Konser Tembus Pandang Frau Yang Memukau

Halo genks!
Harus banget ini saya ceritakan bagaimana memukaunya Konser Tembus Pandang Frau kemarin malam di Taman Budaya NTB. Super excited karena jujur ini adalah kali pertama saya nonton konser Frau juga konser Classy Music seperti ini. Jadi sebelum membicarakan konsernya mari saya ceritakan kenapa saya bisa berada di konser ini.

Dua minggu sebelumnya fyler dan video promosi Konser Tembus Pandang Frau sudah berseliweran dimana-mana. Di Instagram, di WA, di Facebook dan Youtube. Saya sendiri tidak pernah memperhatikan atau terbersit niat untuk hadir. Ada beberapa pertimbangan sih, pertama karena saya tidak mengenal Frau dan musiknya, kedua Anak istri sedang sakit jadi kemungkinan sulit untuk ditinggal lama-lama. Sampai akhirnya Mas Rizki sang Kepala Pasar Pancingan yang juga tim dari Konser Tembus Pandang menjadi kerjasama promosi dengan Pasar Pancingan yang saya dan teman-teman Genpi Lombo Sumbawa kelola. Dari sana saya mulai "melirik" siapa Frau, sembari mempromosikan tiketnya ke teman-teman via WA dan Social media lainnya. Dari 10 teman hanya ada 4 yang kenal Frau dan Mesin Penenun Hujan-nya, selebihnya bertanya Frau itu siapa?

Karena sudah terjalin kerjsama promosi maka saya dan team Pasar Pancingan juga Genpi Lombok Sumbawa mendapat Tiket VVIP Konser Tembus Pandang. Sayangnya teman-teman sedang ada Launching Lombok Sumbawa Great Sale 2018 di Transmart dalam waktu yang bersamaan. Saya sendiri dilema sih awalnya mau ikut launching atau nonton konser. Kemudian saya merenung, pikiran saya terlalu penuh belakangan ini, tidak ada salahnya mendengarkan musik-musik yang simple, lembut dan classy seperti musik Frau. Akhirnya saya memutuskan untuk hadir di konser Tembus Pandang. Malam itu saya ajak Quin yang alhamdulillah sudah pulih.


Konser yang Memukau 

Oke silahkan ejek saya karena telat mengenal siapa Frau. Bahkan lagu-lagu Frau sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan saya baru kenal belakangan ini. Tapi saya termasuk beruntung dong bisa menyaksikan langsung konser seorang Frau yang menurut saya ini adalah salah satu konser yang sangat terorganisir dengan baik, penampilan panggung yang apik, pendukung konser juga amat sangat menyita perhatian. 

Konser Tembus Pandang Frau di buka dengan Perform piano oleh seorang Pianis muda Lombok bernama Ariel yang baru berusia 13 tahun. Penampilan singkatnya sukses menuai riuh tepuk tangan penonton yang lama kelamaan memadati panggung tertutup Taman Budaya NTB. Quin berbisik ke saya, Ayah, Uin mau belajar Piano katanya. Penampilan berikutnya benar-benar membuat saya tercengang. Pipit and the MaiqKane's yang menyanyikan empat buah lagu dari mini album mereka yang berisi kritik sosial yang disampaikan dengan lirik-lirik yang lucu. Ketika melihat aksi mereka, seakan-seakan lupa bahwa ini konsernya Frau. Mereka merebut perhatian saya, dan saya langsung suka dengan musik, lirik juga suara dari mbk Pipiet yang powerfull dan melengking indah. Semua lagunya menarik, easy listening dan bercerita tentang hal-hal sederhana yang lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Aaah ergasm banget! Bahkan ketika mereka selesai di lagu terakhir saya merasa itu belum cukup, masih mau lagi dan lagi. Sayangnya mini album mereka limited edition dan saya tidak tidak kebagian karena terlambat membeli. 

Panggung kembali ditutup. Beberapa menit kemudian pangung terbuka kembali, duduk manis seorang gadis berambut keriting lengket dibalik piano ditemani teko teh dan cangkir yang antik. Pelan-pelan lampu menyorot redup ke arahnya dari belakang, menciptakan backlight yang membuat ia terlihat misterius. Sampai pada detik ia mengucap salam kenal dan lampu menerangi wajahnya, saya tersenyum geli, karena sejak awal saya  membayangkan akan menonton konser seorang wanita "hampir tua" dengan tubuh ringkih dan rambut berkonde mengkilat, juga kebaya atau baju sejenis itu. Ternyata sosok Frau ini beda dari dugaan saya. Sebelum ia bicara saya menebak ia sosok yang ekspresif, kocak dan apa adanya hanya dengan melihatnya. Benar saja. Sapaanya dari atas panggung kerap membuat penonon tergelak dan geli. Kocak! Tipe mbak-mbak luguh tetapi tak bodoh. Dialah Frau!

