katanya gak mau gemuk.  Dih, pinter banget bikin ayahnya malu. hahaha. Si Adek, memang belum banyak faham tetapi dia adorable banget, tiap pulang kerja langsung minta digendong, terus cium pipi dan harus ada suaranya "Mmmuaaach" gitu, kalau belum bersuara harus ulang lagi, setelah itu dia akan bilang dengan lembut dan lucu, Aiyop yuu, ayah.. aah rasanya lumer! Saya berkeyakinan kuat bahwa hal-hal kecil ini kelak akan terasa begitu berharga dan manis mengalahkan sepahit-pahitnya masalah hidup.

Jadi karena ketika saya dirumah saya akan full bermain bersama mereka, maka kegiatan apapun harus stop dulu termasuk menulis dan baca buku, kadang ide bermain datang dari mereka, kadang dari saya. Mereka sedang suka membuat vlog, kadang ketika pulang kerja dan tak ada aktivitas selalu ada yang nyeletuk sambil menyodorkan kamera, Ayah.. mau bikin vlog.. nah saya bingung vlog tentang apa? maka muncullah ide-ide lucu mereka, vlog kenalin mainan, vlog memasak mie instan, vlog goreng telur, vlog main di halaman rumah, vlog membuat gelang dan kalung lucu, vlog bikin jus, vlog naik sepeda, vlog belajar memanah dan banyak lagi ide-ide vlog yang mereka sebut. Tentu itu saangat menyenangkan. Langsung eksekusi dan mereka saya buatkan channel yutube khusus untuk menyimpan video-video kenangan merekakalau kalian mau liat bisa subcribe disini

Demikianlah mengapa saya jadi jarang menulis disini dan juga jarang membaca buku. Tapi bukan berarti saya tidak membaca setiap hari. Saya tetap update selalu informasi dan sebagainya lewat hape dan laptop dan yang pasti dengan interaksi di dunia nyata, itu yang penting. Dunia maya buat saya adalah semacam avatar kita sih, aslinya tetap yang di dunia nyata. Sesempurnanya seseorang di dunia maya belum tentu dunia nyatanya demikian. Gitu juga sebaliknya, tapi ya memang dunia maya itu tempat yang pas untuk branding diri dan usaha kita pada zaman now! Gratis, simple, cepat!

Berharapan setelah postingan ini akan ada postingan yang rutin setiap hari supaya "rumah" ini tidak berdebu apalagi berhantu. Faktanya adalah tadinya postingan ini akan bercerita tentang ribetnya ketika seisi rumah selain saya jatuh sakit. Bagaimana menghadapinya, apa pelajaran yang bisa saya ambil dan sebagainya eh malah curhat tentang ini. Ya sudah kalau begitu di next post saya akan bercerita tentang hal di atas. Terimakasih untuk siapapun kamu yang nyasar dan meluangkan beberapa menit dari umurmu untk membaca tulisan ini, semoga ada hikmahnya meski saya selalu pesimis tulisan saya punya faedah hehehe.

Jangan lupa tinggalkan komentar agar saya bisa berkunjung ke "rumahmu" juga.






Share:

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Meliput Festival Payung Indonesia 2018

Halo teman-teman, rasanya sudah lama sekali tidak menulis. Ada rasa bersalah. Semacam mengabaikan rumah sendiri hingga berdebu banyak saran...

Instagram @herjunotajie sini

Blog Archive