Hichki (2018) : Cegukan Yang Bikin Hati dan Mata Basah

Belakangan ini merasa sulit sekali menemukan film-film pas untuk ditonton sendirian malam-malam. Sebenarnya bukan karena filmnya tidak bagus tapi sering bosan aja diawal-awal film akhirnya tidak jadi nonton. Tapi malam ini saya memutuskan menonton  Hichki, film Bollywood yang sudah tayang sejak Mei lalu tapi saya tidak tertarik untuk menonton. Malam ini saya memutuskan untuk menonton karena di posternya ada Ranee Muhkerjee. Bukan karena saya mengidolakannya tapi di antara semua film yang tersedia hanya Ranee yang menurut saya menjanjikan filmnya. Ekspektasi saya filmnya lebih bagus karena memang Ranee filmnya bagus-bagus jadi daripada memilih wajah-wajah baru saya mending pilih aman, nonton Hichki. Sambil tetap berharap tidak bosan di awal. Ternyata ini film yang keren dan sangat inspratif. Simak review ala ala saya ya.


Judulnya Hichki yang artinya Cegukan. Lucu ya. Naina Mathur (Ranee Mukherjee) adalah seorang penderita Tourette Syndrome, sebuah syndrome yang unik. sindrom kejutan saraf otak yang mengakibatkan seseorang mengeluarkan gerakan tak terkendali atau suara yang tak diinginkan secara berulang-ulang, Persis sepetti orang Cegukan hanya saja Tourette tidak bisa dihilangkan. Apalagi ketika gugup atau emosi cegukannya semakin hebat. Dengan sindrome unik itu Naina yang begitu bersemangat untuk menjadi seorang guru tak pernah lelah melamar pekerjaan sebagai guru di berbagai sekolah, semua menolaknya bukan karena kualifikasinya yang kurang tetapi karena sindrom tourette tadi. Di sekolah masa kecilnya yang bernama St. Notkers ia bahkan sudah 5 kali ditolak. Hal itu membuat kepala sekolahnya penasaran dengan semangatnya lalu memberi kesempatan. Hari-hari penuh warna buat Naine di mulai.

Naina mengajar kelas terbandel di sekolah itu. Anak-anak terpinggirkan karena perbedaan status sosial. Anak-anak yang tidak memilik kepercayaan diri hingga lebih memilih membuat onar. Mereka yang selalu memandang hidup tak pernah adil untuk mereka yang berbuah sikap pesimis dan tidak percaya pada siapapun termasuk Naina yang ingin mengajarkan mereka bukan hanya pelajaran sekolah tetapi pelajaran hidup.

Bisa kalian bayangkan gimana hari perama  Naina dengan cegukannya. Jelas jadi bahan olokan kurang ajarnya siswa kelas 9F. Segala cara siswa bandel itu mengerjainya agar segera menyerah dan mengundurkan diri tapi Nainaa malah tertantang. Ia melakukan misinya dengan cara dan metodenya sendiri.

Ada beberapa hal yang Naina lakukan untuk menghadapi mereka dan ini sangat bisa saya atau kalian terapkan untuk mengajar (jika kalian guru):

Pertama, Mulailah hari pertama dengan menyiapkan mental untuk kejutan-kejutan dari siswa bandel itu. Naina memperkenalkan dirinya sekaligus memberikan pengetahuan baru tentang Tourette Sindrome meskipun mereka tidak peduli bahkan mengerjainya dengan lebih heboh. Tetap tersnyum, anggap itu tantangan.

Kedua, Jangan balas kejahatan dengan kejahatan dan liat hasilnya. Ketika siswa 9F mengerjainya dengan bom bola di bak sampah, bukannya menghukum ia malah membela dan memuji anak-anak 9F di depan kepala sekolah, bahkan ia mengaku itu kesalahannya. Moment ini adalah titik balik kerasnya hati anak-anak 9f, mereka mulai tersentuh dan berpikir ulang tentang rencana mengeluarkan gurunya dai sekolah.

