Ujung Bulan Suci

Deru mesin di jalanan, riuh suara di toko-toko, kerumunan orang di mall-mall, peluit tukang parkir, tangisan anak-anak yang merengek juga meminta pulang.

Inilah malam-malam terakhir
Ketika lantunan adzan dan tadarus dari coring-corong suara di masjid tak mampu  terdengar kesepian

Pada malam-malam terakhir tak sampai sebagian yang bermunajat, menangis menyeru keinginan dipertemukan kembali
Ketika lebih dari sebagian lainnya berjibaku di toko-toko, di mall-mall, di tempat makan dan di sibuk menghitung angka-angka yang mereka kumpulkan

Tidakkah mereka khawatir tentang kesempatan terakhir?
Tidakkah merasa rugi atas waktu yang semakin meruncing?

Ramadhan hadirnya di nanti namun diabaikan menjelang akhir
Ramadhan yang selalu dinanti namun diakhir selalu terganti oleh ketamakan diri
Inilah ujung bulan suci yang tak banyak orang mengerti
Inilah ujung bulan suci yang tak banyak orang mengunci diri


Bukan siapa-siapa yang akan merugi
Tapi diri sendiri
Share:

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Tips Traveling Musim Hujan di Lombok

“There’s no such thing as bad weather, only unsuitable clothing” Indonesia memiliki dua musim yang kontras satu sama lainnya. Musim Huja...

Instagram @herjunotajie sini

Blog Archive