Pelajaran dari Pilkada NTB 2018

Hiruk pikuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018 akhirnya menemui ujungnya. Hari ini (27/06) adalah hari dimana seluruh warga Nusa Tenggara Barat memberikan hak pilihnya. Ujung dari segala macam keributan di social media, di baliho-baliho dan selebaran-selebaran sepanjang jalan, dan lainnya. Semoga.

Saya tidak akan membicarakan siapa yang saya dukung dalam pertarungan empat pasang calon pemimpin ini tapi saya ingin sedikit membahas sisi lain dari pesta demokrasi ini, tentunya dari kaca mata saya yang awam dan mempesona ini. eh

Meski tidak pernah menunjukkan secara terang-terangan siapa pilihan saya, sesungguhnya saya tetap mengamati dan mempelajari. Saya bukan ASN yang tidak boleh berpolitik praktis tetapi saya anggota Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Lombok Sumbawa yang mempunyai kode etik yang harus dipatuhi; No Politik, No SARA, No Hoa. Jadi meskipun keinginan untuk memperlihatkan dukungan juga ada, saya ternyata bisa nge-rem juga sampai detik ini. Kecuali di WA grup keluarga besar sih. Disana mah terang-terangan kita dukung siapa. hehehe.

Oke mari fokus ke apa yang ingin saya bahas hehe


1. Belajar Bergerak Senyap dari Pasangan Suhaili - Amin


Adalah Suhaili dan Pak Amin, pasangan yang kemunculannya cukup membuat publik bereaksi macam-macam setelah deklarasi kolaborasi mereka. Pasalnya Pak Suhaili sang calon Gubernur adalah Bupati Lombok Tengah dan Pak Amin sang calon wakil gubernur adalah Wakil Gubernur saat ini mendampingi Tuan Guru Bajang. Berbagai macam reaksi bermunculan, namun yang paling terdengar adalah reaksi sumbang dan cibiran terutama kepada sang calon wakil gubernur yang dinilai salah memilih jalan. Mereka berpendapat seharusnya Pak Amin yang naik menjadi calon gubernur bukannya Pak Suhaili. Entahlah apa yang membuat hal itu terjadi yang jelas selepas deklarasi tidak terlalu banyak terdengar gaung pasangan ini baik di dunia maya maupun dunia nyata hehe. Benar-benar banyak yang mengira pasangan ini akan jauh kalah dari pasangan lainnya. But let's see hari ini berdasarkan Quick Count Pasangan ini meraih suara terbanyak kedua dengan selisih yang tipis sekali. Cocok seperti kata seorang temanku ari Lombok Tengah, Jangan remehnya pak Suhaili katanya. Diam-diam beliau bisa membuat kaget nanti seperti waktu pemilihan bupati Lombok Tengah dulu. Gitu katanya.

Ya, dari pak Suhaili kita belajar untuk lebih santai, tenang dan berjalan dengan senyap. Pembawaan beliau yang tenang, diam ternyata mampu melibas telak dua pasangan lainnya. Air yang tenang kadang menghanyutkan gaess. Catat!

2. Buzzer tangguh ala  Ahyar - Mori

Dari pasangan ini saya belajar untuk optimis dan percaya diri. Saya juga belajar banyak bagaimana untuk menguasai perhatian netizen. Pasangan Pak Ahyar dan Pak Mori ini adalah yang paling gaul dan akrab dengan anak muda. Tak heran jika banyak pemilih pemula yang mengidolakan Walikota Mataram ini. Di dunia maya saya bisa bilang pasangan inilah yang menguasai jagat maya pertarungan pilkada NTB. Di twitter beberapa kali pasangan ini menjadi Trending Topik Nasional gaess. Ini Luar biasa. Buzzer dan influenser serta endorser pasangan ini tenget-tenget (expert) semua. Saya sempat yakin bahwa pasangan ini akan menjadi pemenangnya. 

Dari pak Mori saya belajar bagaimana menarik perhatian publik khususnya anak muda. Ikuti issue-issue yang trend dan sedang happening maka netizen akan mengenal kita secara langsung atau tidak langsung. Bayangkan jika pasangan ini menang NTB akan semakin gampang dikenal warganet dalam maupun luar negeri. 

Sayangnya takdir berkata lain, pasangan dengan ciri khas sorban hitam putih ini harus sabar berada di posisi ketiga setelah dikalahkan lumayan jauh oleh Pasangan Suhaili - Amin. Begitulah politik itu serupa sebuah kota dengan cuaca yang tak menentu. Kita harus siap bagaimanapun cuacanya. terimakasih pak Ahyar dan Pak Mori untuk semangat, pelajaran dan motivasinya. Juga tentang bagaimana mengerahkan anak muda untuk kreatif dan melek politik.