Awalnya untuk bahan menulis, saya mencatat setiap hal penting dari Konser ini, mulai sejak awal tiba di depan taman budaya, seperti ketika konfirmasi tiket penonton mendapat marchandise sebuah tanaman kaktus dan lain-lain. Tetapi ketika Frau mulai memainkan pianonya dan mulai bernyanyi saya terlupa. Saya lupa semua yang saya rencanakan. Saya hanya menonton dan menikmati dengan sepenuh hati. Saya terbawa oleh alunan classy pianonya. Bahkan saya hampir lupa menggunakan kamera untuk mengambil satu dua gambar. Saya juga tidak peduli lagi apa judul lagunya karena semua terdengar enak aja gitu. Saya hanya menangkap judul-judul seperti Mesin Penenun Hujan yang melegenda, Sepasang Kekasih Yang Bercinta di Luar Angkasa, Tarian Sari, dan entah apalagi judul-judul lagu lainnya. Saya hanya menikmati. Rasanya seperti jatuh cinta, tak peduli kasta, tak peduli warna, pokoknya cinta aja. tapi ingat lho cinta harus tetap peduli kelamin! hahahaha

Konser keren ini berakhir tepat jam 22.00 Wita, sesuai jadwal. Berat rasanya. Saya berniat akan mendownload lagu-lagu Frau. Secara legal dong pastinya. Juga kesan yang mendalam yang tertinggal saya bawa pulang dan masih terasa hingga saya menulis postingan ini.

Terimakasih Frau

Alhamdulillah.. Terimakasih terbesar hanya pada Allah atas kesempatan dan kesehatan yang membuat saya bisa hadir menyaksikan salah satu makhluknya yang memukau banyak orang. Saya juga harus banget berterimakasih kepada Team genpi Lombok Sumbawa yang menjalin kerjasama dengan panitia konser sehingga saya bisa mendapatkan tiket nonton Konser Tembus Pandang yang membuat saya mengenal Frau dan musiknya. Juga membuat saya mengenal Pipiet and the Maiqkane's musisi lokal dengan cita rasa internasional! Menurut saya ya. Juga buat team Konser Tembus Pandang yang mengorganisir Konser ini dengan sangat baik, sangat nyaman, teduh! Saya sangat menyukai konser seperti ini. Juga buat istriku yang mengizinkan pergi nonton dan mengajak anak kami Quineeta. Ini salah satu cara saya mengarahkan Quin agar peka terhadap musik-musik bagus, juga saya yakin anak-anak yang disentuh jiwanya dengan seni akan menjadi anak-anak yang peka terhadap lingkungan sosialnya, saya yakin itu. Selain itu saya juga yakin ini akan menjadi salah satu  kenangan manis  yang telah terekam dalam memorinya. Terimakasih  buat siapa saja yang sengaja tau tidak telah berkonspirasi membuat malam konser tembus Pandang ini berjalan lancar.








Share:

9 comments:

  1. Salam buat Jilbab abu bang Ajie..hehehe

    Syang sya gak smpat hadir di konser ini. Terlihat seru.. Kereen :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak berani aah hahaha
      Harusnya nonton kemarin. Ini konser terbaik yang pernah saya tonton di NTB

      Delete
  2. Saya pengen nonton tapi apa daya suami saya tak suka musik klasik...sedih banget...

    ReplyDelete
  3. Sepertinya kita ketemu di parkiran, heueuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya liat jg siluetnya di dalam, telat masuk kan? Hahaha
      Nunggu tulisannya mas irwan tentang konser semalam.

      Delete
    2. emang sengaja masuk pas frau mau tampil... di luar lama
      udah ditulis juga di blog, heuheuheu

      Delete
  4. Bagaimana bang? Sukses kan jatuh cinta akhirnya.. Hihih
    Frau salah satu penyanyi indie yg saya sukai, lagunya kayak semacam. De javu yg bawa kita ke masa kanak2 saat suka nonton film princess disney.. 😀😀😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Langsung koleksi lagu2nya Frau setelah itu.
      Musik dan liriknya simple tapi berkelasss

      Delete

Featured Post

Film Obituary (2017) : Tentang Toleransi Di Sebuah Sudut Kota Tua Ampenan

Belakangan ini, negeri kita tercinta sedang dilanda badai intoleransi dimana-mana. Hal-hal yang dulunya berbaur padu, sekarang mulai terliha...

Instagram @herjunotajie sini

Blog Archive