Ketiga, Tangkis energi negatif dari luar. Berkali-kali semangat naina berusa dipatahkan oleh rekan gurunya. Namun tak pernah ia masukan ke hati sebagai beban yang membuat sedih justru ia jadikan itu sebagai tantangan yang terus ia perjuangkan. Semangatnya bertambah terusss

Keempat, Ketika seseorang melakukan kesalahan jangan langsung membencinya, lihat alasan mengapa ia berlaku demikian. Benar saya, Naina yakin siswa-siswanya punya hak yang membuat mereka sulit di atur, nakal, melawan dan sebagainya. Ia mempelajari latar belakangan mereka secara umum lalu secara personal, ia mendekat bahkan berkunjung ke setipa rumah siswanya. Hati siapa yang tak luluh jika demikian?

Kelima, Menajarlah dengan menyenangkan. Naina mengatakan pada siswanya bahwa belajar bisa dilakkan dimana saja tidak terbatas di ruangan kelas. Maka dia mengajak siswanya belajar di banyak tempat, di halaman belakang sekolah, di bis, di lapangan, dimana-mana yang membuat anak-anak merasa nyaman dan bisa memahami pelajarannya. Naina berhasil.

Kisah Naina Mathur difilm ini sukses membuat saya terenyuh. Bahkan berair mata sepanjang film. Bagaimana ia menjadikan kekurangan nya sebagai kelebihan yang bisa membuat orang lain berpikir ulang tentang bagaimana memandang hidup. Ada hal-hal yang tak bisa kita ubah maka kita terima dan syukuri saja. Karena mengeluhkan hal yang sama sepanjang waktu bisa membunuhmu perlahan-lahan bahkan langsung. 

Sebagai seorang guru saya memahami bagaimana sulitnya menghandle satu kelas yang semuanya "bermasalah" butuh energi lebih dan butuh perasaan yang kuat untuk bisa strong menghadapi mereka. Jika niat mengajar tak matang maka tak akan mampu seperti naina.

Btw, di film ini kalian tidak akan menemukan orang-orang yang menari dan bernyanyi beramai-ramai seperti film-film india kebanyakan. Meski kebanyakan film-film RM sebelumnya mau sedih mau senang pasi ada adegan nyanyi-nyanyi dan menari-nari sambil lari-lari di padang rumput. Soal akting Ranee menunjukkan kelasnya. Akting cegukan dalam berbagai emosi itu pasti tidak mudah. Ketika ngobrol, tertawa, menangis, serius, dan sedih harus cegukan itu berat menurut saya tapi Ranee suskes memerankan Naina Mathur yang cegukan tak terkendali. Apalagi pas tahu ini filmnya Yash Raj Film hmmm Kalian harus noton film ini. Apalagi jika kamu seorang guru. Harus banget nonton.

Untuk film ini saya kasi nilai lima bintang! Perfect!

Kutipan Favorit : 

  • "Seorang siswa dapat kehilangan nilai karena belajar sesuatu yang salah. Tapi seorang guru tidak pernah kehilangan nilai karena mengajarkan sesuatu yang salah. Mengajar itu mudah, belajar itu sulit.” 
  • “Tidak ada murid yang buruk. Yang ada hanya guru yang buruk.”
  • "Seorang guru yang normal hanya mengajari Anda. Seorang guru yang baik hanya mengerti Anda. Jika dia hebat, maka dia akan menunjukkan kepada Anda bagaimana cara menerapkannya. Akan tetapi beberapa guru menginspirasi kami.”




Trailer Hichki


Share:

1 comment:

  1. Nnton dimana mas?? Keren filmnya,,reviewnya aj kece.. Jd pngen nnton hehehe

    ReplyDelete

Featured Post

Meliput Festival Payung Indonesia 2018

Halo teman-teman, rasanya sudah lama sekali tidak menulis. Ada rasa bersalah. Semacam mengabaikan rumah sendiri hingga berdebu banyak saran...

Instagram @herjunotajie sini

Blog Archive