3. Santai ala Doktor Zul dan Ibu Rohmi

Kemudian ada pasangan yang disebut-sebut sebagai pasangan yang akan melanjutkan ikhtiar TGB Sang Gubernur dua periode yang dicintai masyarakat NTB : Zainul Majdi. Sejak awal saya sudah salut dengan karakter Doktor yang biasa di sapa Bang Zul ini. Beliau santai tetapi tegas. Misal ketika publik mulai bertanya yakin akan maju dalam pertarungan dan apakah siap menjadi wakil? Beliau menjawab lewat status fabeooknya bahwa dia hanya akan maju jika menjadi calon Gubernur bukan wakil gubernur. Cool! 

Setelah resmi menjadi calon Gubernur pasangan ini tak hentinya mendapat ujian berupa berita miring dan berbagai issu lainnya yang pada ujungnya terbukti hanya fitnah. Namun bagaimana reaksinya? Sang Doktor lebih banyak diam dan melanjutkan silaturrahminya ke pelosok-pelosok desa di NTB. Tetapi lihat ketika isu negatif mulai berkembang, dengan santai Sang Doktor membuat klarifikasi yang langsung membuat orang terdiam dengan fakta-fakta keren tentang siapa beliau untuk NTB. 

Santai tapi tegas! ini pelajaran besar yang harus kita teladani.

Sementara ibu Rohmi, meski saya tidak begitu memiliki banyak info tentang beliau saya melihat beliau cocok mendampingi seorang gubernur sebagai wakil gubernur. Dari beberapa kali debat calon terlihat beliau mampu mengimbangi. 

and the result.. Pasangan yang disebut mewakili dua pulau ini (Sumbawa dan Lombok) berhasil memperoleh suara tertinggi dari hasil beberapa hitungan cepat (Quick Count). Meski belum resmi, saya mengucapkan Selamat untuk Bang Zul dan Ibu Rohmi, seluruh warga NTB menitipkan banyak harapan di pundak bapak dan ibu. Semoga amanah dan menjadi pemimpin yang dicintai rakyat. Karena jelas tugas beliau akan lebih berat. TGB sudah memberikan standar, jadi minimal harus lebih baik dari TGB. Siap ya bang zul dan bu rohmi.. insyaallah!

4. Ali BD - Sakti ; Hmmm... Saya suka... gayanya!

Setiap debat calon gubernur dan wakil gubernur saya selalu tidak sabar menunggu Pak Ali BD menjawab pertanyaan-pertanyaan. Bupati Lombok Timur ini memang nyentrik, unik, asik dan antik. Bergaya slengean tetapi benar. Meski kadang terlihat terlalu over pede. Saya melihat bapak yang sering di panggil amaq Ali ini memliki niat yang tulus dan besar untuk membangun NTB dengan cara beliau. Jadi setiap debat beliau selalu memberikan statemen yang santai, kocak tetapi memang benar demikian. Beliau menyampaikan dengan apa adanya. Saya suka gayanya! Nyeni banget!

Jauh sebelum pasangan lain memproklamirkan diri, Pak Ali BD sudah lebih dulu memperkenalkan diri lewat baliho-baliho raksasa di sudut-sudut strategis di Lombok Sumbawa. Saya jadi ingat dulu ketika meenemani teman-teman endorser Pesona Indoensia ke Sembalun saya sempat kesusahan mencari angle foto yang pas di pusuk sembalun karena selalu muncul baliho sang Amaq, begitu juga waktu event GNFY view keren di tikungan pusuk sudah terlebih dahulu bercokol baliho Amaq Ali dengan gagah berani. Pelajarannya, selalulah selangkah lebih dulu dalam memulai. Meski cepat tak selalu tepat akhirnya bapak Ali dan Sakti harus rela di posisi keempat. 

Terimakasi atas pelajaran dan hikmah dari sekian bulan masa-masa kampanye hingga hari ini, hari pemungutan Suara Pilkada NTB 2018. Sungguh banyak pelajaran yang saya pribadi dapatkan, lebih banyak dari yang mampu saya tulis di atas.

Semoga yang terpilih bisa mengemban amanah dengan baik dan yang tidak terpilih semoga ikhlas dan saya ucapkan selamat kembali melanjutkan jabatan masing-masing.

Jika kalian juga mendapatkan pelajaran dan hikmah dari para calon silahkan corat coret di kolom komentar di bawah.

Salam Demokrasi!


Share:

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Meliput Festival Payung Indonesia 2018

Halo teman-teman, rasanya sudah lama sekali tidak menulis. Ada rasa bersalah. Semacam mengabaikan rumah sendiri hingga berdebu banyak saran...

Instagram @herjunotajie sini

Blog Archive