Meliput Festival Payung Indonesia 2018

Halo teman-teman, rasanya sudah lama sekali tidak menulis. Ada rasa bersalah. Semacam mengabaikan rumah sendiri hingga berdebu banyak sarang laba-labanya kalau rumah beneran untung ini blog hehehe. 

Jadi selama ini banyak hal yang terlewatkan untuk ditulis. Hal menyenangkan, hal yang menyedihkan ada semua. Tapi saat ini saya ingin bercerita hal menyenangkan aja deh. Kali aja bisa bikin kamu juga jadi senang. Kalau sama-sama senang kan enak. Aku senyum kamu senyum. Karena itulah aku mau ngasi tau kalau saat nulis postingan ini aku ladi duduk di meja samping tempat tidur Hotel Graharu namanya. Aku lagi dapat kepercayaan untuk meliput Festival Payung Indonesia 2018 di Taman Lumbini candi Borobudur. Yeeeaaay! 

Kalau kata mentornya Genpi Lombok Sumbawa; Mbak Jhe, anggap aja ini bagian dari Trauma Healing setelah hampir sebulan dibuat parno oleh Gempa Bumi yang beberapa waktu lalu mengguncang Lombok Sumbawa. Benar juga sih. Awalnya sempat bingung karena merasa gak tega aja ninggalin anak istri di rumah dalam kondisi masih pada takut gempa eh tapi istriku malah support. Asik kan?. Setelah dapat support dari istri akhirnya perjalanan menuju Candi Borobudur di mulai.

Meliput sebuah Event yang masuk dalam Calendar of Event (CoE) Kementrian Pariwisata itu adalah sebuah kepercayaan besar buat saya. Event-event yang masuk CoE tentu saja bukan event biasa melainkan sebuah event besar yang dipersiapkan dengan sangat serius maka saya sebagai bagian dari tim Generasi Pesona Indonesia juga kudu memberikan yang terbaik yang saya bisa. Alhamdulillah saya bekerja bersama team yang asik, baik dan ramah. Jadi dengan kerjasama yang baik event Festival Payung Indonesia 2018 bisa berjalan baik dan berhasil menjadi Trending Topic Indonesia di urutan teratas. Buah dari kerjasama semua pihak, panitia event yang bekerja cepat dan giat, tim pers yang juga cepat dan tanggap dan semua pendukung acara yang luar biasa. Semua bahu membahu membuat acara ini berjalan baik dan menghasilkan output yang baik untuk Pariwisata Magelang dan Indonesia pada umumnya.


Apa Itu Festival Payung Indonesia?

Saya yakin pasti ada yang nanya emang apa sih Festival Payung Indonesia (FPI) itu? Oke mari saya jelaskan. Jadi Festival Payung Indonesia adalah ajang bertemunya payung-payung se-tanah air dengan bentuk, motif dan corak yang berbeda. Kerennya masing-masing motif dan bentuk payung membawa pesan tersendiri. Di FPI 2018 kita bisa melihat langsung bagaimana para perajin melukis dan mengkreasikan Payung mereka dengan warna dan cerita tertentu. Di FPI 2018 kita bisa langusng melihat proses kreatif perajin,  dan karya-karya desainer  hebat dengan karya-karya yang serius bikin saya betah duduk di depan panggung. Jadi selain Pameran Payung juga ada fashion Show yang masih berhubungan dengan payung. 

Saya terbelalak kagum saat pertama kali memasuki Taman Lumbini yang sore itu dipenuhi payung-payung dengan motif, bentuk dan ukuran yang tak biasa. Jika selama ini yang saya tahu hanya ada payung cantik hadiah dari bank ini bank itu atau paling jauh payung fantasi di film Sweet 20 maka disini saya melihat banyaaak sekali rupa payung yang benar-benar baru saya temui hanya di Festival Payung Indonesia. Ada payung mini dengan kain-kain batik dan kanvas yang dilukis aneka rupa. Payung dengan ukuran super besar berbentuk kepala gajah lengkap dengan belalai yang menjuntai, payung yang dibuat dari rajutan tali kur, payung dari lontar, dan sebagainya. Intinya di Festival Payung kemarin semua payung berkumpul di bawah ibu segala Payung : Borobudur.

Hal lain yang membuat saya enggan beranjak dari depan panggung Festival Payung Indonesia 2018 adalah penampilan para penari dan Fashion show dengan kain-kain khas dari berbagai daerah di Indonesia bahkan ada penampilan dari luar negeri; India, Jepang, Pakistan, Thailand dan lainnya. Silih berganti menunjukan pesona busana dan gerakannya di atas panggung memanjakan mata para pengunjung termasuk saya. Ada Pentas Tari Buddha Carita dari India yang kolaborasi dengan Pooja Bhatnagar Bali, Workshop Tari Pakistan bersama Rafit Anwar Khan, Mao Arata Co. & NSSU  Dance club dari Jepang dengan tema Flower Walk Under The Moon, Raming Flower Dance Thailand, dan ada "Ibu" Ayu Laksmi dengan musiknya yang magis!


Kekaguman dan Kecintaan saya pada negeri ini semakin membuncah ketika melihat kain-kain tenun khas daerah-daerah menjadi busana yang superr keren dan elegant yang diperagakan oleh model-model cantik dan gagah di atas panggung. Sungguh indah dah kayanya Indonesia. Kain-kain nusantara benar-benar punya nilai dan kualitas tinggi dengan story telling yang menarik. Nyaris tak ada yang tidak menarik perhatian. Kain-kain khas daerah berubah menjadi outfit yang elegant, berkelas dan unik. Beberapa Fahsion Desginer yang terlibat dalam Umbrellah di Festival Payung : Indrias Snthir dengan AKALPA, Sikka & Sintang oleh Dian Oerip dari Ngawi, Lila Imelda Sari dengan MESRA dari Jogjakarta, ada Desainer cilik Akeyla Naraya dari Jakarta dengan RAIN OUT nya yang unik,Ofie Laim dari Bandung dengan AUSPICIOUS SYMBOL, Uzi Fauziah dengan PANCAWARNA yang memukau, ada juga LURIK "Garis Batas Bertuah" oleh Prasojobyrani, dan Umbrella Fashion ULOS RAGIHOTANG oleh Atang Siahaan dari Jakarta yang memamerkan keindahan kain Ulos dan masih banyak lagi desiner-desainer dengan karya-karya luar biasa yang turut menghidupkan rangkaian acara Festival Payung 2018.

Jadi tidak heran jika pengunjung festival yang sudah berjalan selama lima tahun ini selalu membludak, apalagi tahun ini lokasinya di bawah kaki Borobudur yang termasyur.


Suasana Borobudur yang hari-hari ramai semakin tambah meriah dengan hadirnya payung-payung cantik serta komunitas-komunitas yang turut meramaikan, juga ada stand-stand kuliner lokal serta workshop tari yang seru untuk diikuti. Ahh acara ini seru sekali.

Team liputanpun tak kalah seru, ada Mas Yopie yang kalem, om Beng yang seru abis, icha dari jogja asal bekasi, Pak Joko dari Siak Kepri, dan ada bang Benny yang doyan nraktir makan haha dan banyak hal-hal seru yang sulit saya gambarkan dengan baik lewat tulisan (insyaallah lain kali nulis lebih panjang hehe)

Semoga budaya Indonesia terus berkembang dan lestari.








Share:

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Meliput Festival Payung Indonesia 2018

Halo teman-teman, rasanya sudah lama sekali tidak menulis. Ada rasa bersalah. Semacam mengabaikan rumah sendiri hingga berdebu banyak saran...

Instagram @herjunotajie sini

Blog Archive